Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 47


__ADS_3

Sesaat setelah di beritahukan oleh Bik Asih bahwa Irfan sedang sakit, Nyonya Rose langsung saja naik ke lantai atas untuk memastikan sendiri keadaan putra nya.


''Vin, apa yang terjadi?, kenapa dengan Irfan'' Tanya Nyonya Rose saat memasuki kamar Irfan.


''Tidak ada yang terjadi Nyonya, seperti nya Tuan Muda terlalu banyak fikiran Nyonya.'' Jawab Kelvin setelah membaringkan tubuh Tuan nya ke kasur.


''oohh, terimakasih Vin.''


''Saya permisi dulu Nyonya.'' Kelvin pamit untuk pulang seraya tersenyum dan mebungkukkan badan nya.


Setelah kepulangan Kelvin, tinggallah Mama Rose dan Irfan di dalam kamar.


''Nak, Istirahat lah, Mama turun sebentar'' Ucap Mama Rose.


Irfanbtak menjawab apapun, masih tetap saja memejam kan mata nya.


setahun belakangan ini Irfan begitu kesepian hati nya sangat kosong, hari hari nya hanya fi sibukkan di Kantor saja sehingga Irfan lupa untuk menjaga ke sehatan nya.


Mama Rose turun ke bawah untuk membuat kan bubur untuk Irfan, lalu naik kembali ke atas.


Saat hendak naik kembali ke lantai atas, Mama Rose melihat suami nya yang keluar dari kamar dengan tergesa-gesa.


''Paa... mau kemana'' Tanya Mama Rose


''Papa Ada urusan Ma.'' Urusan apa sore-sore gini..?


''Nanti Papa cerita ya, Papa lagi buru-buru soal nya.'' Tuan Mario buru-buru keluar dari rumah, langsung masuk ke dalam mobil bersama sang sopir.


Saat di kamar tadi Tuan Mario mendapat kan telfon dari anak buah nya bahwa penculik Dinda sudah berhasil di bawa kembali kemari menggunakan jet pribadi milik nya.


Saat mereka sampai di sebuah rumah tua seprti sebuash bangunan lama yang di tinggalkan tapi masih terawa. Tuan Mario segera turun dari mobil dan suk ke dalam.


''Gimana ? apa dia sudah mau mengaku ?'' Tanya Tuan Mario saat masuk dan menemui anak buah nya.

__ADS_1


''Tidak Tuan, dia tetap mengatakan jika tidak mengenali perempuan yang bernama Dinda.''


''Di mana dia, aku ingin melihat nya.''


Lalu anak buah Tuan Mario mengarahkan nya ke sebuah kamar, di sana sudah ada seorang pria yang di ikat di sebuah kursi kayu, pria yang berperawakan hitam dan bermuka bengis, wajah nya sudah sangat menggambarkan jika dia adalah seorang pembunuh bayaran.


Tuan Mario mendekat dan mengelilingi pria tersebut, tapi pria itu tak gentar, malah seperti menantang tuan Mario. Tuan Mario saat kemari tadi pasti sudah ada persiapan pistol dan belati di dalam jaket kulit yang di pakai nya, jika nanti terjdi sesuatu, Tuan Mario sudah ada persiapan untuk melindungi diri nya.


''Ambil kursi untuk ku.'' Ucap Tuan Mario pada Anak buah nya.


''Siap yang membayar mu ?'' Tanya Tuan Mario saat sudah duduk di hadapan lelaki itu, tapu tak ada jawaban, Pria itu hanya menatap saja kearah Tuan Mario.


''Di rekaman cctv itu kalian terlihat berdua, apa kamu akan menanggung sendiri atas perbuatan yang sudah kau lakukan dengan teman mu itu.?'' Tanya Tuan Mario lagi.


Sebenar nya pria itu masih tidak mengetahui siapa perempuan yang sudah di culik nya, yang di maksudkan oleh Tuan Mario, karena begitu banyak kerjaan membunuh orang yang mereka lakukan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


''Siapa yang membayar mu, dan berapa yang dia bayar ? Jika kau mau berkata jujur aku akan membayar dua kali lipat dari yang kau terima dari orang itu.''


