
Kedua nya terlihat sudah sedikit lebih akrap, tidak lagi kaku seperti biasa nya. Sampai di depan Mall mereka langsung turun, dan tempat pertama yang mereka kunjungi adalah restaurant untuk mengisi perut kedua nya yang lapar.
Saat sudah sampai di salah satu Restaurant di sana, keduanya langsung saja memesan makan siang mereka.
''Kak, siap makan. Kita akan ke mana lagi. ?'' Tanya Nurmi di sela-sela makan siang nya.
Kelvin berfikir sejenak. ''Menurut kamu, kemana kita akan pergi, aku juga bingung, karena Nona meminta ku untuk membawa mu jalan-jalan.''
''Kalau tidak ada tujuan yang jelas, ya sudah kita keliling-keliling saja.'' Jawab Nurmi akhir nya.
Kelvin hanya melirik dan tersenyum sembari melanjut kan mengunyah makanan di dalam mulut nya.
***
Di kediaman tuam Mario, orang-orang yang bertugas untuk membuat dekorasi tempat acara ulang tahun sang cucu pengusaha kaya raya tersebut sudah sangat sibuk ber lalu lalang untuk mengatur segala sesuatu nya, pasti nya dengan pengawasan Dinda, karena yang bertugas di sana adalah anak buah nya dengan Weny.
Dinda sibuk ke kasana kemari untuk mengatur ini dan itu, itu semua tidak luput dari pengawasan sang suami dari balkon kamar, Irfan terus saja memandangi sang istri dari atas sana.
''Terimakasih ya tuhan, engkau telah mengembalikan hati ku yang pernah hilang.'' Irfan mengucap syukur seraya terus memandangi sang istri tercinta.
Merasa sedikit lelah karena mondar mandir kesana kemari, Dinda akhir nya masuk untuk makan siang.
Di meja makan sudah ada semua anggota keluarga, termasuk pak Asep dan juga bu Tuti yang bergabung di sana.
''Nurmi di mana, gak ikut mkan siang ?'' Tanya Mama Rose.
''Nurmi pergi ke butik Ma.'' Jawab Dinda
''Butik.?'' Bingung mama Rose
''Iya, tadi Dinda minta Nurmi untuk memilih gaun di sana, Nurmi pergi sama Kelvin kok Ma.'' Jelas Dinda.
''Ooo..'' Jawab Mama Rose seraya menyeringai, seakan tau maksud dari sang menantu.
Mama Rose memang yang paling tau isi hati menantu nya.
***
__ADS_1
Selesai dari makan siang nya, Kelvin dan Nurmi berjalan-jalan menyusuri mall yang mereka kunjungo karena tidak tau harus ke mana, sampai akhir nya Kelvin mengusul kan untuk menonton saja,karena setahu Kelvin,biasa nya orang-orang kalau kencan kalau bukan makan ya nonton, walaupun dirinya dan Nurmi belum ke tahap tersebut. Setidak nya Kelvin dapat bersantai sebentar menikmati hari libur nya bersama wanita yang di taksir nya, tidak terus-terusan di sibuk kan dengan pekerjaan kantor dan mengekor kemana pun Irfan pergi.
''Gimana kalau kita nonton saja ?'' Tawar Kelvin.
Nurmi melirik dan langsung mengangguk, tawaran Kelvin ada bagus nya. Apalagi selama ini Nurmi belum pernah nonton di bioskop.
''Kamu suka film apa'' Tanya Kelvin lagi.
''Hmmmm, asal jangan film horor aja kak. Yang lain semua oke.'' Jawab Nurmi dengan senyum.
Sesudah membeli tiket dan beberapa cemilan, mereka mengantri untuk masuk. Di sela-sela antrian, Nurmi sempat-sempat nya mengambil gambar selfi diri nya dan juga Kelvin yang berada di belakang. Nurmi dengan senyum manis nya yang memperlihat kan gigi ginsul nya yang tak bosan jika di pandang dan Kelvin dengan gaya sok cool nya yang dadakan karena tak ada aba-aba dari gadis pujaan hati nya itu.
