Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 69


__ADS_3

Di dalama ruangan kerjanya tuan Mario, di sana masih ada Irfan dan sang papa yang sedang berbicara serius, Tuan Mario menceritakan tentang penemuan Dinda di sana berawal dari tertangkap nya si pembunuh bayaran yang berhasil dibtenukan di luar negri sana.Irfan hanya mendengarkan saja setiap kata demi kata yang di katakan oleh Tuan Mario, Irfan tak menyangka jika ayah nya akan bertindak sejauh ini demi menemukan istrinya kembali.


Irfan masih sangat penasaran tentang siapa dalang dari penculikan itu, apalagi kata sang papa yang di sewa nya adalah pembunuh bayaran, tentunya orang itu ingin melenyapkan Dinda untuk selama nya.


''Paaa..., Siapa yang merencanakan ini semua, kita harus membalaskan apa yang telah dia lakukan terhadap Dinda selama ini.'' Ucap Irfan


''Apakah kamu bisa untuk mengontrol emosi mu jika papa memberitahukan nya pada mu.''


Irfan semakin penasaran dengan jawaban sang papa.


''Apa orang itu masih berkeliaran di luar ? Kenapa papa tidak menangkap nya sekalian.''


''Papa tidak mau menangkap nya.''


''Kenapa ?'' Irfan mengeryitkan alis nya.


''Papa serahkan semua nya pada mu, biar kamu yang akan menghukum nya. Tapi ingat tidak dengan membunuh.''


''Tapi pa, orang itu sudah mencoba membunuh istri kua, bagaimana bisa aku akan memaaf kan nya.''


''Papa tidak meminta mu untuk memaaf kan nya, cuma saja tidak dengan cara membunuh, cukup dengan memberi pelajaran saja.''


Irfan pun terdiam mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut sang papa.


Tuan Mario membalikkan leptopnya ke arah Irfan, di sana sudah memperlihatkan siapa orang yang berada di depan pintu rumah tadi saat Dinda yang membukan pintu. Irfan tersentak saat melihat sosok Celine lah yang berada di sana, jadi orang yang di maksud oleh papa nya adalah Celine.


''Pa, maksud papa Celine yang melakukan itu semua.''


Tuan Mario hanya mengangguk seraya tersenyum menatap putra nya dengan meyakinkan nya.


Irfan sangat emosi setelah mengetahui siapa otak dari penculikan Dinda, karena selma ini Celine begitu dekat dengan nya tapi kenapa dirinya tidak pernah menyadari sedikit pun tentang kelicikan nya.


''Tidak bisa di biarin pa, aku harus memberinya pelajaran, dan dia harus menanggung akibat dari perbuatan nya itu.'' Irfan menggepal kan tangan nya dengan kuat.


''Sabar fan, biarkan Kelvin bermain-main dengan nya sebentar lagi.''


''Maksud papa.?'' Irfan bingung apa maksud dari perktaan sang papa barusan.


''Iya, biarkan Kelvin terus meneror nya sampai akhirnya dia akan mengaku dengan perbuatan terkutuk nya itu.''


''Jadi selama ini Kelvin sudah tau tentang ini semua.''

__ADS_1


Tuan Mario hanya mengangguk saja.


''Awas kau Vin.'' Gumam Irfan.


''Kelvin tidak memberitahu munkarena aku yang melarang nya, jangan marahi dia.'' Tuan Mario rau kalau putra nya itu juga kesal terhadap Asisten kepercayaan nya itu.


Soal Celine lebih baik kamu bicarakan dengan Kelvin dulu, karena saat ini Kelvin sedang mengerjai nya dia terus meneror perempuan itu, Kelvin tidak membiarkan perempuan itu hidup dengan tenang setelah kami menemukan pembunuh yang di sewa nya dulu.


Irfan terdiam, sepertinya Irfan tertarik dengan apa yang di lakukan oleh Asisten nya itu.


''Baiklah, pa. Irfan keluar dulu.'' Permisi Irfan


Irfan keluar dari ruang kerja sang papa menuju ke kamar nya ingin mengambil ponsel dan menghubungi Kelvin segera.


Saat masuk ke kamar, ternyata ponsel nya sedang di gunakan oleh Dinda yang asik bervideocall dengan Nurmi.


