Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 40


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa saat, akhirnya Pak Asep, Bi Tuti dan Dinda tiba di kampung nya pak Asep, kampung terpencil yang terletak di lerng gunung. Rumah sederhana yang nampak bersih dan nyaman untuk di tinggali.


perkampungan terpencil ini nampak nya sangat padat penduduk, warga nya sangat ramai terlihat dari rumah yang berdekatan dan anak-anak sangat ramai bermain di lapangan bola kaki yang letak nya tak jauh dari rumah Pak Asep.


''Ayo nak, kita turun'' Ucap Bu tuti saat mereka sudah sampai di depan rumah.


Dinda langsung turun dengan di papah oleh Bu Tuti dan Pak Asep.


''Nak, tolong papah kakak mu, biar Bapak bawain tas nya ke dalam''


Nurmi yang dari tadi hanya bengong saja melihat Dinda, tersentak saat mendengar ucapan Bapak nya, lalu segera mengambil alih lengan Dinda dan memapah nya.


''Hati-hati Nak, tangan kakak sebelah kiri sakit itu'' peringat Bu Tuti, karena tangan Dinda sebelah kiri patah.


Nurmi hanya melihat saja, dalam hati Nurmi alangkah cantik nya wajah Dinda, dengan kulit nya yang sangat bersih, sepertinya kakak ini orang kaya, terlihat dari penampilan nya. Dalam hati Nurmi apakah orang kaya mau tinggal di rumah nya yang sederhana ini dan apakah Dinda juga mau berteman dengan nya yang terlihat dekil itu. Masih banyak lagi pikiran Nurmi menerka-nerka dalam hati nya.


Saat sudah masuk ke dalam, Dinda langsung di baringkan di kasur nya Nurmi, karena rumah ini hanya memiliki dua kamar satu nya milik Pak Asep dan Istri dan yang satu nya lagi kamar nya Nurmi. Mau tidak mau Nurmi harus berbagi kamar dengan tamu baru nya itu.


''Buk, kenapa dia tidak pulang ke rumah keluarga nya .?'' Tanya Nurmi saat sudah keluar dari kamar dan menemui Ibu nya di dapur.


''Dia itu hilang ingatan Nak, jadi dia tidak tau di mana keluarga nya''


''Oohh gitu ya buk ? Buk kayak nya kakak itu orang kaya deh buk'' Bisik Nurmi di telinga Bu Tuti.


Bu tuti yang mendengarkan penuturan putrinya pun mengerutkan alis nya, karena sudah dua hari menjaga Dinda tapi tidak terbesit dalam pikiran nya kalau Dinda adalah anak orang kaya, lantas dari mana anak nya bisa tau dan menyimpulkan jika Dinda berasal dari keluarga kaya.


''Kamu kok gomong gitu Nak? Kamu kenal dengan nya ?'' Tanya Bu Tuti.


''Gak sih Buk'' Nurmi menyengir kuda.


''Terus pikiran dari mana kalau dia anak orang kaya.?''


''Ibuk liat deh, kulit nya sangat putih, bersih dan mulus, kuku nya rapi dan bersih, rambut nya seperti rambut-rambut di iklan shampo, pasri tiap hari nya dia melakukan perawatan deh Buk.''


''Mmmmm Itu Ibuk tau, semoga aja dia cepat sembuh dan bisa kumpul sama keluarga nya lagi.'' Harap Buk Tuti.


''Iya Buk'' Nurmi pergi meninggalkan Ibu nya di dapur dan berjalan ke samping rumah untuk menjemur kain yang sudah di cuci nya tadi.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan makan siang, Bu Tuti memanggil anak dan suami nya untuk makan bersama,


''Bapak makan sama Nurmi aja ya, Ibuk mau bawain makanan ini ke kamar.''


''Buk, biar Nurmi aja, sekalian Nurmi mau kenalan sama kakak'' Ucap Nurmi


''Boleh juga nak, nah bawain ke kamar mu.''


Nurmi mengambil nampan yang berisikan makan siang untuk Dinda dan berjalan menuju kamar nya.


Tok....Tok.... ''Kak, aku masuk ya'' Ucap Nurmi dari luar.


Dinda yang mendengar suara Nurmi di luar pun segera duduk dan bersender di tempat tidur.


