
Di sepanjang perjalanan pulang, Kelvin tak henti-hentinya tersenyum. Senyum Kelvin jika di perhatikan sudah sampai ke telinga nya lho. 😂
Tanpa sepengetahuan mereka, dari atas balkon tadi, Irfan sedang memperhatikan tingkah kedua nya di depan tadi. Sepertinya Irfan sudah menyadari jika ada benih cinta di hati sang asisten. Irfan tak mempermasalahkan hal itu, malah dirinya bersyukur akhirnya Kelvin bisa membuka hati nya untuk wanita.
***
Hari berlangsungnya pesta ulang tahun sudah semakin dekat, segala persiapan hampir sepenuh nya selesai, mulai dari dekorasi, undangan dan juga catering. Hari-Hari di kediaman tuan Mario semakin sibuk, semua ikut membantu untuk kesiapan acara tersebut, tak terkecuali pak Asep dan juga istrinya.
Hari ini di sana tinggal lah menunggu puncak acara tersebut, karena segala sesuatu nya sudah di siap kan, begitu juga dengan penjagaan. Mereka tak ingin lengah kali ini, semua yang pernah terjadi dulu jangan sampai terulang kembali.
***
Hari yang di tunggu-tunggu akhir nya sudah tiba, Dinda dan suami masih di dalam kamar, Dinda terlihat sangat cantik dan elegant dalam balutan dres panjang berwarna hitam, Irfan pun tak kalah tampan dengan pakaian rapi nya, memang lah mereka berdua pasangan yang sangat serasi.
Selesai dari bersiap-siap, kedua nya segera turun ke bawah, Dinda langsung ke kamar Mbak Nunun untuk mengecek kesiapan Aliando, apakah sang pewaris tahta tersebut sudah siap di hari penting nya ini.
''Mbak Nunun,'' Panggil Dinda seraya membuka pintu kamar tersebut.
''Iya Non.'' Jawab Mbak Nunun, yang sedang merapikan dasi kupu-kupu yang di pakaikan di leher Aliando.
''Ya ammpun, anak mama tampan sekali.'' Puji Dinda saat melihat ketampanan sang putra.
Mbak Nunun hanya tersenyum melihat interaksi antara ibu dan anak tersebut.
Di kamar Nurmi,
Nurmi sedang bersiap-siap mengenakan gaun yang di belikan oleh Dinda tempo hari, Buk Tutu yang melihat putri semata wayang nya begitu cantik malam ini pun sangat terkagum-kagum, Nurmi hanya menggunakan make up biasa saja, taidak ada riasan menor atau pun tebal, namun kecantikan nya tetap terpancar di wajah gadis remaja tersebut.
''Kamu cantik sekali malam ini, Nurmu.'' Ucap Buk Tuti.
''Ibuk bisa aja deh,'' Nurmi tersipu malu mendengar pujian sang ibu.
__ADS_1
Di luar pak Mario dan mama Rose sedang sibuk menyambut tamu yang mulai berdatangan satu persatu, semua yang datang adalah rekan bisnis mereka dan juga kerabat dekat.
Pesta di gelar begitu mewah dan megah, semua tamu yang datang terkagum-kagum melihat acara ulang tahun cucu sang penguasaha.
''Ulang tahun anak bayi saja semegah ini ya jeng.'' Ucap salah satu tamu yang sedang duduk di sana.
''Iya, sidah seperti pesta pernikahan saja.'' jawab tan nya.
''Eh ngomong-ngomong, dulu setelah calon istri nya tuan Irfan yang meninggal kecelakaan itu, Nuonya Rose tidak menggelar acara resepsi lagi deh buat Irfan dan istrinya yang sekarang.''
''Iya juga ya...'' (sekilas gosip para ibuk-ibuk sosialita.)
''Selamat malam bagi para hadirin dan sekalian para tamu undangan semua, terimakasih sudah hadir dalam acara yang begitu megah dan meriah malam ini, mari sama-sama kita sambut bintang acar malam ini, yaitu baby Aliando.....'' Suara Mc begitu menggema di tengah-tengah ramai nya para tamu undangan.
Suara tepuk tangan pun begitu meriah menyambut kedatangan Aliando dngan kedua orang tua nya memasuki tempat acara. Mc mempersilahkan keluarga kecil tersebut untuk naik ke atas panggung dan menyerahkan microfon pada Irfan agar menyampaikan sambutan terhadap para tamu undangan yang sudah hadir di sana.
