
Semakin ke sana jantung ketiga nya semakin berdegup kencang, ketiga nya deg degan karena baru pertama kali menginjak kan kaki di rumah orang kaya, walaupun ini adalah rumah keluarga nya Dinda yang sudah di anggap anak oleh mereka, tapi tetap saja mereka berbeda kasta. Begitulah pikiran pak Asep...
Kelvin berjalan di depan dan membuka kan pintu, mempersilah kan ketiga nya untuk masuk. Kelvin memberi sendal rumah untuk ketiga nya
Pak Asep dan keluarga pun membuka alas kaki mereka dan memakai sendal rumah yang di sediakan di sana.
''Ayo sebelah sini, pak Buk.'' Kelvin mengarahkan ketiga nya dengan ramah. Kendati demikian tak sekalipun Nurmi membalas tatapan nya yang dari tadi terus mencuri-curi pandang terhadap gadis desa tersebut.
Kelvin menuntun mereka bertiga menuju ke ruang keluarga di mana semua keluarga tuan Mario sedang berkumpul menunggu kedatangan tamu mereka.
''Assalammualaikum'' Ucap pak Asep saat sudah melihat ada manusia, karena dari tadi mereka masuk ke dalam rumah besar tersebut, tak ada satu manusia pun yang mereka tamui.
''Waalaikum salam...'' Jawab Tuan Mario seraya berdiri menyambut tamu nya.
Pak Asep dan yang lain berjabat tangan dan berpelukan dengan semua nya, tak terkecuali Nurmi yang terus memeluk Dinda, karena sangat merindukan nya. Begitu juga Dengan Dinda yang merindukan mereka semua.
Baru mereka duduk sebentar, tiba-tiba datang lah dua orang yang membawakan barang bawaan pak Asep masuk ke dalam.
''Pak, itu apa.? Kok banyak sekali.'' Celetuk Dinda saat melihat begutu banyak barang yang di taruh di sana.
''Itu oleh-oleh dari kampung nak, bapak yang sibuk bawakan semua itu, padahal di sini semua sudah ada kan.'' Jawab Buk Tuti, takut nya mereka tidak menerima.
''Ada sih buk, tapi kan tidak sama dengan yang di bawa dari kampung, yang ibuk bawa pasti masih segar-segar karena baru di petik'' Irfan menimpali.
''Iya nak Irfan.'' Jawab pak Asep dengan tersenyum.
''Ya sudah, biar bik Asih yang akan atur semua nya di kulkas, besok baru kita masak. sekarang lebih baik kita makan dulu, kalian pasti sudah lapar kan.'' Ucap Mama Rose
''Kak, Al di mana.?'' Tanya Nurmi sebelum ke dapur, karena dari tadi tidak melihat keponakan nya itu.
''Al ada di kamar nya dengan mbak Nunun.''
''Oohh..'' Nurmi mengangguk paham.
''Vin, ayo makan dulu.''Irfan mengajak serta asisten kesayangan nya itu.
Sesampai mereka di meja makan, Buk Tuti dan Nurmi menatap takjub, begitu banyan hidangan mewah yang di siap kan di sana, yang membuat perut mereka berkali-kali lipat tambah lapar.
__ADS_1
''Silahkan Duduk semua nya.'' Tuan Mario mempersilahkan.
Sekian lama kursi meja makan itu berdiri di sana, baru kali ini lah kursi itu di isi penuh oleh orang-orang, biasa nya hanya empat kursi yang di gunakan, bahkan kadang-kadang cuma mama Rose dan tuan Mario saja yang duduk jika Dinda dan Irfan sedang makan di luar.
Suasana ramai sekali malam ini di meja makan, seaekali mereka bercanda di sana, Dinda dan Irfan pun ikut makan menggunakan tangan mereka, agar pak Asep dan bu Tuti tidak merasa canggung, karena mereka tidak terbiasa makan menggunakan sendok dan garpu. Sedang kan Kelvin hanya diam saja, karena dirinya belum kenal dengan keluarga itu, walaupun gadis yang berhadapan dengan nya saat ini mampu mendebar kan hati nya yang selama ini membeku terhadap perempuan. Namun Nurmi tak menyadari sedikit pun kalau dari tadi Kelvin selalu mencuri pandang terhadap nya. Bahkan Nurmi tidak sekalipun memandang nya, Nurmi beranggapan Om-Om yang di hadapan nya itu pasti sudah punya istri sama seperti Irfan.
