
Keesokan pagi nya, semua orang sudah sibuk dengan aktifitas nya masing-masing, begitu juga dengan Dinda yang sibuk mempersiap kan keperluan suami nya untuk berangkat ke kantor.
''Sayang,'' panggil Irfan
''Emmm...'' Dinda terus memasang dasi sang suami.
''Sayang...''
''Iya, ada apa Mas.?''
''Hari ini kamu mau kemana ?''
''Tidak ada, Dinda di rumah saja, kan ada ibuk sama bapak, gak enak kalau di tinggal, mereka kan baru hari pertama di sini.''
''Hhmmm, oke deh sudah''
Irfan mengangkat tubuh istrinya dan menduduk kan di atas meja rias yang ada di belakang Dinda itu. .
''Ehh eehh mas....''
Irfan mencium singkat bibir istrinya dan menurun kan nya kembali, kalau lama. Takut nya mereka akan berakhir tidak ikut sarapan bersama nanti nya 😁
Di ruang keluarga sudah ada pak Asep, bu Tuti dan Mama Rose yang sedang bercengkrama seraya bermain dengan Al sambil menunggu bik Asih dan yang lain menyiap kan sarapan untuk mereka.
Irfan dan Dinda turun dari lantai atas lngsung mencari semua nya di meja makan, namun yang ada di sana baru lah Tuan Mario yang baru saja datang.
''Pa.... Yang lain mana.'' Tanya Irfan
''Gak tau, papa juga baru keluar.''
''Nyonya dan yang lain nya ada di ruang keluarga tuan.'' Asih menimpali, Bik Asih sedang menata hidangan di atas meja makan tersebut.
Dinda keluar dari dapur dan memanggil semua nya untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan, semua nya sudah bubar, tuan Mario dan Irfan sudah berangkat ke kantor, Irfan berangkat dengan di jemput oleh Kelvin seperti biasa nya, namun hari ini ada yang sedikit berbeda dari Kelvin, Kelvin berharap dapat melihat gadis desa yang kemarin di jemput nya, namun sayang di sana hanya ada Irfan yang di antar kan oleh Dinda ke depan. Kendati demikian, Kelvin tidak memperlihat kan glagat diri nya di depan tuan dan nona nya itu.
__ADS_1
Sepeninggalan suami nya yang berangkat ke kantor, Dinda kembali masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan putra nya Al, sudah mandikah bayi tampan tersebut.
Pak Asep bosan karena tidak melakukan kegiatan apapun, karena kebiasaan sehari-hari nya selalu sibuk di ladang, jadi jika hanya berdiam diri saja pak Asep merasa badan nya tidak enak.
Pak Asep berjalan-jalan menyusuri mension besar tersebut seorang diri, sampai akhir nya pak Asep bertemu dengan mang ujang si tukang kebun di mension tersebut.
''Bapak tamu nya tuan Mario yang sampai tadi malam ya.'' Sapa mang Ujang.
''Iya pak, nama saya Asep.'' Pak Asep memperkenal kan diri nya.
''Ooh, Saya Ujang, biasa nya orang-orang manggil mang Ujang.'' Ujang seraya tersenyum ramah.
''Mang Ujang lagi ngapain .?''
''Lagi nyabutin rumput pak, rumput-rumput kecil ini harus di cabuti, karena halaman belakang ini akan di pakai untuk ulang tahun nya den Al.'' Jelas mang Ujang.
Pak Asep melihat hanya ada beberapa rumput saja di sana yang tumbuh di bawah bunga-bunga besar, karena lantai lain nya semua di lapisi marmer.
''Saya bantu ya pak.'' Tawar pak Asep.
''Ehh jangan-jangan, bapak kan tamu, masak iya sih tamu nyabuti rumput, ada-ada saja pak Asep ini lah.''