Karena Pria itu tidak menjawab dari setiap pertanyaan Tuan Mario, Tuan Mario pun hampir emosi lalu bangun hendak meninggalkan nya sesaat.


Tuan Mario terhenti di ambang pintu saat mendengarkan jawaban pria tersebut. dan kembali lagi untuk duduk di hadapan nya, lalu merogoh kantong nya dan mengambil ponsel lalu memperlihatkan foto Dinda pada pria tersebut.


Pria itu melihat wajah Dinda dengan seksama, samar-samar dia ingat jika Celine lah yang mengirim foto gadis itu pada nya dan meminta nya untuk membunuh gadis tersebut.


''Apakah jasad nya tidak kalian temukan.'' Ucap pria itu meremehkan


Buukk.... Satu pukulan mendarat di pipi pria tersebut, Tuan Mario terselut emosi saat mendengarkan jasad yang di sebut oleh nya, itu artinya memang benar adanya jika Dinda sudah di bunuh oleh nya.


''Siapa yang sudah membayar mu.''


''Aku hanya melakukan tugas ku saja, aku bekerja untuk uang, dan aku akan diam juga karena uang.'' Pria itu menantang.


''Katakan berapa yang kau inginkan untuk mengaakan siapa dalang dari semua ini dan di mana kalian membuang putri ku.?''

__ADS_1


Pria tersebut sedikit tertegun saat mendengarkan Tuan Mario menyebut putri nya, Ternyata anak orang kaya yang mereka bunuh, andai saja dulu tidak di bunuh nya tapi di minta tebusan pada keluarga nya pasti mereka sudah mendapatkan uang lebih. Di saat suasana sudah sangat genting dan nyawa nya ada di ujung tanduk pria itu malah masih bisa mengingat masalah uang.


''Aku ingin Saru T.'' Jawab Pria itu percaya diri


''Baiklah, akan aku penuhi, tapi setelah kau tunjukkan di mana lokasi putri ku dan siapa yang menyuruh mu.'' Jawab Tuan Mario lalu keluar dari dalam kamar tersebut.


Anak buah tuan Mario yang mendengar jumlah yang di minta oleh pria tersebut dan langsung di setujui oleh Tuan nya, seakan tersedak dengan liur nya sendiri, bukan angka yang sedikit yang mereka sepakati.


Tuan Mario duduk sesaat di ruang tamu rumah tersebut, lalu membicarakan tentang langkah apa yang akan mereka lakukan selanjut nya.


''Aku mau, besok kita akan pergi mbawa pria itu untuk menunjukkan di mana lokasi mereka membunuh Dinda, siapa tau jasad nya di temukan oleh warga sekitar tapi tidak di ekpose di media, maka nya kita tidak tahu.'' Ucap Tuan Mario.


''Baik Tuan, Sekarang harus kita apakan orang itu Tuan ?''


''Biarkan saja, jangan lakukan apapun, kalau tidak dia tidak akan mengatakan siapa dalang di balik semua ini.''


''Baik Tuan.''


''Kalian awasi dia baik-baik, jangan sampai dia kabur, besok pagi aku akan kembali kemari untuk mendengarkan siapa orang yang sudah meminta nya membunuh Dinda.''


''Kenapa tidak Tuan tanyakan saja sekarang.?''


''Aku tak ingin gegabah, biarkan saja dia tenggelam dengan iming-iming uang satu T yang sudah dia minta itu.''


''Baiklah Tuan.'' Jawab anak buah Tuan Mario lalu membukakan pintu untuk Tuan nya.


Tuan Mario segera pulang dengan sopir nya


''Jika Nyonya tanyakan nanti, jangan bilang kita kemari'' Ucap Tuan mario pada sang sopir saat dalam perjalanan pulang.


''Baik Tuan.''


''Malam ini istirahat lah pak, karna besok kita akan se suatu tempat.''

__ADS_1


sang sopir hanya mengangguk seraya melirik Tuan nya dari balik spion mobil.Setelah itu tak ada lagi percakapan yang terjadi antar kedua nya, hanya ada keheningan di dalam mobil, seraya mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan kota.


Tbc....


__ADS_2