Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 64


__ADS_3

Saat ini Mama Rose dan yang lain nya sedang memasak makan siang untuk mereka tapi tidak dengan Dinda, karena Dinda sedang mengemas barang-barang nya dan setelah makan siang nanti mereka akan segera berangkat pulang. Dinda merasa gelisah karena harus berpisah dengan Nurmi yang selalu baik dengan diri nya.


kabar tentang Dinda akan di bawa pulang oleh keluarga nya hari ini, sudah merambat ke seluruh desa tak terkecuali ke rumah pak Rt.


Saat ini pak Rt dan bagas datang untuk menemui Dinda yang terakhir kali nya.


''Assalamamualaikum.'' Ucap pak Rt memebri salam saat sudah berada di depan rumah pak Asep.


''Waalaikumsalam.'' Jawab para bapak-bapak serentak, termasuk juga dengan Irfan yang masih duduk di sana melihat pak Asep terus mengelus elus motor baru nya.


''Motor baru pak Asep.'' Tanya Bagas.


''Iya nak Bagas.'' Jawab pak Asep sumbringah.


''Di mana Dinda pak, katanya Dibda hari ini akan pulang ya.'' Tanya Bagas lagi, yang mampu mengusik pendengaran Irfan karena dari sekian bayak orang di sana, Dinda lah yang di tanyakan oleh pemuda itu.


''Ada di dalam nak Bagas, lagi beres-beres kayak nya''


''Jadi ya pak Dinda pulang hari ini.'' Tanya Bagas lagi.


''Jadi, setelah makan siang kami akan berangkat.'' Irfan menimpali.


Irfan merasa cemburu karena Bagas menanyakan istri nya terus, Apalgi Dinda sudah setahun lebih tinggal di sini pasti nya pemuda itu sudah memendam rasa untuk Istri nya itu. Bagas tak lagi menjawab hanya diam saja seraya duduk di samping pak Rt.


Irfan segera bangun dari sana untuk menemui istrinnya di dalam.


''Sayang..'' Panggil Irfan


''Sayang....'' Irfan lebih mengeras kan panggilan nya agar di dengar oleh Bagas di luar.


''Iya Mas, ada apa ?''


''Udah siap beres-beres nya.?''


''Sudah Mas, barang-barang kubtidak banyak, barang-barang nya Al pun cuma sedikit.''


''Tidak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi di sana, apapun yang kamu inginkan akan tersedia di sana sayang.'' Irfan memeluk istri nya dari belakang.


''Mas....''


''Iya..''


''Jangan begitu Mas.''


''Kenapa ? Aku rindu.''


Dinda hanya diam saja memikir kan apakah dulu diri nya dan suami nya semesra ini.


''Mas...''


''Iya Sayang.'' Irfan membalikkan tubuh Dinda agar menghadap nya.


Drt.. Drt.... Suara ponsel nya Irfan yang merusak moment.


''Hisss mengganggu saja.'' Geram Irfan, lalu mengambil ponsel nya dan melihat nama Celine yang terterah di layar ponsel tersebut. Irfan tak menjawab tapi mengabaikan nya.


***


Di tempat lain, Celine sedang berada di perusahaan nya Irfan, karena sudah dua hari Celine tidak bertemu Irfan.


''Apa-apaan Irfan menolak panggilan ku. Sedang di mana dia sebenar nya.'' Gumam Celine.


''Kelvin ke mana Irfan pergi kemana.''


''Aku tidak tahu.'' Ketus Kelvin


''Hei kau, lihat saja suatu hari nanti kau akan ku tendang dari kantor ini.'' Geram Celine.


''Lalukan jika anda bisa Nona.'' Kelvin menantang, Selama ini Kelvin selalu bersikap ketus terhadap Celine, apalagi saat ini Kelvin sudah tau kalau Celine yang merencanakan pennculikan Dinda.


''Kau menantang ku.''


''Mungkin Saja Tuan Irfan sedang mempersiapkan kejutan besar untuk anda.'' Kelvin berkata sambil menunjukkan seringai nya dan berlalu pergi dari ruangan Irfan meninggalkan Celine sendiri di sana.


''Kejutan.'' Gumam Celine.


''Apa jangan-jangan Irfan sedang menyiapkan kejutan untuk melamar ku.'' Celine mencoba berpikr positif meski hati nya di gelisah.


Ting... Suara notifikasi ponsel nya Celine, pertanda ada pesan yang masuk tapi dari nomor yang selalu meneror nya. Buru-buru Celine membuka pesan tersebut.


