Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 66


__ADS_3

Di perjalanan pulang Dinda hanya memandang ke luar jendela saja, perasaan Dinda dirinya tidak asing dengan jalanan yang mereka lewati saat ini.


''Sayang..'' Pqnggil Irfan seraya menggenggam tangan nya Dinda


''Hmm'' Dinda menoleh


''Apa kamu ingat dengan jalanan ini''


''Seperti nya aku tidak asing dengan jalan yang kita lewati sekarang Mas.''


''Tentu sayang, ini jalan menuju ke rumah mama.''


Dinda hanya diam saja sampai mobil memasuki gerbang yang tinggi, Dinda seperti orang kampung yang baru pertama ke kota saja, Dinda mendongak kannkepala nya saat melihat bangunan indah nan megah di depan mata nya.


''Ayo masuk nak.'' Ajak Mama Rose.


Dindaa melangkah masuk ke dalam mensoin yang megah itu, di sana sudah ada bik Asih yang menyambut nya dengan suka cita.


''Nona...... Ya Allah terimakasih ya allah engkau telah mengembalikan Nona Dinda kepada kami.'' Bik Asih bersyukur seraya menitikan air mata nya.


''Ini bik Asih sayang.'' Irfan memperkenal kan bik Asih pada Dinda.


Bik Asih tercengang mendengar kan Irfan memperkenalkan dirinya pada Dinda.


''Dinda hilang ingatan Bik.'' Mama Rose menjelaskan.


''Bik, panggil salah satu pelayan ya untuk jagain Al, biar Dinda istirahat.'' Perintah Irfan


''Baik Tuan Muda'' Bik Asih segera memanggil salah satu dari oelayan di sana untuk mengambil alih Al.


''Ma, Irfan bawa Dinda ke kamar ya, keperluan Al, susu sama pempers nya tolong mama suruh beliin sama bik Asih bentar ya ma.''


''Iya, kalian istirahat lah, Al biar urusan Mama.''


Irfan dan Dinda naik ke lantai atas di mana kamar mereka berada.


''Welcomback sayang.'' Ucap Irfan saat membuka pintu kamar nya.


Di sana Dinda melihat kamar yang super mewah dengan hiasan-hiasan yang mewah dan pastinya mahal.


''Kamu mandi saja dulu sayang ya.'' Irfan menunjukkan kamar mandi pada istrinya.


''Sayang, ini sabun kesukaan mu biasa nya'' Sambung nya lagi.

__ADS_1


Dinda hanya melihat-lihat sekeliling, Dinda melihat takjub semua ini.


Setelah selesai mandi, Dinda keluar dengan menggunakan wardop dan rambut basah yang tergerai.


''Mas.... Tas aku tadi mana.?'' Tanya Dinda.


''Sayang pakai baju yang ada di lemari saja.'' Irfan menjawab dari balkon kamar, karena saat ini diri nya sedang menerima telfon dari Kelvin .


Dinda melihat takjub betapa banyak nya baju yang berjejer di sana, tentu nya bukan baju daster seperti yang biasa di pakai nya di kampung, Dinda bingung harus memilih baju yang mana untuk di pakai nya, karena semua nya bagus-bagus, Dinda pikir itu semua pasti baju untuk ke undangan.


''Mas.... Disini tidak ada daster, aku tidak biasa pakai baju ini.'' Keluh Dinda.


Irfan berjalan dari balkon memasuki kamar dan memeluk Dinda dari belakang, Dinda kaget saat suami nya tiba-tiba sudah melingkar kanbtangan di pinggang nya.


''Sayang, ini semua baju kamu, dulunya kamu selalu pakai baju ini, kalau kamu sudah tidak suka kita beli baju baru saja.'' Irfan mencium pundak istrinya.


Dinda sudah merasa geli dengan perlakuan sang suami, karena Dinda harus menyesuaikan diri lagi Dengan Irfan.


''Mas... Jangan gitu.''


''Kenapa sayang.?'' Irfan semakin menjahili sang istri dengan mengelus-elus hidung nya di leher Dinda yang membuat Dinda jadi meremang.


