
Stelah mendapat kan kabar dari Joni, Tuan Mario langsung menelfon pilot pribadi nya dan meminta mengantar kan nya dan keluarga nya ke tempat yang sudah di kirimkan alamat nya oleh Joni tadi.
Tuan Mario juga menelfon Istri nya untuk segera datang ke kantor nya.
''Halo Ma, Mama di mana ?'' Tanya Tuan Mario saat sambunganbtelfon sudah di angkat oleh Istri nya.
"Mama Di restauran ni pa, lagi arisan. Ada apa pa."
''Ke kantor papa sekarang.''
"Ada apa pa ? Apa semua nya baik-baik saja, kenapa kok mendadak suruh Mama ke sana.'' Mama Rose bingung.
''Nanti papa jelasin, yang pasti sekarang juga Mama ke kantor, sudah ya, Papa mau telfon Irfan dulu''
Tuan Mario langsung mematikan telfon nya secara sepihak, Sedang kan sang Istri sudah sangat khawatir, takut nya terjadi sesuatu dengan suami nya, maka nya menyuruh nya datang ke sana buru-buru, Mama Rose pun segera ke kantor suami nya dan berpamitan pada geng arisan sosialita nya.
Setelah menghubungi Istri nya, Tuan Mario langsung menghubungi Irfan meminta nya agar segera datag ke kantor nya cepat.
Irfan yang sedang rapat pun bingung sendiri, kenapa sang papa tiba-tiba meminta nya untuk meninggal kan rapat dan datang ke kantor nya.
''Mungkin ada hal yang mendesak'' Gumam Irfan seraya keluar dari ruang rapat tersebut dan menyerahkan semua nya pada Kelvin.
Sesampai nya di perusahaan Tuan Mario yaitu sang Papa, Irfan melihat sang Mama yang memasuki lift khusus untu para petinggi, Irfan buru-buru mengejar agar lift tidak tertutup.
''Mama di sini juga. ?'' Tanya Irfan saat sudah berada di dalam lift bersama sang Mama.
''Lah kamu sendiri ngapain di sini.''
''Tau tu, papa nelfon suruh segera datang, ada apa sih ma ?''
__ADS_1
''Mama juga gak tau, Papa cuma bilanh suruh datang karena ada hal penting.''
''Apa jangann-jangan papa mau memberi surat wasiat pada kita.'' Irfan menerka-nerka.
''Huusss surat wasiat, emang nya papa mu mau meninggal.'' Mama Rose mencubit lengan putra nya.
''Gak gitu juga Ma...''
Ting.... Suara lift terbuka, mereka berdua langsung saja keluar dan memasuki ruangan tuan Mario.
''Pa....'' Sapa sang Istri.
''Kalian sudah datang,'' Tuan Mario segera berdiri dan di ikuti oleh dua orang pilot yang berada di dalam ruangan tersebut.
''Pa... Mau keman, kita kan baru datang.'' Mama Rose bingung, karena mereka baru sampai kok malah suami nya mau pergi.
''Nanti papa jelaskan, sekarang kita semua akan ke suatu tempat.'' Ucap Tuan Mario seraya berjalan keluar dari ruangan nya memasu lift dan di ikuti oleh semua nya dari belakang.
''Paa, sebenar nya kita mau kemana sih ? Ada apa pa.?'' Irfan bingung sendiri karena sang Ayah tidak mengatakan mau ke mana.
''Udah naik aja, nanti kalian akan tau sendiri.'' Tuan Mario terus saja melangkah menaiki helikopter tersebut, tanpa menghiraukan anak dan istri nya yang kebingungan.
Sebenar nya Mama Rose berfikiran jika suami nya sudah mengetahui di mana tempat Dinda di makam kan atau pun jasad nya di temukan, maka nya mengajak mereka menaiki helikopter, karena beberapaa bulan yang lalu, suami nya sempat pergi ke tempat di mana Dinda di bunuh menggunakan helikopter juga, Perasaan MamaRose sudah sangat tegang, dia takut kalau nanti putra nya tau tentang kematian Istri nya tapi dia tidak bisa menerima nya bagai mana diri nya harus mengahadapi sang putra.