''Mas, maaf aku pakai ponsel mu tanpa permisi.'' Ucap Dinda saat melihat suami nya masuk ke kamar.


''Tidak masalah sayang, pakailah sesuka mu.''


''Hay Om Irfan,'' Sapa Nurmi di layar ponsel nya.


'' Hay Nurmi, gimana di sana, sehat semua kan.''


''Nurmi, apa bapak masih di kebun ya.'' Tanya Dinda.


''Iya kak, aku hari ini tidak ke kebun, aku pergi ke kota tadi mencari pekerjaan di toko-toko, mungkin ada yang butuh karyawan baru, aku kan udah ada motor, jadi mudah untuk ke kota.'' Cerita Nurmi


''Ohh Benar kah.''


Nurmi haya tersenyum saja.


Sedangkan Irfan hanya berbaring di belakang Dinda bersama Aliando, namun tangan jahil nya terus saja mengelus-elus pinggang sang istri, Dinda membulat kan mata nya dengan perlakuan sang suami.


''Nurmi, udah dulu ya. Al nya rewel ni, salam ya buat bapak sama ibuk.'' Dinda mengakhiri panggilan video nya bersama Nurmi, Sedangkan Irfan hanye terkekeh dengan tingkah sang istri.


''Al, gak rewel kok sayang dia malah tertawa aja sama aku.''


''Iya Al nya gak rewel, tapi papa nya yang rewel'' Ketus Dinda.


Irfan semakin terkekeh dengan jawaban sang istri.

__ADS_1


''Sayang, papa di bilang rewel sama mama kamu, padahal papa kan baik budi kan sayang.'' Irfan berbicara dengan putra nya sambil menirukan suara bayi.


''Ihh Mas apaan sih.'' Dinda mencubit tangan suami nya yang terus saja nakal.


Irfan memegang tangan istrinya yang terus mencegah nya, Irfan duduk dengan tegak dan menatap manik istrinya itu.


''Sayang, sampai kapan kau akan menerima ku kembali.?'' Tanya Irfan serius.


Dinda yang melihat Irfan dalam mode seriusnya jadi gelagapan.


''Te... Terima, bukan nya aku sudah di sini itu artinya aku sudah menerima semua masalalu ku kembali, Mas.''


''Iya, tapi aku ingin Dinda ku yang dulu, yang selalu manja dengan ku, aku ingin bermanja-manja dengan mu tanpa ada rasa canggung antara kita, aku suami mu sayang, aku bukan orang lain.''


''Maaf kan aku Mas, aku akan mencoba untuk terbiasa dengan mu, walaupun aku tidak sepenuh nya ingat tentang masalalu kita.'' Jawab Dinda lirih.


''Maaf sayang, maafkan aku yang sudah egois karena memaksa mu untuk mengingat semua nya.'' Irfan segera minta maaf saat melihat Istrinya tertunduk lesu, Irfan takut Dinda akan memaksa mengingat semua nya dan kepala nya akan sakit lagi.


Irfan menarik istrinya dalan pelukan dan mengusap kepala nya.


''Aku akan sabar menanti saat di mana kau akan siap menerima ku lagi.'' Ucap Irfan, Dinda semakin merasa bersalah terhadap Irfan, karena beberapa hari ini dirinya tidak bersikap layak nya seorang istri, itu semua karena Dinda masih malu terhadap Irfan.


''Mas, aku janji akan mencoba sebusa ku untuk menjadi istrimu kembali, kita mulai dari awal lagi ya.'' Dinda mendongakkan kepala nya.


Irfan mengeryitkan dahi nya saat mendengar mulai dari awal.


''Maksud nya sayang ?''


''Kita mulai dari awal, dari pertama kita pacaran dulu.'' Ucap Dinda


Irfan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, pacaran ? Kapan mereka pacaran ? dekat saja setahun setelah menikah, jadi Irfan harus memulai dari pacaran yang man. Irfan benar-benar bingung, karena tak mau mengecewakan sang istri, akhirnya Irfan mengangguk kan kepala nya tanda setuju dengan tawaran sang istri.


Tbc


...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya bestie


Dukung terus, dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


Salama sayang dari author Jhuwee dealova😘😘


Dukungan kalian sangat berarti buat ku 🫰🫰


__ADS_2