
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Dinda mengerjabkan mata nya, mendapati tangan dan kaki nya terikat dengan tali dan juga mulut nya yang tertutup, berteriak-teriak meminta tolong, tapi tak ada yang bisa mendengarkan nya.
Dua orang pria yang duduk di depan tak memperdulikan Dinda yang terus berteriak di belakang sambil memberontak untuk melepaskan tangan nya dari ikatan tersebut.
Dinda akhirnya diam karena sudah hampir kehabisan tenaga, karena berteriak tapi tak bisa mengeluarkan suara. Dinda berfikir sejenak dengan apa yang sudah terjadi, seingat nya dia tadi ada di Hotel bersama suami nya dan tiba-tiba saja kepala nya pusing lalu berjalan ke toilet, di sana lah dia di bekap oleh pria misterius tersebut.
***
Malam sudah mulai gelap, tapi tanda-tandq keberadaan Dinda belum juga di temukan, siapa yang sudah menculik Dinda, kenapa sulit sekali untuk di lacak, biasa nya anak buah Kelvin sangat cepat mendapatkan infor masi jika sudah di berikan tugas.
Irfan terlihat mondar mandir kesana kemari, Irfanbtak bisa tenang sebelum mendapatkan kabar tentang keberadaan Istri nya. Apalagi Dinda tak membawakan hp bersama nya semakin sulit untuk di lacak keberadaan nya.
Hari sudah mulai gelap, Mobil yang membawa Dinda sudah berjalan sangat jauh, bahkan sudah meninggalkan kota tempat di mana Dinda di culik tadi. Setelah melewati jalan yang berliku-liku juga perginungan, Dinda kembali di bius dan tak sadarkan diri.
Sesampai nya di sebuah tebing yang sangat terjal, mobil di hentikan dan mengeluarkan Dinda dari sana, lalu membuka ikatan di tangan dan kaki nya, beberapa saat kemudian saat melihat keadaan aman, mereka menggulingkan tubuh Dinda dari atas tebing tersebut.
Setelah tugas mereka selesai, mereka segera melaporkan pada Celine dan meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan tubuh Dinda sudah mengguling ke dalam jurang yang sangat dalam dan gelap dengan keadaan Dinda yang masih pingsan.
Malam sudah semakin larut, Irfan masih saja mondar mandir kesana kemari menghubungi siapa saja yang bisa dia minta bantuan untuk mencari Istri nya, begitu juga dengan kedua orang tua nya yang sudah di hubungi nya juga, memberi kabar kepada mereka bahwasanya Dinda di culik.
Mama Rose yang mendapat kan kabar bahwa Menantu kesayangan nya di culik, seperti di sambar oleh petir, hampir-hampir saja diri nya pinsan saat mendengar kabar dari sang Putra. Setelah mendapat kan kabar tersebut pasangan suami istri itu ingin menyusul Irfan ke sana dan membantu mencari Dinda, tapi di cegah oleh Irfan, Irfan berjanji akan membawa Dinda kembali.
***
Keesokan hari nya, saat mata hari sudah mulai menyinari indah nya semesta yang terhampar pepohonan dan pengunungan yang tinggi, Di sebuah pedesaan yang terpencil di lereng gunung, saat pagi hari sangat ramai para petani sayur yang berlalu lalang menuju ke kebun nya masing-masing.
Saat melewati lerwng gunung yang sedikit curam sepasang suami istri melihat seseorang yang tergeletak di pinggir jurang.
__ADS_1
''Buk...., Ibuk, Liat deh itu ada manyat'' Ucap Pak Asep seorang Petani sayur yang hendak ke kebun bersama Istri nya.
''Mana pak eee.'' Tanya sang Istri.
''Itu Buk, coba ibu liat kayak nya itu tubuh manusia.'' Tunjuk Pak Asep.
''Iya pak,''
''Tolong, tolong.... Ada manyat'' Ucap Pak asep meminta bantuan.
Dan datang lah beberapa warga yang sedang ada di sekitar tempat tersebut, karena mendengarkan teriakan pak asep.
