Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 82


__ADS_3

Sampai rapat itu selesai, Kelvin dan Irfan tidak menyentuh minuman di sana sama sekali, yang membuat Celine kembali bermuka masam, karena usahanya untuk melenyap kan Irfan gagal lagi.


Celine mengamuk lagi, karena rencana nya gagal lagi dan gagal lagi, seprtinya dungaan nya benar, kalau Irfan sudah tau tentang kejahatan nya selama ini.


''Kurang Aj*r, sepertinya Irfan sudah antisipasi terhadap minuman yang aku sediankan hari ini.'' Celine kembali meradang di ruangan nya, para karyawan nya sekarang jadi takut terhadap Celine, emosi yang tak bisa di kontrol, kata-kata kasar yang selalu di lontar kan saat diri nya marah, membuat karyawan jadi katakutan dan malas berurusan dengan nya. Celine akhir-akhir ini sudah seperti orang gila.


''Bram pun sangat bodoh, mencari satu orang saja pun tidak becus, seperti nya aku tidak perlu lagi mencari pembunuh bayaran itu, karena dia juga sudah memberitahan kejahatan ku pada Irfan. Sekarang aku harus fokus saja untuk menghancur kan kebahagiaan Dinda dengan melenyap kan Irfan. Haa haa haa....'' Tawa Celine begitu mengerikan.


Suasana di kantor nya Celine kian hari kian mencekam dengan tingkah sang Ceo muda nya yang begitu mengerikan, membuat para karyawan yang mendengar tawa Celine dari luar ruangan jadi bergedik ngeri.


Nita sang Asisten pun kadang-kadang merasa bosan, karena setiap kekesalan sang atasan akan di lampiaskan terhadap diri nya.


***


Tiga hari sudah keluarga pak Asep berada di rumah nya tuan Mario, hari ini Dinda berniat ingin mengajak mereka semua jalan-jalan ke mall.


''Mas, jam brapa kita berangkat nya''


''Agak siang dikit ya, kitatunggun Kelvin dulu, biar pak Asep dan yang lain nya sam Kelvin saja, kamu sama mbak Nunun sama mas aja.''


''Oke deh kalau gitu. Dinda ksih tau sam yang lain dulu ya agar siap2''


''Iya sayang.''


Dinda keluar dari kamar ingin memberitahukan pada keluarga pak Asep untuk bersiap-siap, karena sebentar lagi mereka akan di ajak untuk berjalan-jalan ke mall.


Kelvin yang di tlfon oleh Irfan pun sangat bersemangat karena diri nya di tugaskan untuk mengantar keluarga Nurmi ke mall.


Kelvin segera bersiap-siap dan melesat ke rumah majikan nya itu, sampaibdi sana semua orang sudah menunggu.


Pak Asep, bu Tuti dan Nurmi segera masuk ke dalam mobil nya Kelvin, sedang kan Dinda,Al dan Mbak Nunun dengan Irfan.


Sepanjang perjalanan, Kelvin hanya diam saja, begitu juga dengan yang lain nya. Nurmi sibuk dengan sosial media nya, Nurmi mengupload beberapa foto selfi diri nya saat di depan mension keluarga nya Irfan.


Dan mengucap kan syukur karena Dinda berasal dari keluarga yang baik dan sangat menghargai perbedaan. Sehingga orang-orang di kampung sibuk mengomentari postingan tersebut, tak terkecuali Farah yang mengatai Nurmi suka pamer.


''Nak kelvin sudah lama ya kerja dengan nak Irfan.?'' Tanya pak Asep memecah keheningan.

__ADS_1


''Iya, pak. Saya sudah bekerja selama delapan tahun dengan tuan muda.'' Jawab Kelvin


''Sudah lama sekali ya''


Kelvin hanya tersenyum saja.


''Apa nak Kelvin sudah berkeluarga .?'' Tanya pak Asep kepo


''Belum pak.'' Kelvin seraya melirik Nurmi dari spion mobil nya, Namun Nurmi tak memperdulikan percakapan anatara dua orang yang duduk di depan itu.


