Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 75


__ADS_3

Keesokan hari nya, Celine kembali mengamuk di kantor, karena salah satu proyek kerja sama nya denga Irfan tiba-tiba di batal kan dengan alasan melanggar kontrak.


''Mita, kenapa mereka membatal kan kontrak secara sepihak tanpa peringatan pada pihak kita dulu.'' Tanya Celine pada Asisten nya.


''Saya tidak tahu Nona, karena mereka juga tidak menelfon ku terlebih dahulu.'' Jawab Muta dengar gemetar, karena setiap kali bos nya itu mengamuk, maka dirinya lah yang akan menjadi sasaran amukan nya.


''Sekarang cepat kamu ke kantor nya Irfan dan tanya kan apa alasan mereka membalkan kontrak kerja sama nya.''


''Baik Nona.'' Mita keluar dari sana sebelum ada benda yang akan melayang yang di sebabkan oleh bosnya itu.


''Apa Irfan sudah tau tentang semua yang aku lakukan dulu ya, tidak, tidak, dia tidak boleh tau.'' Gumam Celine.


Tok... Tok...Tok... Pintu ruangan Irfan de ketuk dari luar.


''Masuk'' Ucap sang pemilik ruangan tersebut.


''Tuan, ada nona Mita yang ingin bertemu dengan anda.'' Ucap Lusi sekretaris nya Irfan.


''Iya, silahkan masuk.'' Jawab Irfan tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar leptop.


''Selamat siang Tuan Irfan.'' Sapa Mita.


''Siang Nona Mita, silahkan duduk,''


Mita menarik kursi dan segera duduk di hadapan nya Irfan.


''Ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Irfan


''Begini Tuan Irfan, saya ingin menanyakan perihal pembatalan kontrak kerja sama antara perusahaan saya dengan perusahaan anda.


Irfan sudah menduga nika Celine akan mengirim orang untuk membicarakan hal ini.


''Kenapa tidak Nona Celine yang datang.?'' Irfan malah balik bertanya.

__ADS_1


''Nona Celine sedang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, Tuan.'' Bohong Mita, padahal bos nya saat ini tengah mengamuk, cuma tidak mau menampakkan batang hidung nya saja di depan Irfan.


''Ooh, sayang sekali. Seharus nya Nona Celine yang harus mendengar langsung jawaban dari pembatalan kontrak kerja sama ini.''


Mita hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Irfan.


''Sebenat nya, kerja sama ini tidak bisa kita lanjutkan lagi, karena perusahaan saya merasa tidak di untungkan sama sekali dari proyek ini, jadi terpaksa harus saya hentikan. Di kontrak pun sudah jelas tertulis jika salah satu dari dua perusahaan merasa di rugikan atau tidak di untung dari proyek yang sedang di kerjakan, maka perusahaan tersebut berhak untuk menghentikan nya. Bukan begitu Nona Mita.'' Jelas Irfan panjang kali lebar.


Mita hanya terdian saja, karena apa yang di katakan oleh Irfan memang benar ada nya, dalam surat kontrak, poin itu sudah tertera di sana.


''Mungkin ini baru satu dari sekian banyak proyek kerja sama yang sedang di lakukan oleh perusahaan saya, karena setelah ini saya akan merevisi langsung, proyek-proyek yang tidak dapat untung semua akan saya hentikan, bukan hanya dari perusahaan kalian saja, bahkan perusahaan lain juga.'' .


''Baik lah Nona Mita, jika tidak da lagi yang ingin di tanyakan, saya rasa waktu anda sudah cukup, saya juga sudah menjelaskan secara detil, jadi anda pasti sudah tau cara nya untuk menjelaskan pada bos anda. Saya juga masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan segera.'' Irfan mengusir Mita dari sana secara halus.


Mita tak berucap apapun lagi, Mita bangun dari duduk nya dan membungkuk sedikit tanda hormat terhadap Irfan, lalu keluar dari ruangan tersebut dengan lesu. karena saat pulang kembali ke kantor nya nanti, Celine asti akan meuapkan emosi nya terhadap asisten nya itu.


Sepulang nya Mita dari kantor Irfan tadi, Irfan langsung memanggil Kelvin untuk segera masuk ke sana.


''Anda butuh bantuan Nona.?'' Tanya Kelvin .


''Untuk apa Tuan.'' Kelvin tidak mengerti dengan tindakan tuan nya itu.


''Hancurkan dia perlahan, kalau tidak bisa dapat kan enam puluh persen dari saham nya, maka dia akan tamat di tangan kita.''


''Baik Tuan Muda.'' Kelvin seraya mengangguk.


***


Benar seperti dugaan Mita, bahwa Bos nya itu akan panas baran dan mengamuk terhadap diri nya, karena merasa tidak dapat di selesai kan masalah oleh Mita, maka Celine akan bertemu langsung Dengan Irfan.


Celine melajukan mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi, Celine langsung ke kantor nya Irfan.


Tok...Tok..Tok... Pintu ruangan Irfan kembali di keruk.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik ruangan, Celine langsung saja menerbos masuk ke dalam.


''Fan, apa-apaan . Kamu bilang perusahaan mu tidak dapat untuk dari proyek kerja sama kita, bukan nya selama ini kita sama-sama di untungkan.'' Celine marah-marah.


''Maaf Nona Celine, bersikap lah profesional.'' Irfan sedang menahan emosinya, emosi karena baru bertemu langsung setelah mengetahui jika perempuan yang ada di depan nya saat ini, dia lah otak di balik penculikan sang istri yang sangat di cintai nya.


''Tuan Irfan, tolong jelaskan kenapa anda melakukan ini.'' Celine mulai melunak.


''Maaf Nona Celine, saya sudah menjelaskan semua nya dan sedtil mungkin pada asisten anda, jadi saya tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan yang kedua kali nya, lagian saya banyak kerjaan yang harus saya kerjakan.''


''Tapi Tuan Irfan.''


''Maaf Nona Celine, pintu ada di sebelah sana.'' Irfan menunjuk ke arah pintu.


Celine membulat kan mata nya, tak percaya jika Irfan mengusir nya secara terang-terangan.


Walau tak menerima Irfan membatal kan kontrak, karena perusahaan Celine akan rugi ratusan milyar jika kontrak ini di batal kan, Tapi Celine terpaksa harus keluar dari sana sebelum Irfan memanggil security untuk menyeret nya keluar, Celine tidak ingin diri nya berakhir dengan di permalukan di depan umum, jadi dia keluar dengan sendiri nya walau dengan hati yang tidak puas.


Di sepanjang perjalanan pulang, Celine berpikir keras, apa penyebab pembatalan tersebut, karena sudah bertahun-tahun mereka menjalin kerja sama tapi tidak pernah terjadi hal seperti ini.


Di dalam ruangan nya, Irfan menonjok-nonjok Dindang, seandainnya Celiine adalah seorang lelaki pasti sudah di hajar oleh Irfan habis-habisan.


Irfan tak lagi melanjut kan pekerjaan nya, Irfan membereskan berkas-berkas dan keluar untuk pulang lebih awal, di sebabkan oleh hati nya yang panas dan pikiran yang kalut, Jadi Irfan memutuskan untuk pulang saja daripada bekerja tapi tidak dapat fokus yang ada malah semakin runyam jadi nya.


Sesampai nya di rumah, Irfan di sambut hangat oleh istri dan putra nya. Kedua nya dapat meredam amarah nya Irfan yang tadi sudah meledak-ledak.


Tbc....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih

__ADS_1


Salam sayang dari author Jhuwee dealova


Dukungan kalian sebagai motivasi buat author terus menulis.


__ADS_2