''Mas...'' Dinda menjauh kan diri nya dan mengambil satu piama secara asal, berlari memasuki kamar mandi lagi untuk pakai pakaian nya, Irfan hanya menyengir saja melihat tingkah nya Dinda.


''Sepertinya aku harus ekstra sabar lagi deh, dulu udah mati-matian sabar, sekarang malah sabar lagi, Nasip-nasip.'' Irfan menepuk jidat nya sendiri.


''Malam Ma, Pa'' Sapa Irfan


''Malam sayang, ayo duduk biar kita makan.''


Irfan menarik kursi untuk istrinya duduk, tanpa ada bantahan Dinda langsung saja duduk.


''Sayanng makan yang banyak ya, jangan sungkan, ini rumah mu.'' Ucap Mama Rose.


Dinda pun hanya tersenyum saja seraya terus saja mengunyah


''Maa, Al di mana ya..'' Tanya Dinda saat sudah selesai makan


''Al sama mbak Nunun, sekarang Mbak Nunun mama tugas kan untuk jadi baby siter nya Al.'' Jawab Mama Rose.


''Tapi ma, kenapa harus ada babysiter, Dinda kan bisa jagain Al dua puluh empat jam.''


''Tidak papa sayang, biar kamu ada waktu istirahat dan bisa ngurusin Irfan juga, kalau kamu lagi gak ada kegiatan maka Al akan sama kamu, kita jagain Al sam-sama di sini sayang.'' Mama Rose memberi pengertian seraya menggenggam tangan menantu nya.

__ADS_1


''Benar kata mama mu nak.'' Tuan Mario ikut menimpali.


''Yasudah jika itu yang terbaik, tapi Al tetap tidur dengan ku kan Ma ?''


''Tentu sayang, Ya sudah sekarang kamu naik ke kamar ya nanti mama suruh mbak Nunun untuk mengantarkan Al ke kamar kalian.''


Dinda hanya menganggukkan kepala nya saja tanda setuju.


Sampai di kamar mereka Irfan memberikan ponsel nya Dinda kembali.


''Sayang, mas mau ngasih sesuatu''


''Apa Mas ?'' Penasaran Dinda


Irfan berjalan mendekati kasur dan mengambil ponsel istrinya yang selalu tersimpan di dalam nakas tersebut.


''Ini ponsel mu sayang.'' Irfan memberikan


Dinda mengambil ponsel tersebut dan menghidupkan, nampak di layar ponsel foto dirinya dan juga Irfan sedang tersenyum.


''Mungkin dengan ini kamu akan sedikt mengingat kembali tentang masa lalu mu sayang.'' Ucap Irfan.


Dinda membuka satu persatu aplikasi di ponsel tersebut, aplikasi yang pertama di buka adalah pesan chat, di sana sangat banyak pesan diri nya dengan orang-orang di masalalu nya, terutama dengan sang suami yang di save dengan nama SUAMIKU.


''Mas'' Panggil Dinda


''Iya Sayang'' Jawab Irfan seraya duduk di samping Dinda.


''Apa dulunya kita adalah pasangan yang harmonis ?''


''Tentu sayang. Mas sangat mencintai mu, begitu juga dengan mu yang sangat mencintai ku.'' Pd nya si irfan....


Dinda terus saja membuka aplikasi di ponsel nya satu persatu, sampai akhirnya Dinda membuka galeri foto, tidak ada banyak hal di sana, foto Irfan dan Dinda pun hanya da beberapa saja, tidak seperti pasangan lain pada umumnya yang punya banyak kenangan yang di simpan di album foto, karena Dinda dan Irfan baru saja mulai membangun rumah tangga malah di terpa musibah penculikan Dinda.


Saat sedang memeriksa aplikasi-aplikasi di sana, tiba-tiba Mabak Nunun datang mengetuk pintu, karena ingin menyerahkan Al pada mama nya. Stelah mengambil Al, Dinda tidak lagi memegang ponsel nya, karena hari sudah malam dirinya dan juga Al sudah kelelahan jadi ingin segera beristirahat saja.


Tbc.....


Jangan lupa tinggal kan jejak bestie


Dengan cara like, komen, subscribe dan vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


Salam sayang dari author Jhuwee dealove 😘


Dukungan kalian sangat berarti buat ku. 🫰🫰


__ADS_2