Sesampai mereka di Mall yang di tuju, semua nya turun dari mobil dan masuk bersama termasuk Kelvin juga. Al di gendong oleh sang papa, sedangkan mbak Nunun hanya mendorong troli bayibyang kosong.


Tempat pertama yang mereka tuju adalah butik pakaiaan pria dan wanita, Irfan ingin membelanjakan keluarga angkat nya itu pakaian-pakaian baru.


''Nurmibpilih lah semua yang kamu suka.'' Ucap Dinda.


''Pilih baju kak.?''


''Iya, semua nya yang kamu mau boleh kamu ambil.'' Jawab Dinda


Pak Asep hanya duduk saja di sofa yang di sediakan di sana melihat istri dan anak nya yang sibuk memilih-milih barang, padaha Irfan juga sudah menyuruh pak Asep untuk ambil beberapa baju, namun pak Asep merasa segan.


Kelvin berjalan mendekati Nurmi.


''Nona Nurmi.'' Panggil Kelvin


Merasa nama nya di panggil, Nurmi pun menoleh dan benar, ternyata sudah ada Kelvin di samping nya.


''Iya Om, ada apa.?''


''Pak Asep biasa pakai celana nomor berapa ?'' Tanya Kelvin


Nurmi membulatkan mata nya saat Kelvin menanyakan nomor pinggang sang bapak, Nurmi sempat berfikiran yang tidak-tidak, lalu melirik Kelvin dari atas sampai bawah, begitu di ulang-ulang nya beberapa kali.


''Hei, Nona kenapa melihat saya seperti itu.?'' Kelvin jadi bergedik ngeri melihat tingkah laku nya Nurmi.


''Untuk apa Om mau tau nomor pinggang nya bapak ?'' Selidik Nurmi.

__ADS_1


''Saya mau memilih beberapa celana panjang untuk bapak, karena pak Asep tak mau mencoba jadi terpaksa saya harus bertanya pada mu.''


''Ooohh...... Itu.??, Nomor tiga puluh dua, Om.'' Jawab Nurmi akhir nya.


Kelvin berbalik dan meinggalkan Nurmi di sana, lalu memilih lagi beberapa celana untuk pak Asep.


Setelah semua nya selesai, hampir tiga jam mereka di dalam toko tersebut, sibuk memilih pakaian, sepatu dan juga tas. Tak terkecuali mbak Nunun juga ikut di belikan oleh majikan nya itu.


Sekarang tempat tujuan mereka selanjut nya adalah restaurant, karena perut mereka pasti sudah keroncongan.


''Tuan dan yang lain nya tunggu saja di dalam, saya akan simpan barang-barang dulu ke dalam mobil.'' Ucap Kelvin seraya menunjuk tas belanjaan yang mereka pegang.


''Ohh ya sudah,'' Jawab Irfan


''Biar bapak bantu'' Tawar pak asep, karena Kelvin pasti kualahan membawa barang yang begitu banyak.


''Biar Nurmi saja, bapak masuk aja sama yang lain.'' Sela Nurmi cepat


Kelvin dan Nurmi pun berjalan bersama untuk menyimpan barang-barang tersebut ke dalam mobil, Kelvin sesekali mencuri pandang melihat Nurmi yang berjalan santai di samping nya, Kelvin merasa aneh dengan jantung nya. Sepertinya Kelvin sedang jatuh cinta deh saat ini. Sedang kan Nurmi berjalan biasa saja tanpa merasa apapun.


Sesampai mereka di mobil, semua barang di masukkan ke dalam bagasi oleh Kelvin dan di bantu juga oleh Nurmi.


Saat kedua nya sama-sama meletakkan barang di tempat yang sama, tanpa sengaja kepala mereka terbentur.


''Aduhhh...'' Keluh Nurmi.


''Maff, maaf, Nona. Saya tidak sengaja.''


''Gak papa kok Om. Gak sakit juga.'' Nurmi tersenyum memperlihat gigi ginsul nya yang begitu manis jika di pandang, yang mampu membuat hati Kelvin kian meleleh.


Tbc.....


Jangan lupabtinggalkan jejak kalian bestie 👉


Dengan cara like komen subscribe dan vote


Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis 🫰

__ADS_1


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2