Irfan pun Menyampaikan kata-kata sambutan dan terimakasih kepada semua tamu undangan yang telah hadir.
Di sudut ruangan, seorang pelayan sedang mendapatkan perintah dari seseorang untuk memasukkan sesuatu kedalam minuman Irfan, Dengan gemetaran pria tersebut membawakan mampan yang berisi dua gelas jus yang di peruntukkan untuk Irfan dan sang Istri.
Jony dari kejauhan melihat gelagat mencurigakan dari pelayan itupun segera menghampiri Irfan dan sang istri yang hendak menegak minuman tersebut.
''Permisi tuan muda.'' Ucap Jony dengan cepat, sebelum minuman tersebut masuk kedalam mulut keduanya.
''Iya Jony.'' Jawab Irfan
Jony membisikkan sesuatu kepada Irfan, sontak saja Irfan mengambil minuman yang yang di pegang oleh sang istri dan menyerahkan kepada Jony.
''Cari pelayan itu cepat.'' Perintah Irfan pada Jony.
''Ada apa mas. ?'' Tanya Dinda yang penasaran dengan perubahan sikap suami nya.
__ADS_1
''Tidak ada apa-apa sayang, kamu tenang saja ya.'' Irfan terpaksa harus membohongi sang istri agar Dinda tidak khawatir.
''Mas tinggal sebentar ya, mas ada sedikit urusan dengan Jony. Kamu duduk dekat mama ya, jangan berikan Aliando pada siapapun, ingatkan Mbak Nunun agar tidak melepaskan nya.''
''Baik mas.'' Dinda mengangguk sedikit khawatir, apa ada sesuatu maka nya Irfan memperingatkan hal itu.
Irfan meninggalkan Dinda di sana dan berjalan mengikuti Jony yang sudah mendahuluinya. Seraya berjalan Irfan memberi kode kepada Kelvin yang sedang duduk berhadapan dengan Nurmi agar mengikutinya. Kelvin yang sudah mengerti kode dari sang tuan nya pun segrlera bangun dan berpamitan sebentar pada Nurmi.
Sesampai mereka di dapur belakang, di sana sudah ada dua orang anak buah Jony yang sedang memegang kedua tangan pelayan tadi. Pelayan itupun sangat gemetaran melihat Irfan sudah berada di depan nya, dan di tambah Jony dengan perawakan yang sangat sangar, mampu membuat sang pelayan kencing di celana sebelum di tanya apapun oleh mereka.
''Maafkann saya tuan, saya tidak bermaksud malakukan itu, saya butuh uang, saya hanya menjalankan seperti yang di perintahkan agar mendapatkan uang.'' Pelayan tersebut mengaku sendiri atas perbuatan nya tanpa di tanyai dulu, karena berurusan dengan orang kaya pasti tidaklah mudah, jadi sebaiknya dia mengaku saja daripada babak belur dan berujung di dalam jeruji besi, walaupun akhirnya dia akan di jebloskan ke sana setidaknya dia tidak akan babak belur, apalagi melihat orang-orang di depan nya, pasti lah akan tamat riwayat nya jika mereka menghajar nya. (begitulah kira-kira pikir pelayan tersebut.)
''Katakan siapa yang menyuruh mu, dan apa yang kamu berikan dalam minuman ku.'' Ucap Irfan dengan dingin
''Sa.. saya tidak tau tuan, Saya tidak tau serbuk apa yang di masukkan ke dalam gelas itu, karena bukan saya yang mencampurkan nya, saya hanya bertugas mengantarkan saja.''
''Lalu siapa yang menyuruh mu.''
''Seorang wanita cantik, saya tidak tau nama nya. Tadi dia memberikan minuman itu kepada saya di pinggir kolam renang sana.'' Tunjuk sang pelayan.
''Kelvin cek cctv sekarang, lihat siapa perempuan itu.'' Perintah Irfan
''Baik tuan muda'', Kelvin segera melangkah kan kaki nya dengan cepat menuju ke ruang kontrol, sepertinya Kelvin sudah tau siapa dalang di balik kejadian ini, karena sudah mencurigai seseorang saat sang pelayan mengatakan jika yang memerintah kan nya adalah seorang wanita.
Tbc....
Mohon dukungan nya terus ya bestie
Jangan lupa like, come t dan subscribe
Terimakasih
__ADS_1
Salam sayang dari author Jhuwee dealova.
🫰🫰🫰