''Nona tolong aku, aku hanya melakukan perintah mu.'' Begitulah isi pesan suara yang di kirim kan oleh nonor misterius tersebut


Hanya satu kalimat itu saja yang Celine terima, namun mampu membuat lutut Celine bergetar, Celine sangat ketakutan kalau-kalau perbuatan nya akan segera terbongkar dan Irfan akan membalaskan dendam.


''Brengsek, siapa yang sudah berani bermain-main dengan ku ?'' Kesal Celine saat menelfon nomor tersebut namun sudah tidak aktif lagi.


Celine keluar dari ruangan Irfan dengan perasaan kesal nya, sudah hampir tiga bulan diri nya di teror, semakin hari semakin gencar orang misterius itu meneror nya.


Sedang kan Kelvin hanya tertawa bahagia melihat wajah Celine yang bermuram durja.


''Siap-siap lah Nona, sebentar lagi akan ada kejutan yang menanti mu.'' Kelvin bergumam sendiri di lama ruangan nya,


Kelvin pun senang sekali karena hari ini Nona muda akan segera kembali lagi kemari, setelah setahun lebih menghilang.


Setelah dari kantor nya Irfan, Celine langsung pulang ke rumah nya, tidak berniat lagi ke kantor milik nya, karena pikiran nya sedang kacau balau, Celine memikirkan gimana cara nya diri nya menemukan orang yang sudah meneror nya.


''Apa jangan-jangan pembunuh itu yang meneror ku, karena ingin meminta uang lagi.'' Gumam Celine.


''Aku harus segera menemukan tempat nya, seperti nya aku harusmembayar orang lagi untuk mencari nya ,kalau tidak aku akan dalam bahaya.'' Sambung nya lagi.

__ADS_1


Celine tak jadi pulang ke rumah, tapi melajukan mobil nya ke suatu tempat, tempat tersebut adalah markas para mafia, Celine kenal dengan salah satu dari mereka.


Saat sampai di sana, Celine segera turun para penjaga di sana menghentikan nya, namun diri nya mengatakan ingin bertemu denga Bram. Penjaga tersebut pun mengizinkan nha masuk.


''Plok...plok...plok...'' Suara tepukan tangan yang nyaring terdengar di dalam ruanga. tersebut.


''Hei Nona Cantik, ada angin apa sehingga membawa mu kemari.'' Bram berseringai karena melihat Celine datang menemui nya.


Celine terus saja berjalan dengan anggun nya, tubuh seksi nya terus saja melenggak lenggok mendekat ke arah Bram yang sedang duduk di atas kursi.


''Ada yang harus ku bantu sayang.?'' Tanya Bram lagi.


''Tentu saja.'' Jawab Celine seraya duduk di pangkuan Bram.


''Hahah hahha hahah Aku suka cara mu sayang.'' Bram mengelus pipi mulus nya Celine.


''Kau tau kan, kalau kau datang kemari berarti kau siap barter dengan ku'' Bram semakin erat memeluk pinggang nya Celine.


''Aku tidak mengenal mu kemarin sore Bram.''


''Haa Haa Haa... Aku sangat suka berurusan dengan mu, katakan apa yang harus aku lakukan.''


Celine mengeluarkan ponsel nya dan melempar ke atas meja di depan mereka, di sana sudah ada foto lelaki yang di bayar untuk membunuh Dinda.


''Temukan dia'' Ucap Celine.


Bram mengeryitkan dahi nya saat melihat foto lelaki tersebut.


''Untuk apa Sayang, tapi kamu ingat kan kalaua aku tidak untuk membunuh orang''


''Aku tidak minta kau membunuh, aku hanya ingin kau menemukan nya dan memberi pelajaran, karena dia sudah berani bermain-main dengan ku dengan terus meneror ku.'' Jawab Celine seraya bangun dari pangkuan Bram.


''Baiklah sayang, tapi bagaimana dengan bayaran ku.''


''Tentukan saja hotel mana yang kau sukai, tapi uang akan aku transfer setelah kerjaan mu selesai.'' Jawab Celine seraya mengecup singkat bibir nya bram.


Bram hanya tersenyum melihat kepergian Celine dari markas nya.


Tbc ...


