Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 60


__ADS_3

Setelah semua nya keluar, sekarang tinggal lah Irfan dan Dinda di dalam kamar, Irfan terus saja menatap wajah Dinda dengan penuh kebahagiaan, karena yang sudah di anggap nya hilang selama ini ternyata sudah di temukan kembali.


''Sayang.'' Panggil Irfan


Dinda menganggakat kepala nya menatap Irfan.


''Apa kamu tidak mengingat ku sama sekali ?'' Tanya Irfan lagi


Dinda menggeleng kan kepala nya, karena Dinda tidak ingat apa hubungan nya dengan Irfan walau Irfan sering muncul di dalam mimpi nya.


''Maaf kan aku, kalau saja aku tidak membiar kan mu ke toilet sendirian, pasti kamu tidak di culik saat itu.'' Lirih Irfan.


''Di culik ?'' Dinda terkejut mendengar bahwa diri nya di culik.


Bayang-bayang diri nya de bekap di kamar mandi pun samar-samar muncul yang membuat kepala Dinda kembali berdenyut..


''Aaawww...'' Dinda memegang kepala nya.


''Sayang, sakit lagi ya, jangan di paksa untuk mengingat semua nya,'' Irfan mendekap Dinda dalam pelukan nya. Dinda merasa kehangatan dalam pelukan suami nya yang sepertinya selalu di rindukan selama ini.


''Apakah selama di sini kamu sudah menikah lagi.'' Irfan menanyak pertanyaan yang dari tadi mengganjal di hati nya. Dinda menggeleng seraya mendongak menatap wajah tampan sang suami.


''Bayi di luar tadi.?'' Irfan menjadi bingung kenapa tiba-tiba istri nya punya anak kalau tidak menikah lagi.


''waktu pak Asep menemukan ku dan membawa ku ke rumah sakit, dokter memberitahukan kalau aku sedang hamil dua bulan pada saat itu.''


Irfan yang mendengar penjelasan Dinda hati nua merasa tak karuan, antara senang haru dan semakin bersalah karena tak mampu menjaga istri dan calon anak nya.


''Jadi itu anak kita sayang.?''


''Kalau kamu adalah suami ku, bararti itu anak mu.'' Jawab Dinda.


''Akulah suami mu, siapa lagi kalau bukan aku, kamu tidak mengingat ku tapi kamu bisa mengingat mama.'' Irfan lirih


''Maaf.''

__ADS_1


''Aku yang harus minta maaf sayang, aku tidak bisa menjaga mu dengan baik, bahkan aku tidak bisa menemukan mu saat kamu sudah hilang dari ku. Seandai nya saja, aku tidak membawa mu untuk menghadiri acara waktu itu, pasti semua ini tidak akan terjadi, aku minta maaf karena tidak bersama mu di saat-saat tersulit mu, pasti sangat sulit bagi mu mengandung anak kita tanpa ada aku di samping mu.'' Irfan terisak saat mengingat istri nya pasti sangat kesusahan saat mengandung buah hati nya.


Irfan membayang kan Dinda melewati masa-masa kehamilan nya seorang diri, biasa nya orang hamil pasti lebih manja dengan suami nya, belum lagi orang hamil yang selalu mengidam, apa di kampung ini setiap yang di ngidam kan sang istri bisa di dapat kan. Irfan frustasi jika mengingat itu semua.


''Mas, banyak hal yang ingin aku ketahui tentang masa lalu ku.'' Ucap Dinda lirih.


''Tentang apa yang ingin kamu ingat sayang, aku akan ceritakan semua nya.''


''Semua nya Mas.''


''Kalau semua nya, kita harus pulang ke rumah dulu, di sana nanti akan Mas ceritain semua nya.''


Dinda hanya diam saja, mengingat diri nya akan pulang dan meninggal kan keluarga Pak Asep yang selama ini selalu baik dengan nya.


Tok....Tok.... ''Kak, makan malam dulu'' Panggil Nurmi dari luar.