Beberapa saat kemudian, foto tersebut sudah berada di akun instagram milik Nurmi, Nurmi mengupload nya tanpa minta Izin ke Kelvin.
Para kawan-kawan nya di kampung merasa iri terhadap Nurmi, karena selama di kota,Nurmi sangat aktif memperlihat kan kegiatan nya di media sosial. Membuat siapa saja yang melihat menjadi iri, karena dari gadis desa sekarang Nurmi menjadi tampil cantik dan berbeda selama diri nya menyusul Dinda ke kota. Tak terkecuali dengan Farah.
Farah sangat meradang setiap kali melihat sepupunya itu hidup enak di kota, jalan-jala. dan juga makan makanan yang hanya pernah di lihat nya di acara makan-makan di televisi saja.
''Dasar tukang pamer.'' Celoteh Farah saat melihat akun instagram milik sepupu nya tersebut.
''Siapa yang tukang pamer. Farah ?'' Tanya Mak Leha saat mendengar Farah mendumel.
''Mana-mana... Coba ibuk lihat.'' Mak Leha yang ikut kepo dengan apa yang di katakan oleh anak nya.
Farah menunjukkan layar ponsel milik nya dengan malas kepada Mak Leha.
''Waaahhh.... Pak lek mu pasti seneng banget di kota ya.''
''Ya iya lah, Maka nya Farah mintak ikut tapi gak di kasih.''
''Coba aja kalau kamu gak jahat sama Dinda dulu nya, pasti kamu di ijinin ikut sama pak lek mu.'' Cetus Mak Leha.
''Loh Ibuk kok belain si Dinda sih.'' Kesal Farah yang langsung menyambar hanfon di tangan Mak Leha dan pergi meninggal kan nya sendirian di sana.
''Maka nya jadi orang jangan suka jahat sama orang lain.'' Mak Leha berteriak agar Farah yang kesal keluar rumah dapat mendengar nya.
Farah semakin kesal di buat nya, berjalan meninggal kan rumah nya dengan menghentak-hentak kan kaki nya.
__ADS_1
***
Sore hari nya.
Sesudah dari Mall, Kelvin mengantar kan Nurmi untuk segera pulang, walaupun Kelvin keluar atas perintah sang atasan, namun diri nya tidak berani membawa pulang anak gadis orang terlalu lama.
''Makasih ya kak.'' Ucap Nurmi saat menerima paper bag yang di berikan Kelvin.
''Nurmi.'' Panggil Kelvin saat Nurmi hendak melangkah meninggal kan nya
''Iya.'' Nurmi kembali menoleh.
''Aku boleh memintak kontak ponsel mu.'' Tanya Kelvin dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, Kelvin merasa gugup dan bercampur malu.
Nurmi hanya tersenyum seraya mengadah tangan nya pertanda meminta ponsel nya Kelvin agar di isikan kontak milik diri nya.
Kelvin segera menyerahkan ponsel milik nya pada Nurmi, dalam hati Kelvin bersorak gembira karena tak sia-sia diri nya memberani kan diri nya.
Bak gayung di sambut, Nurmi segera mengisi kontak hanfon nya di ponsel milik Kelvin lalu menyerah kan nya kembali.
''Nah kak, udah Nurmi save ya.'' Nurmi mengebalikan ponsel milik Kelvin
''Terimakasih.'' Ucap Kelvin seraya memasukkan ponsel tersebut ke dalam saku celana nya.
''Nurmi masuk ya.'' Nurmi tersenyum seraya berbalik dan masuk ke dalam rumah.
Kelvin yang terus berdebar pun segera masuk ke dalam mobil dan meninggal kan mesion megah tersebut tanpa bertemu dengan sang atasan terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan pulang, Mulut Kelvin tak henti-henti nya tersenyum, karena sangking senang nya hari ini. Senyum Kelvin jika di perhatikan sudah sampai ke telinga nya lho. 😂
Tanpa sepengetahuan mereka, dari balkon atas Irfan sedang memperhatikan tingkah kedua nya di depan tadi.
Tbc....
Simak terus ya bestie
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian dengan cara Like,komen dan subscribe
terimakasih.
__ADS_1
🫰🫰🫰