Jangan lupa tinggalkan jejek bestie


Dukung terus dengan cara Like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Dukungab kalian menjadi motivasi buat ku. 🫰


Saat ini Mama Rose dan yang lain nya sedang memasak makan siang untuk mereka tapi tidak dengan Dinda, karena Dinda sedang mengemas barang-barang nya dan setelah makan siang nanti mereka akan segera berangkat pulang. Dinda merasa gelisah karena harus berpisah dengan Nurmi yang selalu baik dengan diri nya.


kabar tentang Dinda akan di bawa pulang oleh keluarga nya hari ini, sudah merambat ke seluruh desa tak terkecuali ke rumah pak Rt.


Saat ini pak Rt dan bagas datang untuk menemui Dinda yang terakhir kali nya.


''Assalamamualaikum.'' Ucap pak Rt memebri salam saat sudah berada di depan rumah pak Asep.


''Waalaikumsalam.'' Jawab para bapak-bapak serentak, termasuk juga dengan Irfan yang masih duduk di sana melihat pak Asep terus mengelus elus motor baru nya.


''Motor baru pak Asep.'' Tanya Bagas.


''Iya nak Bagas.'' Jawab pak Asep sumbringah.


''Di mana Dinda pak, katanya Dibda hari ini akan pulang ya.'' Tanya Bagas lagi, yang mampu mengusik pendengaran Irfan karena dari sekian bayak orang di sana, Dinda lah yang di tanyakan oleh pemuda itu.


''Ada di dalam nak Bagas, lagi beres-beres kayak nya''


''Jadi ya pak Dinda pulang hari ini.'' Tanya Bagas lagi.


''Jadi, setelah makan siang kami akan berangkat.'' Irfan menimpali.


Irfan merasa cemburu karena Bagas menanyakan istri nya terus, Apalgi Dinda sudah setahun lebih tinggal di sini pasti nya pemuda itu sudah memendam rasa untuk Istri nya itu. Bagas tak lagi menjawab hanya diam saja seraya duduk di samping pak Rt.


Irfan segera bangun dari sana untuk menemui istrinnya di dalam.


''Sayang..'' Panggil Irfan


''Sayang....'' Irfan lebih mengeras kan panggilan nya agar di dengar oleh Bagas di luar.


''Iya Mas, ada apa ?''


''Udah siap beres-beres nya.?''


''Sudah Mas, barang-barang kubtidak banyak, barang-barang nya Al pun cuma sedikit.''


''Tidak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi di sana, apapun yang kamu inginkan akan tersedia di sana sayang.'' Irfan memeluk istri nya dari belakang.


''Mas....''


''Iya..''


''Jangan begitu Mas.''


''Kenapa ? Aku rindu.''


Dinda hanya diam saja memikir kan apakah dulu diri nya dan suami nya semesra ini.


''Mas...''

__ADS_1


''Iya Sayang.'' Irfan membalikkan tubuh Dinda agar menghadap nya.


Drt.. Drt.... Suara ponsel nya Irfan yang merusak moment.


''Hisss mengganggu saja.'' Geram Irfan, lalu mengambil ponsel nya dan melihat nama Celine yang terterah di layar ponsel tersebut. Irfan tak menjawab tapi mengabaikan nya.


***


Di tempat lain, Celine sedang berada di perusahaan nya Irfan, karena sudah dua hari Celine tidak bertemu Irfan.


''Apa-apaan Irfan menolak panggilan ku. Sedang di mana dia sebenar nya.'' Gumam Celine.


''Kelvin ke mana Irfan pergi kemana.''


''Aku tidak tahu.'' Ketus Kelvin


''Hei kau, lihat saja suatu hari nanti kau akan ku tendang dari kantor ini.'' Geram Celine.


''Lalukan jika anda bisa Nona.'' Kelvin menantang, Selama ini Kelvin selalu bersikap ketus terhadap Celine, apalagi saat ini Kelvin sudah tau kalau Celine yang merencanakan pennculikan Dinda.


''Kau menantang ku.''


''Mungkin Saja Tuan Irfan sedang mempersiapkan kejutan besar untuk anda.'' Kelvin berkata sambil menunjukkan seringai nya dan berlalu pergi dari ruangan Irfan meninggalkan Celine sendiri di sana.


''Kejutan.'' Gumam Celine.


''Apa jangan-jangan Irfan sedang menyiapkan kejutan untuk melamar ku.'' Celine mencoba berpikr positif meski hati nya di gelisah.


Ting... Suara notifikasi ponsel nya Celine, pertanda ada pesan yang masuk tapi dari nomor yang selalu meneror nya. Buru-buru Celine membuka pesan tersebut.


