Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 74


__ADS_3

Irfan terlihat mengeraskan rahang nya, wajah nya begitu dingin, bahkan Kelvin tidak pernah melihat bos nya dalam keadaan semarah ini.


Kelvin menggedik kan bahunya merasa merinding dengan wajah sangar sang Bos.


''Katakan, apa saja yang di berikan oleh Celine sehingga kau sanggup melenyap kan istri ku.'' ''Nona Celine hanya memberi ku bayaran yang tinggi tuan, tidak ada yang lain lagi.'' Jawab lelaki itu gemetar.


Sebenar nya lelaki itu tidak perah takut selama ini, cuma karena sudah terlalu lama dirinya berada di sini, dan juga sangat merndukan keluarga nya, jadi dirinya ingin meminta agar di lepaskan jangan sampai diri nya mati sia-sia di sini.


''Berapa jumlah yang dia keluarkan untuk mengilangaka Dinda dari mula bumi ini ''


''Tiga milyar tuan.''


Arya sedikit terkejut, ternyata Celine sanggup mengeluarkan angka yang tidak sedikit agar Dinda jauh dari diri nya.


''Vin, coba kau telfon Celine dengan nomor yang selalu kau gunakan untuk meneror nya.''


''Baik Tuan Muda.'' Kelvin keluar sebentar, untuk mengambil ponsel yang selalu di sinpan di dalam mobil nya.


''Kau, bicara lah dengan nya dengan menakuti nya.'' Irfan meminta pembunuh itu untuk berbicara dengan Celine.


Tuuut... Tuut... Tut.. Suara sambungan terus berdering.


''Hei, bajing*n, siapa kau jangan cuma berani meneror ku, cepat katakan siapa diri mu.''. Celine terdengar emosi


''Apa kabar mu Nona.'' Jawab si pria bayaran tersebut.


''Ternyata dugaan ku memang benar, aku sudah menduga jika kau lah yang telah melakukan ini semua, apa mau mu hah''.


''Aku hanya ingin sedikit bermain-main saja dengan mu, Nona.''


''Bangs*t, kerjaan mu saja tidak becus sekarang kau berani bermain-main dengan ku''


''Tidak beres gimana maksud mu Nona, bahkan aku sudah menjalan kan tugas sesuai perintah mu, bukan.''


''Perempuan sialan itu sekarang sudah pulang lagi, aku membayar mu dengan mahal kerjaan mu tidak beres dan sekarang kau juga berani meneror ku juga.''


''Aku bekerja untuk uang Nona, jika keluarga perempuan itu sanggup membayar ku dengan harga yang lebih tinggi, maka aku akan mengatakan semua yang mereka ingin ketahui.''


''Jangan berani mengancam ku, jika kau melakukan ini karena uang, sekarang katakan berapa yang kau minta.''

__ADS_1


''Aku tidak tertarik lagi dengan uang mu Nona, kau tunggu dan lihat saja siapa yang akan ku temui setelah ini.''


''Bangs*t, bajing*n, berani-beranu nya kau bermain dengan ku, tunggu sampai Bram menemukan mu, akan ku habisi kau''


Celune mengumpat sejadi-jadi nya, Celine frustasi dengan ancaman pria itu, cepat atau lambat pasti irfan akan tau tentang perbuatan nya.


Kelvin mematikan kembali ponsel yang di gunakan tadi, dan menyimpan nya kembali.


Irfan pun segera keluar dari kamar itu, hati nya panas tatkala mengingat Celine telah membodohi dirinya selama ini.


''Awas saja kau Celine, akan ku balas perbuatan mu selama ini.'' Gumam Irfan


''Vin, batal kan satu persatu proyek kita dengan Celine, buat lah seolah-olah perusahaan nya membuat curang dengan proyek-proyek itu.''


''Baik Tuan muda'' Kelvin mengangguk paham


Irfan segera keluar dan pulang ke rumah nya dengan di antar kan oleh Kelvin.


