
Keesokan pagi nya, Irfan bangun seperti biasa nya, dengan lingkar mata yang sudah sedikit menghitam karena Irfan sering terjaga hingga tengah malam, hanya untuk memikirkan Dinda. Seteah selesai mandi dan berpakaian, Irfan segera turun ke bawah untuk sarapan lalu berangkat ke kantor seperti biasa nya, Kelvin pun sudah menunggu nya di luar.
''PagibTuan Muda,'' Sapa Kelvin saat sang majikan sudah mendekat ke mobil.
''Pagi Vin''
Mereka berdua terus saja melaju membelah keramain kota di pagi hari, karena banyak nya kendaraan yang berlalu lalang di sana.
''Vin, apa agenda hari ini ?''
''Pagi ini ada meeting tengtang proyek resort di bali dengan investor, saat jam makan siang akan ada meeting dengan Nona Celine, guna merevisi proyek hotel baru yang akan perusahaan kita kerjakan, dan sore hari akan ada kunjungan ke lokasi proyek pembangunan mesjid yang sudah selesai.'' Jelas Kelvin panjang lebar.
''Saat makan siang dengan Celine, kamu saja yang datang dengan Lusi ( Lusi sekretaris Irfan.)'' Ucap Irfan, Irfan menolak Meeting dengan Celine karena teringat akan perkataan sang Mama tadi malam.
Kelvin yang mendengarkan Irfan menolak meeteng makan siang nya Bersama Nona Celine, lantas melirik Bos nya dari kaca spion mobil, Pasti Nyonya Rose sudah melakukan sesuatu sehingga Tuan Muda bertindak demikian.
''Baik Tuan Muda,'' Jawab Kelvin akhir nya.
Saat sampai di Kantor, Kelvin bergegas ke ruangan rapat, karena rapat dengan invistor akan segera di mulai, sedangkan Irfan masih berada di ruang kerja nya.
Irfan sangat malas rasa nya untuk beraktifitas akhir-akhir ini, entah karena batin nya yang terluka karena kehilangan Dinda, entah kah karena bawaan bayi yang di kandung oleh Istri nya sehingga membuat nya malas.
Sebelum rapat di mulai, Irfan sudah berada di ruang rapat tersebut, meskipun malas, Irfan tetap bersikap profesional, walaupun belakangan ini sering Kelvin lah yang membawakan materi-materi saat rapat atau meeting dengan klien-klien penting.
Setelah rapat yang memakan waktu beberapa jam, Irfan memilih istirahat di ruang pribadi di dalam ruangan nya, karena Irfan sangat lelah hayati. Sedangkan Kelvin sudah berangkat ke Restaurant yang sudah di sepakati dengan Nona Celine untuk meering dengan nya.
Sesampai di Restaurant tersebut, Kelvin dan Lusi langsung masuk kedalam sebuah ruangan VVIP yang sudah di pesan kan khusus oleh Celine.
Alangkah terkejut nya Celine saat melihat Kelvin dan Lusi lah yang masuk ke ruangan tersebut tapi bukan Irfan.
''Selamat siang Nona Celine.'' Sapa Kelvin sopan
''Siang Tuan Kelvin, di mana Irfan'' Tanya Crline,
''Mohon maaf Nona Celine, Tuan Muda Irfan tidak dapat hadir karena sedang tidak enak badan.'' Jelas Kelvin.
__ADS_1
Saat mendengarkan Irfan tidak bisa datang, sangat terlihat raut wajah kecewa yang di tunjukkan oleh Celine.
''Oohh gitu, yasudah, kita mulai saja meeting nya biar cepat selesai.'' Ucap Celine, padahal jika sedang meeting dengan Irfan, Celine sangat sering mengulur-ulur waktu agar bisa lebih lama dengan Irfan.
Kelvin menyadari jika Celine masih memiliki niat untuk mendapatkan Irfan, walaupun Celine sudah pura-pura berubah.
Setelah Meeting selesai, Kelvin dan Lusi langsung kembali ke kantor, Kelvin ingin segera menjemput Irfan karena mereka akan berkunjung ke lokasi proyek Masjid yang perusahaan Irfan buatkan. Tanpa Kelvin ketahui, Celine juga ikut menyusul mereka ke Perusahaan Irfan, Celine bermaksud ingin melihat keadaan Irfan, apalagi saat menelfon Irfan tadi menanyakan keberadaan nya dan dia ada di kantor.
