Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 62


__ADS_3

Setelah kepulanga farah, Dinda tersenyum puas melihat bagai mana wajah kesal nya Farah tadi saat melihat kemesraan nya dengan sang suami.


''Mas, masuk yuk di luar dingin.''


''Sini biar aku peluk agar tak dingin lagi.''


''Mas.....''


''Iya, iya ayo masuk.'' Irfan menggandeng tangan nya Dinda, namun di tepis oleh Dinda karena Dinda malu jika di lihat oleh orang-orang di dalam rumah nanti.


Dinda buru-buru masuk ke dalam sebelum Irfan memegang tangan nya lagi.


''Dinda, tolong ambil kan ambal nak yang ada di kamar mu'' Ucap Buk Tuti


''Ambal, untuk apa buk.?''


''Biar kita bentang kan sini, ini sudah malam biar semua nya bisa istirahat.''


''Ohh iya Buk.'' Dinda berjalan memasuki kamar nya dan mengambil dua buah ambal yang terletak di samping lemari nya.


''Nanti kamu tidur dengan Ibu Rose ya di kamar, Nurmi biar sama ibuk aja, dan yang lelaki tidur nya di sini saja.'' Ucap Buk Tuti pada Dinda.


''Iya Buk.'' Dinda melihat Mama Rose dan tersenyum


Stelah semua nya selesai Bantal dan selimut pun sudah di siapkan, karena tempat nya di pegunungan pasti sangat dingin sekali kalau tidak menggunakan selimut. Apalagi mereka tidur hanya beralaskan tikar dam ambal saja.


Sesaat kemudian Dinda dan Mama Rose masuk ke dalam kamar, Saat sedang tiduran di ranjang, Mama Rose mengambil ponsel nya untuk memesan kan keperluan nya, suami dan putra nya di online shop, tapi besok pagi baru di antar kan ke alamat yang mama Rose tanyakan ke Dinda itu.


Setelah selesai dengan urusan nya, Mama Rose pun ikut tertidur di belakanb Dinda. Belum lelap dalam tidur nya, tiba-tiba saja Irfan menyelinap masuk dan tidur di antara Mama dan istri nya.


''Fan, kamu ngapain di sini.?'' Mama Rose berbisik-bisik agar tidak mengganggu idur nya Aliando dan Dinda.


''Aku tidur di sini ya Ma, di luar dingin banget.''


Irfan naik ke tempat tidur, menggeser mama nya agar ke pinggir karena diri nya ingin tidur di tengah


''Modus aja kamu.'' Kesal Mama Rose karena tempat tidur jadi sempit dengan ada Irfan lagi di sana. Mama Rose tidur menyamping membelakangi Irfan dan Dinda, Sedangkan Dinda tidak tau kalau sudah ada suami nya di belakang.


Irfan membenam kan wajah nya di bahu sang istri, menyusup ke dalam selimutt nya Dinda dan memeluk nya dari belakang.

__ADS_1


Saat pagi hari, Dinda merasa badan nya sesak , perasaan tempat tidur nya sudah sempit, Dinda fikir Mama Rose yang tidur agak ke tempat nya, Dinda terus saja menyusui putra nya sebelum bangun.


''Mama kok peluk aku ya.'' Batin Dinda, merasa heran kenapa mertua nya memeluk diri nya.


Mama Rose sudah bangun segera keluar dari kamar, membiar kan Dinda dan Irfan tinggal di sana.


Klek... Suara pintu kamar di buka dan di tutup kembali.


Setelah Aliando tertidur lagi, Dinda memabalikk kanntibuh nya ingin melihat siapa yang memeluk nya.


Saat membalikkan tubuh nya, alangkah terkejut nya Dinda ternyata Irfan lah yang sedang memeluk nya.


''Mas Irfan'' Lirih Dinda, memindah kan tangan nya Irfan yang melingkar di pinggang nya. Membenar kan kancing baju nya dan turun dari tempat tidur meninggal kann Irfan dan putra nya saja di sana.