Setelah selesai makan malam, Kelvin pun pamit untuk pulang, Dinda menunjukkan kamar untuk Nurmi sedang kan kamar nya buk Tuti di tunjuk kan oleh mama Rose.
''Kak, aku mau liat Al dulu yuk.'' Ajak Nurmi
Dinda pun berbelok ke arah kamar nya Al, di sana sudah ada Mbak Nunun yang sedang memberi susu untuk Al.
''Nona.'' Panggil mbak Nunun saat melihat Dinda masuk.
''Mbak Nunun, kenalin ini Nurmi, adik saya. Dia baru datang dari kampung.''
Mbak Nunun memperkenal kan diri nya pada Nurmi, Nurmi pun berkenalan denga riang.
''Ya ampunnn, keponakan nya tante sudah besar dia.'' Nurmi gemas terhadap keponakan nya itu. Nurmi segera menggendong dan cium bayi munyil yang selama ini di rindukan nya.
Setelah puas bermain dengan keponakan nya itu, barulah Nurmi kembali di antar je kamar oleh Dinda.
''Ini rumah orang tua nya mas Irfan.''
''Mas Irfan cuma sendiri ya kak, gak punya adik gutu.?''
''Gak ada, Mas Irfan anak tunggal.''
''Hmmmm, baru rencana mau daftar jadi adik ipar nya.'' Nurmi buat-buat cemberut.
''Ha ha ha, kamu ini ada-ada saja. Sudah istirahat sana, pasti kamu sangat lelah, besok kita sambung cerita lagi.''
''Iya deh.'' Nurmi masuk ke dalam kamar yang begitu mewah, ukuran kamar tamu saja sebesar rumah nya yang di kampung sana.
Di kamar pak Asep, pak Asep dan buk Tuti saat ini sedang kedinginan karena suhu ac yang ada di kamar tersebut terlalu dingin.
''Pak, perasaan di kampung kita dingin nya gak sampek gini deh.'' Keluh buk Tuti.
__ADS_1
''Iya buk. Ini Dingin banget, gimana sih cara kecilin ac nya.'' Jawab Pak Asep.
Dinda mendatangi kamar buk Tuti dan pak Asep yang bersebelahan dengan kamar nya Nurmi, memastikan kedua nya sudah tidur atau belum.
''Buk... Ibuk, sudah tidur ?''
mendengar suara Dinda ada di luar, langsung bergegas turun dari kasur nya dan membuka pintu.
''Dinda, untung kamu datang kemari.'' Ucap Bu Tuti cepat.
''Kenapa Buk ? Apa ada masalah '' Dinda mengeryit kan alis nya.
''Ini Din, Kamar nya dingin sekali, kami sampe menggigil.''
''Ohh, ac nya di kecilin aja buk.''
''Ibuk gak ngerti cara nya.''
Dinda segera masuk dan mengambil remot ac kamar tersebut dan memperlihat kan pada buk Tuti bagaiman cara menggunakan remot tersebut.
''Ohh gitu ''
''Iya buk, kalau ibuk mau dingin lagi nanti tekan di sini saja lagi.'' Dinda memperlihat kan lagi tombol-tombol nya pada Buk Tuti
Sedangkan pak Asep hanya mendengarkan saja interaksi antara kedua perempuan tersebut tanpa menyela.
''Ya sudah, ibuk sama bapak istirahat saja ya. Dinda kembali ke kamar.'' Pamit Dinda pada kedua nya.
Dinda keluar dari sana, meninggal kan pasanga suami istri itu untuk beristirahat, karena malam pun kian larut.
Tbc
Jangan lupa tinggal kan jejak kalian bestie.π
Dengan cara like komen subscrieb dan voteπ
Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis π«°
__ADS_1
Salam sayang dari author Jhuwee dralovaππ
Terimakasih ππ