''Ada apa pak ?'' Tanya salah satu warga.
''Itu kang, liat itu kayak nya ada manyat.''
''Coba periksa aja dulu Pak, siapa tau masih hidup'' Ucap Istri Pak Asep lagi
''Masih hidup ini pak.'' Ucap salah satu warga yang turun bersama pak Asep, saat memeriksa nadi masih berdenyut.
''Ayo kita bawa ke atas dulu'' Ucap pak Asep.
Lalu Dinda pun di gotong oleh beberapa warga yang turun untuk membantu nya.
Sesampai nya di atas, mereka melihat kondisi Dinda yang mengenaskan dan buru-buru membawa Dinda turun dari lereng gunung tersebut menggunakan sarung yang di kaitkan pada kayu, lalu menggotong nya bergantian. Sesampai nya di bawah, tubuh Dinda di bawa ke Puskesmas terdekat menggunakan mobil bak pengangkat sayur milik petani sekitar, Pak Asep dan Istri nya ikut mengantar kan Dinda ke Puskesmas tersebut. Sesampai di sana, Dinda langsung di periksa, suasana di luar pukesmas sedikit heboh karena warga penasaran melihat Dinda yang di kabarkan ada penemuan manyad di lereng gunung.
Saat pak Asep dan Istri nya menunggu depan UGD, tiba-tiba Polisi datang ke sana karena mendapat kabar dari salah satu warga yang di suruh sama Pak Asep untuk melapor.
__ADS_1
''Selamat pagi pak.'' Ucap Polisi tersebut.
''Pagi Pak Polisi'' Jawab Pak Asep
Lalu pak Asep dan Istri nya di introgasi sebentar oleh Polisi tersebut, Menanyakan benerapa halengenai penemuan Dinda tadi. Setelah urusan nya dengan Pak Asep selesai, sakarang Polisi tersebut berjalan menemui Dokter yang memeriksa keadaan Dinda, dan menanyakan apakah ada identitas yang di dapatkan dari tubuh Dinda.
Namun sayang sekali, tak ada satu indentitas pun yang di temukan di tubuh Dinda,
''Mengenai keadaan Pasien gimana Dok ?'' Tanya Polisi itu lagi.
''Pasien mengalami luka serius di kepala bagian belakang, dan darah nya sudah mengering, mungkin kejadian ini terjadi tadi malam pak'' Jawab Dokter tersebut. Polisi terus saja mencatat semua keterangan dari dokter.
''Ada Lagi Dok ?''
''pergelangan tangan sebelah kiri juga patah, dan Pasien harus kita rujuk ke Rumah Sakit lain, yang mempunyai fasilitas yang lengkap.''
''Baik lah, Kami akan membantu mengurus nya'' Jawab pak Polisi itu.
Setelah selesai mengenai informasi seputaran Dinda, Polisi tersebut menemui Pak Asep dan mengatakan bahwa Dinda akan di pindahkan ke rumah sakit di kota, apakah Pak Asep akan bersedia mendampingi Dinda di sana, Pak Asep dan Istri nya saling natap menatap, karena mereka tak punya banyak uang untuk biaya pengobatan orang yang tidak di kenali nya itu.
''Biaya pengobatan akan di tanggung oleh pihak kepolisian Buk.'' Ucap Polisi itu, karena tau akan kekhawatiran pasangan suami Istri tersebut.
''Kapan akan di pindahkan pak ?'' Tanya Buk Tuti Istri nya pak Asep
''Siang ini Buk.'' Jawab Polisi itu
''Kalau gitu, kami pulang sebentar pak, untuk mengambil beberapa pakaian saat di kota nanti.'' Jawab Buk tuti lagi.
__ADS_1
Lalu Pak Asep dan Istri nya segera mengendarai motor milik nya dan kembali ke rumah untuk mengambil beberapa keperluan saat di sana, dalam perjalanan tak ada sepatah kata pun yang terucap, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Tbc.....