Saat Sampai di Kantor, Kelvin langsung naik menuju ke ruangan Irfan, tapi melihat ruangan tersebut kosong, lalu segera merogoh kantong nyadan mengambil hp untuk menghubungi Irfan, ternyata suara dering hp nya Irfan berasal dari dalam ruang pribadi milik Irfan di sana.
Saat hendak mengetuk pintu kamar Irfan, tiba-tiba pintu ruangan lah yang di ketuk dari luar. Lalu Kelvin berjalan hendak membuka pintu tersebut.
Klek........ suara pintu terbuka,
''Nona Celine !'' Irfan terkejut melihat Celine sudah berada di Perusahaan, padahal baru saja mereka bertemu di di restaurant tadi.
''Di mana Irfan,'' Celine nyelonong aja masuk tanpa permisi ke ruangan Irfan.
''Tuan Irfan tidak di sini, Nona.'' Bohong Kelvin , padahal Kelvin sudah tau jika Irfan ada di dalam sana.
''Saya tidak tau Nona, karena saya juga baru tiba di sini'' Jawab Kelvin lagi.
Celine menatap curiga ke araah Kelvin, seperti Kelvin sedang menyembunyikan Irfan dari nya.
''Mungkin Tuan Muda sudah pulang, karena tadi saat saya ingin ke restaurant untuk menemui anda, Tuan Muda mengatakan tidak enak badan. Jadi saya rasa tuan muda sudah pulang ke Mension Nona.'' Kelvin menjelaskan.
Sedangkan di balik pintu ruang pribadi, Irfan mendengarkan percakapan mereka berdua, Irfan tadinya hendak keluar, namun di hentikan tatkala mendengarkan suara Celine di luar.
Sesaat sesudah percakapan dengan Kelvin tak membuat Celine puas, akhirnya Celine keluar dari ruangan tersebut dan ingin pergi meninggalkan Perusahaan tersebut.
Setelah kepergian Celine dari ruangan nya, barulah Irfan keluar dari ruang pribadi nya.
''Vin, '' Panggil Irfan.
''Iya Tuan Muda'' Kelvin menoleh.
__ADS_1
''Apa Celine sudah pulang ?'' Tanya Irfan
''Apa Tuan Muda mengetahui jika Nona Celine tadi ada di sini ?''
''Iya, saat aku ingin keluar tadi, aku mendengarkan percakapan kalian.''
''Maaf Tuan Muda, saya berbohong pada nya dengan mengatakan tidak tau di mana anda berada.''
''Tidak papa Vin, memang begitu seharus nya.''Jawab Irfan.
Kelvin menyunggingkan senyum nya saat mendengarkan jawaban Irfan. Sesat kemudian Irfan dan Kelvin berjalan keluar meninggalkan gedung Perusahaan tersebut untuk meninjau proyek masjid yang sedang mereka kerjakan.
Saat sedang dalam perjalanan menuju proyek, tiba-tiba Irfan kembali kepikiran kenapa Celine ingin menemui nya ke kantor, padahal kalau masalah meeting pasti sudah berea saat di Restaurant tadi bersama Kelvin dan juga Lisa.
''Vin, gimana hasil meeting tadi.?'' Tanya Irfan.
''Semua nya lancar Tuan Muda,''
''Jadi Celine untuk apa ke kantor lagi ya.''
''Nona Celine ingin menemui anda Tuan Muda, Nona Celine terlihat seperti kecewa saat melihat saya dan Lisa yang datang menemui nya tadi.''
''Tapi untuk apa dia ingin menemui ku ya Vin.''
''Saya juga tak tau Tuan, tapi jika saya tak salah menebak, Nona Celine seperti ingin mendekati anda lagi Tuan, hanya saja dengan cara yang berbeda kali ini.''
''Maksud nya ?''
''Ya seperti yang Tuan Muda lihat, Nona Celine belakangan ini sudah berubah tidak se agresif dulu, sepertinya dia ingin menarik perhatian anda dengan sikap nya yang agak kalem.'' penjelasan Kelvin panjang lebar, yang mampu membuat Irfan terdiam dan mencerna setiap perkatan yang di smpaikan oleh Kelvin.
''Jika di fikir-fikir benar juga seperti yang di katan Kelvin'' Batin Irfan.
Mobil terus saja melaju ke tempat tujuan mereka tanpa percakapan lagi di antara kedua nya, masing-masing larut dalam pikiran sendiri.
Tbc.....
__ADS_1