Sejak menaiki helikopter tadi, wajah Mama Rose sudah sangat tegang sekali, beliau aedang memikirkan banyak hal. Beda hal nya dengan sang putra yang terlihat santai, Irfan berfikir ayah nya akan membawa mereka ke salah satu proyek yang sedang di buat nya mungkin saja ada kejutan untuk nya dan keluarga.
Joni yang sudah mendapat kan kabar dari Tuan nya jika mereka sudah menuju ke sana, segara menyiapnkan diri nya bersama pak Maman untuk mendatangi lagi desa tetangga yang mereka kunjungi tadi pagi.
Terhitung sudah tiga jam dari kabar yang dia dapat kan tadi, bahwa tian nya dan keluarga sudah menunu kemari. mungkin sebentar lagi mereka akan sampai pikir Joni, Saat ini diri nya dan pak Maman sedang duduk di sisi lapangan bola kaki yang ada di dekat rumah nya Pak Asep. Mereka sudah siap siaga di sana menyambut kedatangan tuan Mario tanpa di ketahui oleh keluarga pak Asep, hanya pak Rt lah yang tau akan hal ini.
__ADS_1
Sore hari seperti biasa di lapangan bola kaki itu sangat ramai sekali warga yang berkumpul untuk menonton pertandingan bola kaki yang di main kan oleh sesama pemuda di sana.
Sore ini Farah pun tidak ketinggalan untuk menonton pertandingan tersebut, karena farah tau akan ada Bagas yang bermain, karena Bagas sudah pulang dari kota dua hari yang lalu makannya diri nya datang ke sana.
Sedang kan Dinda hanya berdiam diri saja di luar, setelah kejadian pengusiran itu terjadi, Dinda sudah sangatbjarang keluar dari rumah, diri nya malu dan takut akan membuat keluarga pak Asep semakin malu jika banyak ibuk-ibuk yang mengunjing diri nya.
Sore ini hati Dinda sangat gelisah sekali, Aliando pun dari tadi sangat rewel seperti diri nya ingin di mengajak sang mama keluar dari rumah, Dinda menggendong nya kesana kemari di dalam rumah tapi dia tak juga diam. Dinda dan Nurmi bergantian menggendong Aliando agar bayi itu bisa diam, dan akhir nya Nurmi membawa Aliando keluar
''Mungkin Al pengap di rumah aja kak.'' Ucap Nurmi
''Entah lah, tapi kakak malas keluar, pasti di luar banyak orang yang sedang nonton bola di lapangan.''
''Sini biar Nurmi aja yang bawa keluar, kakak duduk aja di dalam rumah.'' Nurmi mengambil lagi Al dari tangan sang mama nya lalu membawa nya keluar..
''Cup cup cup... sini sayang, keponakan tante pengap ya, pingin keluar ya... aduh duh kasian nya di kurung aja ya di ruah sama mama ny... Ayok kita keluar ya, biar tente bawak adek jalan-jalan ya, jangan nanhis lagi.'' Nurmi membawa Aliando keluar untuk sekedar jalan-jalan saja di dekat lapangan bola kaki.
Benar saja, Aliando seperti nya pengap di rumah, saat di bawa keluar oleh Nurmi Al sangat anteng dan tidak menangis lagi.
Dinda hanya mengintip saja dari balik jendela, melihat anak nya yang tak lagi menangis, namun hati nya masih tetap gelisah, seperti hal besar akan kembali terjadi pada diri nya.
Tbc......
Mohon dukung terus ya sobat
Dengan cara like komen subscribe dan vote
terimakasih ๐๐
Salam sayang dari author Jhuwee dealova๐
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti untuk ku ๐ซฐ