***


Malam ini Celine datang menemu Bram di salah satu hotel yang sudah di sepakati oleh kedua nya, Celine ingin menceritakan pada Bram bahwa hari ini peneror nya telah menelfon tadi sore, siapa tau Bram bisa melacak tempat persembunyian pria tersebut.


Saat Celine masuk, Bram sudah menyambut nya dengan seringai di wajah nya.


''Akhirnya kau datang sayang.''


''Aku tak pernah mengingkari janji, kau tau kan.''


''Iya, aku sangay senang berurusan dengan mu, cantik.'' Bram mengelus pipi mulus nya Celine.


''Apa sudah ada kabar tentang apa yang aku minta, Bram ?'' Tanya Celine


''Sejauh ini belum ada perkembangan sayang, tapi aku tidak tau besok setelah kita memadu kasih malam ini''


''Selama ini kerjaan mu selalu bisa ku harap kan, tapi kali ini kau seperti lamban.'' Celine sedikit kesal.


''Tenang sayang, gimana aku mau bekerja kalau dp nya saja belum ku terima.'' Bram terus saja mengelilingk tubuh Celine yang berdiri di tengah kamar tersebut.


''Hari ini, pria itu menelfon ku dan mengancam ku secara langsung'' Jelas Celine.

__ADS_1


''Coba telfon dia lagi.'' Bram jadi serius.


Celine menautkan alis nya ''Untuk apa.?''


''Sudah, telfon saja.''


Celine mengambil ponsel nya dari dalam tas dan menelfon nomor yang meneror nya selama ini, namun nomor tersebut sudah tidak aktif lagi.


''Kenapa kau tidak memberitahu ku saat dia menelfon mu tadi.'' Geram Bram


''Memang nya kenapa ?''


''Jika nomor nya aktif, maka kita bisa melacak keberadaan nya, tapi jika nomor nya mati, kita tidak bisa melacak dari mana dia mebepon.''


Celine baru kepikiran tentang itu, sekarang Celine sangat menyesal karena baru tadi pria itu menelfon nya langsung, karena selama ini dia hanya mengirim pesan saja untuk Celine.


''Sudahbjangan di pikirkan lagi, besok kalau dia telfon lagi segera hubungi aku dan jangan matikan telfon dari nya. Kau dengar.?''


''Baiklah.'' Celine pun hanya mengangguk patuh saja dengan apa yang di katakan oleh Bram.


Selanjut nya Celine dan bram terus saja bermesraan seprti yang sudah di janjikan oleh kedua nya, kalau berurusan dengan Bram maka harus siap barter, jika lelaki yang ber urusan dengan nya maka harus mencari seorang wanita yang siap di barter dengan nya. Begitulah yang selalu di lakukan oleh Bram.


Sampai pagi hari, mereka masih berada di dalam kamar hotel tersebut, Bram tidak ingin menyia-nyiakan kan kesempatan untuk terus saja menikmati tubuh indah yang Celine miliki, karena sudah beberapa kali Celine meminta bantuan terhadap nya, hanya saja Bram tidak bersedia untuk membunuh orang, makanya saat mencoba membunuh Dinda, Celine harus mencari pembunuh bayaran yang bisa di andalkan nya, namun itu semua malah menjadi bumerang untuk diri nya sendiri, sekarang Celine tengah menerima akibat dari perbuatan nya itu, meski ini belum seberapa dari yang di rasakan oleh Dinda selama ini, tapi sudah mampu membuat Celine jadi ketar ketir sendiri.


Pagi hari nya, setelah urusan keduanya selesai, barulah kedua nya pergi dari hotel tersebut dengan mobil mereka masing-masing. Saat keluar dari hotel, mereka seperti orang yang tidak pernah kenal saja, satu ke timur dan satunya lagi ke arah barat.


Tbc...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie


Dukung karya aku terus ya


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


terimakasih🙏🙏


salam sayang dari author Jhuwee dealova😘😘


Dukungan kalian sebagai motivasi buat author terus menulis. 🫰

__ADS_1


__ADS_2