
Keesokan pagi nya Kelvin sudah menunggu kedatangan Tuan Mario di rumah tua yang di datangi nya tadi malam, Karena hari ini weekand jadi Kelvin tidak perlu ke kantor dulu.
Tuan Mario dibrumah nya sedang berbincang dengan Joni lewat telfon, tak sengaja Mama Rose mendengarkan pembicaraan mereka, Mama Rose sangat terkejut saat mendegarka ucapan suami nya yang mengatakan lokasi pembunuhan Dinda.
''Dinda di bunuh ?'' Mama Rose baru masuk ke dalam kamar, maksud hati ingin memanggil kan Suami nya untuk sarapan.
Tuan Mario berbalik badan saat mendengarkan suara Istri nya, Tuan Mario buru-buru berjalan dan menutup pintu, agar Irfan tidak mendengar pembicaraan nya di kamar.
''Mama tenang ya, papa lagi nyelidiki kasus nya Dinda.''
''Papa jawab Mama, apa benar Dinda sudah tidak ada ?'' Desak Mama Rose
Tuan Mario hanya mengangguk, melihat anggukan sang suami sudah cukup untuk sebuah jawaban bagi Mama Rose. Mama Rose menangis tersedu-sedu membayangkan nasib menantu nya yang ternyata sudah meninggal.
''Paa siapa yang ngelakuin ini semua.'' Nyonya Rose menggoyang-goyang kan lengan Suami nya.
''Papa udah tangkap pelaku nya Ma, dan hari ini papa ingin mengunjungi lokasi pembunuhan itu''
''Mama ikut pa'' Ucap Mama Rose cepat.
''Tidak, Mama gak boleh ikut, ini terlalu berbahaya, lokasi nya pun bukan di kota ini, papa akan berangkat kesana menggunakan helikopter.''
''Paa gimana sama Irfan, apa dia sudah tau tentang ini.''
''Belum Ma, sebaik nya untuk saat ini kita rahasiakan saja dulu sama dia, jika dia tau dia pasti akan menghajar orang itu sampai mati.''
''Biar kan saja, memang itu pantas di lakukan nya.'' Geram Mama Rose.
''Gak boleh itu terjadi Ma.''
''Kenapa gak boleh, apa Papa ingin melindungi pembunuh menantu kita.?''
''Gak gitu Ma, Pembunuhan ini ada dalamg di belakang nya, pria itu hanya pembunuh bayaran, jika dia mati, kita tidak bisa mengungkap kan siapa pelaku sebenar nya.'' Jelas Tuan Mario.
''Siapa yang tega ngelakuin ini pada Dinda, apa Dinda selama ini punya musuh tanpa kita metahui ya pa.?''
''Papa juga gak tau Ma, ya sudah, sekarang jangan nagis lagi ya, ayo kita sarapan, sebentar lagi Papa akan pergi.''
__ADS_1
Mama Rose mengusap air mata nya lalu keluar mengikuti suami nya dari belakang. Saat sampai di dapaur, rupanya sudah ada Irfan yang duduk di sana.
''Pagi Pa, Ma'' Sapa Irfan
''Pagi Nak.'' Jawab Mama Rose lalu duduk di samping Suami nya.
''Papa pagi-pagi sudah rapi, ini kan Weekand.'' Tanya Irfan.
''Papa mau main golf'' Bohong Tuan Mario
Mama Rose melirik atas Suami nya saat mendengar kan kebohongan nya.
''Kamu sendiri sudah sembu ? Pagi-pagi sudah rapi seperti orang yang ingin kencan saja.''
''Iya Pa, Irfan ada janji ingin keluar sama Celine.''
Tuan Mario menoleh atas Irfan saat mendengarkan Irfan mau keluar dengan Celine, kura-kira apa yang akan di lakukan Irfan saat mengetahui perempuan yang tengah dekat dengan nya itu lah otak di balik kepergian sang Istri. Tuan Mario memijit pangkal hidung nya, merasa sangat pusing dengan masalah yang serumit ini.
Setelah sarapan selesai kedua Ayah dan anak itu sama-sama keluar menuju ke tempat tujuan masing-masing.