Dinda buru-buru keluar, takut nya Irfan akan bangun, dan pasti nya Dinda akan merasa malu karena semalaman di peluk Irfan.


Saat keluar dari kamar, Dinda melihat para lelaki masih tidur di ruang tamu, namun kenapa Irfan bisa berada di belakang nya dan memeluk nya. Dinda malas berfikir terus saja berlalu ke kamar mandi dan melihat Mama Rose dan buk Tuti sedang memasak sarapan di dapur.


''Sudah bangun nak ?'' Sapa Buk Tuti saat melihat Dinda hendak ke kamar mandi.


''Iya Buk,''


Dinda tidak menjawab, hanya tersenyum kikuk seraya masuk ke kamar mandi untuk membersih kan diri.


Saat pagi hari nya semua sudah bangun, Dinda dan Nurmi pun sudah siap membereskan ambal tempat tidur para lelaki tadi malam.


''Buk, bapak mau ke kota sebentar ya,'' Ucap Pak asep


Irfan yang mendengar kan pak Asep ingin ke kota segera datang menghampiri karena ingin ikut ke kota bersama pak Asep


''Pak, saya ikut ke kota sama bapak boleh.'' Tanya Irfan


Pak Asep dan Buk Tuti menatap Irfan yang ingin ikut bersama pak Asep, bukan apa-apa, tapi pak Asep ke kota dengan mengendarai motor butut nya, apakah Irfan mau naik motor butut.


''Bapak ke kota naik motor, Mas mu naik motor ?'' Tanya Dinda akhir nya.


''Naik motor ? Ya mau lah, ayo pak.'' Jak Irfan.


Irfan dan pak Asep segera ke kota dengan mengendarai motor butut milik pak Asep, dalam hati Irfan, diri nya menyesal telah ikut pak Asep naik motor butut nya, pinggang nya rasa nya sudah encok, dengan jalan yang tidak rata dan motor nya sangat lambat untuk berjalan seperti mereka menaiki siput saja.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhir nya mereka sampai di kota.


''Nak Irfan ingin mencari apa.'' Tanya Pak Asep sambil berteriak di atas motor nya.


''Saya mau mencari pakaian ganti pak, kita ke mall ya.'' Jawab Irfan.


Pak Asep lalu membelokkan motor butut nya menuju ke salah satu Mall kecil yang ada di kota tersebut, kalau di tempat Irfan, itu bukan mall tapi hanya supermaket aja, tapi di sini itulah mall nya.


Irfan dan pak Asep masuk ke dalam mall tersebut, Irfan mencari keperluan nya, pakaian, pakaian dalam dan juga sendal untuk nya pulang nanti. Pak Asep hanya mengikuti nya saja, Irfan tak sengaja melihat sendal yang di pakai pak Asep sudah terlihat usang.


''Bapak, pilih lah sendal juga untuk bapak.'' Ucap Irfan.


''Tidak usah nak Irfan, sedal saya masih bagus.'' Tolak Pak Asep


Karena pak Asep menolak, jadi Irfan lah yang memilihkan sendal untuk pak Asep.


''Bapak pakai nomor berapa biasa nya pak .?''


''Nomor empat puluh.'' Jawab Pak Asep lagi.


lalu Irfan pun memasukkan dua pasang sendal ke dalam keranjang belanjaan nya untuk di bayar.


''Ayoo pak'' Ajak Irfan.


Setelah dari tempat sepatu, Irfan masuk ke toko pakaaian untuk membeli beberapa baju untuk nya dan juga pak Asep.


Irfan memilih baju-baju yang merasa cocok dengan tubuh nya, dan juga mengambil beberapa untuk pak Asep tanpa menawar kan dulu, karena Irfan tau pasti pak Asep akan menolak nya lagi.


Tbc....


Mohn dukungan nya sobat.


Dengan cara like, komen, subscribe dan vote.


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘


Dukungan kalian sangat berati buat ku. 🫰

__ADS_1


__ADS_2