''Iya, Bentar lagi kakak keluar.'' Dinda pun bngun hendak keluar dari kamar namun tangan nya di tarik kembali oleh Irfan dan membuat nya terduduk atas pangkuan sang suami.


''Aww. Mas jangan begitu'' Dinda ingin cepat-cepat bangun karena malu.


Dinda malu dan cepat-cepat bangkit segera melesat keluar karena salah tingkah. Sedang kan Irfan hanya terkekeh melihat tingkah lucu istri nya yang selalu di rindukan nya.


''Kakak kenapa ?'' Tanya Nurmi saat melihat Dinda keluar dengan wajah yang memerah.


''kenapa ?'' Dinda balik bertanya.


''Apa kakak sakit lagi .?'' Nurmi meletakkan tangan nya di kening Dinda.


''Ada apa ?'' Tanya Irfan saat melihat Dinda dan Nurmi masih di depan pintu kamar.


''Tidak ada.'' Dinda buru-buru melesat ke dapur untuk membantu Buk Tuti menyiapkan makan malam mereka, Dinda menghindari Irfan karena merasa malu.


''Maaf Pak, Buk, makanan nya tidak enak, di kampung hanya ada lauk seadannya saja.'' Ucap Pak Asep.


''Kaminyang harus nya mintak maaf, karena sudah merepot kan keluarga bapak dengan datang kemari.'' Jawab Tuan Mario.

__ADS_1


''Tidak sama sekali Pak.'' Buk Tuti yang menimpali.


Irfan pun tak kalah lahap makan dengan sambal terasi yang di sediakan oleh buk Tuti walau sesekali mata nya memperhatikan Dinda yang duduk jauh dari nya yaitu di samping Buk Tuti dan Nurmi.


Semua makan dengan lahap, mereka duduk lesehan di bawah dengan di gelar tikar saja oleh Buk Tuti, karena kursi meja makan mereka tidak muat untuk mereka semua.


Hidangan yang di buat dadakan oleh buk Tuti adalah lalapan dengan sambal terasi, ikan patin yang di buat sambal ijo da, ikan asin goreng dan kari ayam kampung, yang kebetulan masih ada ayam kampung di dalam kulkas.Jadi semua itu di olah saja oleh buk Tuti dan Nurmi secara mendadak.


Sedang kan Mama Rose dari tadi hanya duduk di ruang tamu bersama Suami nya untuk mendengar kan cerita lengkap tentang penemuan Dinda satu tahun yang lalu oleh pak Asep.


Mama Rose sesekali mengusap air mata nya seraya terus saja mencium cucu nya yang ada dalam pangkuan nya. Mama Rose tak menyangka jika menantu nya harus menanggung beban seorang diri selama ini.


Setelah makan malam yang seadanya itu selesai, mereka semua duduk berkumpul di ruang tamu, kecuali Nurmi dan Dinda, mereka berdua saat ini sedang membereskan piring-piring kotor di belakang.


''Pak Asep, kami sangat berterimakasih karena selama ini sudah menerima dan mengurus Dinda di sini.'' Tuan Mario membuka obrolan


''Kaminsudah menganggap nak Dinda seperti anak kami.'' Jawab Pak Asep.


''Kami sangat bersyukur Dinda bertemu dengan keluarga pak Asep, kalau bukan keluarga kalian yang menemukan nya entah kah mereka mau menerima Dinda atau tidak, apalagi dengan keadaan nya yang sedang hamil pada saat itu, pasti sangat sulit bagi kalian menghadapi ocehan orang-orang kampung.''


''Kami akan tetap melindungi Dinda semampu kami''


Irfan hanya diam saja mendengar pembicaraan orang tua nya denga pak Asep, Irfan terus saja bermain dengan Aliando sang putra yang wajah nya sangat mirip dengan nya.


Tbc....


Dukung terus ya bestie


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote.


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealove 😘


Dukungan kalian sangat berarti buat ku.

__ADS_1


__ADS_2