''Nona tolong aku, aku hanya melakukan perintah mu.'' Begitulah isi pesan suara yang di kirim kan oleh nonor misterius tersebut


Hanya satu kalimat itu saja yang Celine terima, namun mampu membuat lutut Celine bergetar, Celine sangat ketakutan kalau-kalau perbuatan nya akan segera terbongkar dan Irfan akan membalaskan dendam.


''Brengsek, siapa yang sudah berani bermain-main dengan ku ?'' Kesal Celine saat menelfon nomor tersebut namun sudah tidak aktif lagi.


Celine keluar dari ruangan Irfan dengan perasaan kesal nya, sudah hampir tiga bulan diri nya di teror, semakin hari semakin gencar orang misterius itu meneror nya.


Sedang kan Kelvin hanya tertawa bahagia melihat wajah Celine yang bermuram durja.


''Siap-siap lah Nona, sebentar lagi akan ada kejutan yang menanti mu.'' Kelvin bergumam sendiri di lama ruangan nya,


Kelvin pun senang sekali karena hari ini Nona muda akan segera kembali lagi kemari, setelah setahun lebih menghilang.


Setelah dari kantor nya Irfan, Celine langsung pulang ke rumah nya, tidak berniat lagi ke kantor milik nya, karena pikiran nya sedang kacau balau, Celine memikirkan gimana cara nya diri nya menemukan orang yang sudah meneror nya.


''Apa jangan-jangan pembunuh itu yang meneror ku, karena ingin meminta uang lagi.'' Gumam Celine.


''Aku harus segera menemukan tempat nya, seperti nya aku harusmembayar orang lagi untuk mencari nya ,kalau tidak aku akan dalam bahaya.'' Sambung nya lagi.


Celine tak jadi pulang ke rumah, tapi melajukan mobil nya ke suatu tempat, tempat tersebut adalah markas para mafia, Celine kenal dengan salah satu dari mereka.


Saat sampai di sana, Celine segera turun para penjaga di sana menghentikan nya, namun diri nya mengatakan ingin bertemu denga Bram. Penjaga tersebut pun mengizinkan nha masuk.


''Plok...plok...plok...'' Suara tepukan tangan yang nyaring terdengar di dalam ruanga. tersebut.


''Hei Nona Cantik, ada angin apa sehingga membawa mu kemari.'' Bram berseringai karena melihat Celine datang menemui nya.


Celine terus saja berjalan dengan anggun nya, tubuh seksi nya terus saja melenggak lenggok mendekat ke arah Bram yang sedang duduk di atas kursi.


''Ada yang harus ku bantu sayang.?'' Tanya Bram lagi.


''Tentu saja.'' Jawab Celine seraya duduk di pangkuan Bram.


''Hahah hahha hahah Aku suka cara mu sayang.'' Bram mengelus pipi mulus nya Celine.


''Kau tau kan, kalau kau datang kemari berarti kau siap barter dengan ku'' Bram semakin erat memeluk pinggang nya Celine.


''Aku tidak mengenal mu kemarin sore Bram.''


''Haa Haa Haa... Aku sangat suka berurusan dengan mu, katakan apa yang harus aku lakukan.''


Celine mengeluarkan ponsel nya dan melempar ke atas meja di depan mereka, di sana sudah ada foto lelaki yang di bayar untuk membunuh Dinda.


''Temukan dia'' Ucap Celine.


Bram mengeryitkan dahi nya saat melihat foto lelaki tersebut.


''Untuk apa Sayang, tapi kamu ingat kan kalaua aku tidak untuk membunuh orang''


''Aku tidak minta kau membunuh, aku hanya ingin kau menemukan nya dan memberi pelajaran, karena dia sudah berani bermain-main dengan ku dengan terus meneror ku.'' Jawab Celine seraya bangun dari pangkuan Bram.


''Baiklah sayang, tapi bagaimana dengan bayaran ku.''


''Tentukan saja hotel mana yang kau sukai, tapi uang akan aku transfer setelah kerjaan mu selesai.'' Jawab Celine seraya mengecup singkat bibir nya bram.


Bram hanya tersenyum melihat kepergian Celine dari markas nya.


Tbc ...


Jangan lupa tinggalkan jejek bestie


Dukung terus dengan cara Like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Dukungab kalian menjadi motivasi buat ku. 🫰

__ADS_1


__ADS_2