Irfan menuju ke pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, karena sudah janjian dengan Celine untuk berjumpa di sana, sedang kan Tuan Mario menuju ke rumah tua yang beberapa hari ini selalu di kunjungi nya.
''Fannn...'' Celine melambaikan tangan nya.
Irfan hanya tersenyum seraya berjalan menuju ke tempat nya.
Celine tersenyum bahagia tatkala melihat kedatangan Irfan, karena baru kali ini Irfan mundi ajak nya keluar untuk jalan-jalan, bisa nya mereka hanya sekedar makan dan minum kopi saja di kafe. Namun hari ini Irfan mau menemani Celine berbelanja dan makan siang di restaurant favorit nya Celine.
Saat hendak pergi dari Restaurant tersebut, Irfan mendengarkan nama nya di panggil sontak saja Irfan segera menoleh ke asal suara. Ternya di sana sudah ada Dony yang berdiri di belakang nya bersama Laura.
Dony menghampiri Irfan karena melihat bukan Dinda yang bersama nya.
''Ohh rupanya seperti ini kelakuan mu di belakang Dinda selama ini.?'' Serkas Dony.
''Itu bukan urusan mu.'' Jawab Irfan dingin .
''Jelas itu urusan ku, karena Dinda adalah sahabat ku,''
__ADS_1
''Hei, kau jangan suka mencampuri urusan orang lain ya.'' Celine menunjuk ke arah Dony.
''Dasar wanita tidak tau diri, berani nya kau mengisik rumah tangga sahabat ku, dan kau Irfan, ku relakan Dinda dengan mu agar dia bahagia, tapi kau malah menghianati nya jika ku tau kau tidak bisa membahagiakan nya dari awal aku akan merebut nya kembalai.'' Irfan dan Celine sama-sama emosi mendengar ucapan Dony, tapi emosi mereka kalah jauh dari emosi nya Laura, seperti hati nya memanas saat mendengarkan Suami nya ingin merebut perempuan lain pas di depan mata nya.
''Apa Maksud mu Mas..,'' Laura membelikkan mata
''Hei kau, urus saja istri mu jangan mengurus hubungan orang lain.'' Bentak Celine
''Benar-benar wanita rendahan, bisa nya merebut suami orang.'' Sindir Dony lagi.
''Aku tak merebut Irfan, karena Dinda sudah mati.'' Celine keceplosan.
semua mata tertuju pada nya, semua menatap Celine dengan bertanya-tanya, Dony tak percaya dengan apa yang di katakan Celine barusan.
''Jaga bicara mu'' Bentak Dony
''memang kenyataan nya begitu, Dinda sudah mati selama setahun.'' Ucap Celine lagi, Celine tidak tahu kalau perkataan nya itu bisa jadi bumerang untuk hubungan nya yang baru saja akan di mulai dengan Irfan.
''JAGA UCAPAN MU CELINE.'' Bentak Irfan,
Irfan sangat emosi sekali karena Celine terus saja mengulang-ulang mengatakan Dinda sudah mati, rasa bersalah di hati Irfan mulai muncul lagi.
''Fan, jelas kan apa yang terjadi sebenar nya.'' Ucap Dony.
Irfan tak lagi perduli terhadap mereka, Irfan merasakan kepala nya hampir pecah lalu keluar dari Restaurant tersebut meninggalkan Celine dan yang lain nya di sana.
Dony melihat bingung kepergian Irfan, apa benar Dinda sudah tiada, tapi kenapa dia tidak tahu selama ini, kenapa tidak ada yang mengabari nya. Weny iya Weny, seperti nya Dony harus menanyakan hal ini pada Weny.
Sedangkan Celine yang di tinggal oleh Irfan begitu saja sangat merasa kesal, baru saja ingin bersenang-senang dengan keluar bersama Irfan tapi di rusak oleh lelaki yang tak di kenal nya dengan menuduh nya dan menanyakan Dinda.
Tbc....
Mohon dukungan nya teman-teman semua,
dengan cara Like, koment, subscrie dan vote ya
terimakasih,🙏🙏
__ADS_1
salam sayang dari author jhuwee dealova 😘😘