''Jangan pak, nanti di liat sama nyonya saya jadi gak enak''
''Kalau gak enak, di kasih kucing aja pak.'' Kedua nya pun tertawa. Pak Asep jadi bersemangat karena ada yang bisa di ajak bercanda, kalau sama tuan Mario mana berani. Pak Asep dan mang Ujang, kedua nya berbicara banyak hal di sana, mulai dari kampung halaman masing-masing sampai dengan keluarga mereka, mereka duduk mencabuti rumput-rumput kecil itu sampai siang hari, pak Asep tentu sudah terbiasa dengan rerumputan, karena kerjaan nya sehari-hari yaitu menanam sayur dan mencabut rumput.
Siang ini Dinda dan Nurmi ingin memasak makanan untuk makan siang mereka, yang tentu nya ada bik Asih juga di sana.
Dinda mengambil bahan-bahan dan juga sayur-sayuran segar yang di bawa dari kampung kemarin dan mengeluar kan nya dari kulkas untuk di olah oleh mereka, selama pulang dari kampung, Dinda sudah pandai memasak sekarang.
''Kak, kemarin kan Farah mintak ikut dengan kami.'' Ucap Nurmi tiba-tiba saat sedang memotong-motong sayuran.
Dinda menaut kan alis nya mendengar penuturan Nurmi barusan. ''Minta ikut ? Mau ngapain dia di sini, mau ngata-ngatai aku.'' Jawab Dinda.
''Itulah kak, gak tau malu banget dia kan, udah krjaan nya ribut aja sama kita, eh malah mintak ikut kemari pula dia.''
__ADS_1
''Kalian bilang apa saat dia minta ikut kemarin.''
''Nurmi bilang aja kalau dia tidak ada paspor, karena kakak tinggal nya di luar negri ha ha ha''
''Dia percaya gitu.''
''Iya, pas Nurmi ngomong gitu baru dia berhenti merengek sama bapak, kalau gak, bapak pasti gak tega kalau dia terus-terusan merengek minta ikut.''
''Kasian nya dia di bohongi.'' Dinda jadi prihatin.
''Biarin aja, siapa suruh jadi orang jahat banget.''
Suasana di dapur terasa hidup, karena gelak tawa antara kakak beradik itu dan sesekali bik Asih pun ikut menimpali candaan garing yang mereka buat.
***
Siang ini, Irfan akan ke kantor nya Celine, karena di sana ada rapat pemegang saham, Irfan adalah salah satu pemegang saham terbanyak dari perusahaan tersebut sekarang, bisa-bisa perusahaan tersebut akan jatuh ke dalam genggaman nya, karena saham nya Celine hanya tinggal Tiga puluh persen saja.
Celine sudah mengatur rencana, Di saat rapat itu di adakan nanti, Celine memerintah kan pada Ob nya untuk menaruh minuman yang di berikan oleh nya tepat di hadapan Irfan. Celine berniat ingin menghabisi Irfan agar perusahaan yang sudah di pertahan kan nya selama ini tidak jatuh begitu saja ke tangan nya Irfan.
Semua sudah berkumpul di ruang yang tertutup rapat, Di sana hanya ada Celine dan Mita, Irfan dan Kelvin , dan ada empat orang lain nya lagi.
Celine memperlihat kan seringai nya saat Ob tersebut meletakkan minuman di depan mereka satu persatu, namun seringai itu itak luput dari pandangan mata Kelvin, Kelvin langsung menaruh curiga saat melihat seringai licik dari perempuan yang ada di hadapan nya sekarang.
Saat Celine tidak memperhatikan, Kelvin membisik kan pada Irfan untuk tidak makan atau minum apapun yang di sedia kan di sana. Irfan pun segera mengerti maksud dari larangan Asisten nya tersebut, karena Celine perempuan yang licik, jadi mereka harus berhati-hati.
Sampai rapat itu selesai, Kelvin dan Irfan tidak menyentuh minuman di sana sama sekali, yang membuat Celine kembali bermuka masam, karena usahanya untuk melenyap kan Irfan gagal lagi.
Tbc.
Jangan lupa tinggal kan jajak kalian bestie 👉
Dengan cara like komen subscribe dan vote 👌
Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis 🫰
__ADS_1
Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘
Terimakasih 🙏