Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 53.


__ADS_3

Saat melihat Tuan Mario masuk ke dalam rumah, Mama Rose segera berlari menghampiri nya.


''Paaa, Irfanbelum pulang dari tadi pagi.''Ucqp MamaRose cepat saat suami nya sudah mendekat.


''Memang nya Irfan kemana Ma ?''


''Tadi pagi kata nya kan mau keluar sama Celine, tapi sampai jam segini belum puang juga pa.''


''Mungkin dia pulang ke apartemen Ma.''


''Mama telfon gak di angkat-angkat,''


''Irfan bukan anak kecil lagi Ma, Mama jangan berpikiran aneh-aneh, Irfan pasti baik-baik aja kok. Udah yuk masuk, Papa mau mandi dan istirahat, Papa capej bnget ni.''


''Ya udah, Mama siapin air hangat dulu, biar papa bisa berendam.''


''Hmmm'' Tuam Mario berjalan memasuki kamar nya badan nya sudah sangat lengket dan sangat lelah setelah seharian beraktifitas di luar.


Setelah mandi dan berbaring di tempat tidur nya, baru saja Tuan Mario ingin memejam kan mata nya tapi kembali di panggil oleh sang Istri.


'' Paa.'' Panggil sang Istri


''Hmm''


''Gimana tadi.?''


''Gimana apa nya ?''


''Itu yang papa pergi tadi pagi itu.''


''Ya gak gimana-gimana.''


''Terus papa pergi ngapain juga.?''


''Mau liat lokasi aja, kita doain aja masih ada harapan untuk Dinda masih hidup, karena waktu Dinda di buang ke jurang saat utu, Dinda masih hudup tidak langsung di bunuh.'' Jelas Tuan Mario


''Kalau Dinda masih hidup, terus kenapa dia tidak pulang ya Pa .''


''Doain aja yang terbaik Ma, papa mau tidur, ngantuk banget nie.''


''Hmmm''


Keesokan hari nya, seperti biasa hari-hari Irfan kembali di sibukkan denga kegiatan kantor nya, pagi-pagi sekali Irfan sudah berangkat ke kantor dari Apartemen nya, karena tdi malam dirinya menginap di sana untuk menenangkan fikiran nya yang sedikit kacau.

__ADS_1


Baru saja Irfan sampai di kantor, sudah ada Celine yang menunggu nya di lobi kantor.


''Fan...'' Panggil Celine,


Irfan menoleh saat nama nya di panggil, tentu nya Irfan mengenali suara yang memanggil nya tanpa harus melihat siapa pemilik suara tersebut.


''Apa ada rapat atau meeting pagi ini.?'' Tanya Irfan karena pagi-pagi sekali Celine sudah ada di kantor nya, karena setau Irfan hari ini tidak ada pertemuan apapun dengan Celine.


''Tidak ada Fan, aku hanya ingin bertemu dengan mu.''


''Ada apa Cel ?''


''Aku khawatir dengan keadaan mu kemarin.''


''Tidak ada yang harus di khawatir kan, aku bukan anak kecil.'' Jawab Irfan


Celine kik kuk sendiri karena jawaban Irfan sangat menohok.


''Aku hanya takut kamu kenapa-kenapa karena mengemudi dalam keadaan emosi.''


''Iya, terimaksih karena sudah mengkhawatir kan ku, tapi aku baik-baik saja sekarang, kau sudah lihat sendiri kan.'' Jawab Irfan seraya menujukkan tubuh nya yang baik-baik saja.


''Emmm..'' Celine kehabisan kata-kata.


Irfan pergi begitu saja meninggalkan Celine di sana sendirian, tanpa mendengarkan jawaban Celine dulu, Irfan sudah melesat ke atas menggunakan lift khusus Ceo.


Celine menatap kesal kepergian Irfan, karena Celine meras Irfan sudah kembali dingin terhadap nya gara-gara kejadian kemarin, padahal belakangan ini, Irfan sudah sedikit memberi ruang untuk Celine.


''Ini semua gara-gara lelaki sialan itu, punca permasalahan nya tetap pada Dinda, Dinda dan Dinda yang semua orang rebut kan, entah apa kelebihan nya, dasar perempuan tidak tahu diri, sudah mati pun masih menyusah kan saja.'' Gumam Celine sendirian.