''Kak, ini makan siang nya, kakak makan ya.''


''Makasih ya,''


''Nama ku Nurmi kak, Nama kakak siapa ?''


''Dinda, iya kayak nya nama aku Dinda.'' Ucp Dinda tiba-tiba terlintas di ingatan jika nama nya Dinda.


Dinda tersenyum melihat Nurmi yang begitu senang.


''Semoga aja kak Dinda cepat sembuh, dan ingatan kakak juga cepat pulih kembali''


''Terimakasi Nurmi, keluarga kalian semua nya baik-baik, akusangat bersyukur bertemu dengan kalian'' Dinda menggenggam hangat tangan Nurmi.


Nurmi tersenyum bahagia melihat sikap Dinda yang begitu baik pada nya, selama ini Nurmi hanya sendirian karena dia anak tunggal jadi tak ada adik dan kakak.


''Kakak makan ya biar cepat sembuh.''


Dinda mengangguk dan mengambil makanan yang di buatkan oleh Bu Tuti lalu menyuapi diri nya sendiri. Dinda tak ingin mengecewakan keluarga Pak Asep yang sudah baik pada nya.


Sore hari nya, beberapa warga yang tau kalau Buk Tuti sudah kembali dari rumah sakit, mereka datang mengunjungi kediaman Pak Asep untuk melihat orang yang sudah mereka selamat kan dua hari yang lalu, desas desus di kampung itu kalau perempuan itu bunuh diri karena hamil di luar nikah, tapi Pak Asep sudah melapor kan pada RT setempak kalau Dinda akan tinggal di rumah nya sampai ingatan nya kembali pulih, pak RT pun menyetujui permintaan dari Pak Asep tersebut.


''Assalammualaikum'' Ucap beberap ibu-ibu di depan rumah Pak Asep.

__ADS_1


''Waalaikumsalam.'' Jawab Bu Tuti


''Ehh Ibu-Ibu, ayo masuk,''


''Iya buk Tuti, maksud kedatngan kami kemari, kami ingin menjenguk wanita yang ibuk selamatkan dua hari yang lalu.'' Ucap Buk Rt yang ikut dalam rombongan ibuk-ibuk itu.


''Ooohh gitu, sebentar ya, saya panggil Dinda dulu.'' Pamit Buk Tuti.


Buk Tuti masuk ke kamar Nurmi, di sana Dinda sedang mengobrol bersama Nurmi, hanya bercerita beberapa hal tentang kampung ini.


''Nak, di luar ada Ibuk-ibuk yang ingin melihat mu.'' Ucap Buk Tuti.


''Melihat kak Dinda buat apa Buk ?'' Sela Nurmi.


''Ibuk-ibuk mau menjenguk kakak mu, ada buk Rt juga di luar.''


''Ooohh, ayok kak Nurmi bantu'' Nurmi membantu memapah Dinda untuk keluar.


Saat Dinda sampai di luar, Ibuk-Ibuk yang datang menatap kagum dan prihatin atas keadaan Dinda.


''Gimana keadaan nya nak ?'' Tanya Buk Rt yang terlihat umur nya sudah setengah abat.


''Saya sudah mendingan buk'' Jawab Dinda sopan.


''Silahkan di minum Ibuk-ibuk'' Sela Buk Tutik yang membawakan nampan berisi beberapa gelas teh di sana.


''Ya ampun Buk Tutik Ini repot-repot aja deh.'' Jawab Buk Susi yang langsung menyambar gelas minuman dan meminum nya sampai tandas.


Semua Ibuk-Ibuk hanya tertawa melihat tingkah buk Susi, karena buk Susi memang begitu ada nya orang nya ceplas ceplos dan apa ada nya.


Setelah berbincang.bincang beberapa saat, akhirnya Ibuk-ibuk itu pamit untuk pulang, karena hari pun sudah hampir magrib. Sebelum pulang Buk Rt memberikan sedikit santunan untuk Dinda hasil dari patungan dari beberapa Ibuk-Ibuk yang datang ke sana.


''Apa ini ?'' Dinda bingung sendiri


''Di terima ya nak, semoga bisa sedikit membantu.'' Ucap Buk Rt.


''Terimakasih banyak Buk,'' Ucap Dinda terharu.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2