Saat keluar hendak meninggalkan perusahaan tersebut, Cline berjumpa dengan Kelvin , Celine memang tidak suka terhadap Kelvin, karena selama ini Kelvin seperti mempersulit diri nya untuk mendapat kan Irfan.


''Hay Nona Celine.'' Sapa Kelvin


Celine menatap aneh terhadap Kelvin , karena selama ini Kelvin tidak pernah sekalipun menegur nya, yang ada diri nya selalu cuek terhadap Celine.


''Iya, Hay Kelvin .''


''Kenapa Buru-buru sekali Nona ?''


''Ohh iya, urusan ku sudah selesai.''


''Oohh begitu.? Ya sudah hati-hati di jalan Nona.''

__ADS_1


Bulu kuduk Celine seperti meremang melihat tingkah aneh nya Kelvin,


''Apa jangan-jangan dia kerasukan ya, kenapa tiba-tiba baik dengan ku ?'' Celine membatin seraya keluar menjauh dari Kelvin.


''Dasar wanita ular, kita lihat saja sejauh mana kamu bisa bertahan, tunggulah sebentar lagi, permainan akan segera di mulai.'' Gumam Kelvin seraya memperhatikan Celine yang terus saja menjauh.


***


Hari-hari berlalu, pencarian Dinda masih saja di lakukan, cuma saja Anak buah nya Joni belum menemukan titik terang, karena sejauh ini belum menemukan pemukiman warga di sana. padahal mereka salah arah, arah yang mereka lalui adalah arah hutan, arah berlawanan dari perkebunan warga yang menemukan Dinda tempo hari.


Di lain sisi


Di perkampungan tempat Dinda tinggal selama ini, tepat nya di kediaman Pak Asep, malam ini warga berdatangan ke rumah Pak Asep karena ingin mengusir Dinda, warga sudah tidak mau menerima lagi Dinda tinggal di sana, karena ada beberapa warga yang memprovokasi untuk mengusir Dinda, Dinda di tuduh numpang melahirkan anak har*m nya di sini.


''Ibuk-ibuk tenang dulu.'' Ucap Pak Rt.


''Tenang gimana pak, kita mau Dinda pergi dari kampung ini, kita tidak mau menerima sial karena kehadiran dia di sini.'' Ucap salah satu ibuk-ibuk pendemo,


semua yang mendemo adalah ibuk-ibuk, tidak ada satu pun laki-laki di dalam keremunan itu, karena yang suka menggosip ya ibuk-ibuk saja.


''Suda setahun lebih Dinda tinggal di sini, tidak ada satupun kesialan yang terjadi dengan kita kan.'' Pak Asep meninpali.


''Alah Bapak jangan ngelindungi dia, atau jagan-jangan bapak suka lagi sama dia, maka nya di belain terus.''


''Astaugfirullah halazimm, ibuk jangan buat fitnah yang bukan-bukan buk, Dinda sudah saya anggap anak''


''Alah Pak lek jangan belain dia terus, dia bukan wanita baik-baik, bukti nya saja dia punya anak tanpa menukah.'' Sahut Farah dalam kermunan tersebut.


''Farah, kamu diam aja, jangan suka ikut campur.'' Mak Leha menarik putri nya, Mak Leha tidak tahu kalau selama ini anak nya itu lah yang selalu mencari ribut dengan Dinda, mak Leha tidak membenci Dinda tapi tidak juga menyukai nya.


''Udah deh Pak Rt, usir aja, dia pun selalu menggoda kak Bagas anak nya Bapak, emang bapak mau punya menantu perempuan yang gak jelas asal usul nya.?'' Sinis Farah lagi.


Pak Rt sudah pusing sendiri mendengar kan keluhan warga, padahal sudah setahun lebih tidak pernah ada isu apa pun tentang Dinda, tidak juga ada warga yang protes atas kehadiran nya di kampung ini, bahkan ada beberapa ibuk-ibuk yang suka terhadap Dinda, karena Dinda wanita yang lembut dan juga sopan. Namun dari mana asal nya gosip ini sehingga warga berkermunan ingin mengusir nya dan menyerang nya malam-malam seperti ini.


Tbc....


Terimakasih sudah setia membaca


Mohon dukung terus ya sobat


Jangan lupa Like,koment, subscribe dan vote


Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Salam sayang dari author jhuwee dealova.๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2