Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 49


__ADS_3

setelah sedikit berbincang-bincang di ruang tamu dengan Celine, Irfan mengajak nya untuk sarapan. Celine yang mendapat kan tawaran sarapan di rumah orang yang di sukai nya, seakan dirinya ketiban durian runtuh. Tapi walau demikian, Celine tidak langsung setuju akan tawaran tersebut, pasti nya pura-pura menolak dulu lah.


''Celine, karna kamu sudah di sini gimana kalau kita sarapan saja dulu, kamu pasti belum sarapan kan.'' Ajak Irfan.


''Tidak usah Fan, aku tidak enak sama Mama kamu.'' Tolak Celine.


''jangan sungkan, Mama care kok orang nya.''


''Beneran gak papa ya.?''


''Iya, tenang aja '' Irfan berjalan memasuki dapur dengan menenteng keranjang buah yang di bawakan oleh Celine tadi di tangan nya.


Sampai di dapur, Irfan melihat Mama nya masih duduk di meja makan sambil mamain kan ponsel nya. Namun seperti nya sarapan nya sudah selesai.


''Ma...'' Panggil Irfan.


Mama Rose menoleh saat nama nya di panggil dan melihat ada Celine di belakang putra nya, Pasti Irfan menawari perempuan itu sarapan di sini, pikir Mana Rose.


''Mama udah siap sarapan ya.?'' Tanya Irfan saat melihat piring di depan sang Mama sudah kosong.


''Iya Nak, kamu mau sarapan ya ?''


''Iya Ma, sekalian Celine juga belum sarapan.''


''Oohh, iya sudah, Bikk.... Bawakan bubur nya Irfan kemari.''


Mama Rose sebenar nya tidak suka dengan kehadiran Celine di sini, namun apa yang di katakan suami nya tadi ada benar nya, jika Dinda tidak kembali lagi, setidak nya Irfan bisa membuka hati nya untuk wanita lain, tidak terpuruk dalam kesedihan kehilangan istri nya selalu.


''Silahkan duduk,'' Ucap Mama Rose datar, karena dari tadi Celine hanya berdiri saja di samping kursi.


''Baik Tante.'' Jawab Celine girang.


''Tidak sia-sia aku menyingkirkan perempuan itu, sebentar lagi aku akan menjadi menantu di keluarga ini. Hahh sungguh kasihan nasip mu perempuan sialan'' Celine membatin seraya senyum-senyum sendiri.


***


Setelah meninggal kan mension milik nya, Tuan Mario langsung saja melaju ke sebuah lrumah tua yang sudah di kunjungi nya tadi malam, hari ini Tuan Mario ingin melihat di mana tempat Dinda di buang, dan siapa dalang di balik semua ini.


Sesampai mereka di sana, Ruan Mario langsung masuk ke dalam rumah, di sana ramai sekali anak buah nya yang menjaga tempat tersebut, jangan sampai penjahat itu bisa kabur.


''Apa dia sudah kalian beri makan ?'' Tanya Tuan Mario pada Joni, anak buah yang paling di percayai nya.

__ADS_1


''Sudah Tuan.'' Jawab Joni.


''Bagus, jangan biarkan dia mati kelaparan sebelum kita dapat kan informasi dari nya.''


''Baik Tuan.''


Setelah sedikit berbincang-bincang, Tuan Mario dan Joni langsung masuk ke dalam kamar di mana pria itu di sekap dan di ikuti beberapa anak buah nya.


''Apa kamu sudah siap untuk berbicara hari ini.?'' Tanya Tuan Mario santai.


Pria itu hanya mendengar tanpa ada niat untuk menjawab.


''Sekarang kita mulai dari siapa yang membayar mu.?''


Pria itu masih diam tak mau menjawab, seperti sudah berubah pikiran tentang tawaran nya satu triliun tadi malam.


''Aku tidak suka mengulangi pertanyaan.'' Tegas Tuan Mario.


''Katakan siapa yang membayaru ? jangan buat Tuan Mario harus menunggu untuk jawaban dari mu.'' Bentak Joni, karena lelaki itu tak kunjung menjawab.


Satu menit..... Sepuluh menit... Masih tak ada jawaban, Akhir nya Joni mendarat kan bogem mentah nya tepat di hidung pria tersebut yang membuat darah segar mengalir di sana.


''Bawakan ponsel nya kemari'' Perintah Tuan Mario


Satu anak buah Tuan Mario segera mengambil Ponsel milik pria itu dan menyerah kan pada Bos nya. Joni mengambil dan menghidup kan ponsel tersebut, namun tak bisa terbu karena ada kunci sandi nya, tapi bukan hal yang sulit untuk membuka sandi tersebut karena cukup dengan mengarahkan ponsel tersebut pada wajah sang pemilik, dan klik ponsel langsung terbuka.


Sesaat setelah mengambil hp dari tangan nya Joni, Tuan Mario langsung saja membuka galeri di ponsel tersebut lalu memperlihatkan foto pria itu dengan seorang gadis kecil.


''Apa ini putri mu.?'' Ucap Tuan Mario


Pria itu membelikkan mata saat melihat foto nya denagn putri di layar hp tersebut.


''Jangan Macam-macam dengan keluarga ku.'' Ucap pria itu.


Tuan Mario merogoh kantong nya untuk mengambil ponsel, lalu menelfon seseorang di luar negri dan memberi perintah.


''Culik gadis keci yang ku kirim foto nya sebentar lagi '' Tuan Mario memberi perintah.


''Hei jangan lakukan itu, jangan sentuh putri ku.''


''Apa kabar nya dengan putri ku yang sudah kau bunuh.?''

__ADS_1


Pria tersebut terdiam, tak tau harus berkata apa lagi, karena diri nya sudah bersalah


''aku minta maaf tuan, jangan lukai putri ku Tuan, aku berjanji akan memberitahukan siapa yang menyuruh ku menculik putri mu, tapi lepaskan keluarga ku, mereka tidak bersalah dalam hal ini.''


''Lantas apa salah Putri ku terhadap mu ?'' Ketus Tuan Mario


''Aku hanya menjalan kan tugas saja Tuan, aku tidak tau kalau yang ku culik waktu itu adalah putri mu.''


''Sekarang katakan siapa yang sudah membayar mu melakukan semua ini dan apa motif nya.?''


'' Untuk motif aku tidak tau Tuan, tapi untuk siapa yang membayar, aku masih menyimpan kontak nya di ponsel ku.''


''Siapa nama nya di sini.'' Tanya Tuan Mario seraya mengotak atik kembali ponsel pria tersebut.


''Di situ tersempan dengan nama Nona bayaran tinggi.''


Tuan Mario mengerut kan dahi nya saat mendengar nama yang di simpan oleh nya, itu artinya yang merencanakan semua ini adalah seorang wanita dan dengan bayaran yang sangat besar. Apa motif orang itu sebenar nya, karena setahu Tuan Mario, selama ini Irfan tidak pernah punya musuh baik di dunia bisnis maupun dunia pribadi nya.


''Ambil nomor ini dan segera lacak, aku ingin tahu siapa yang sudah merencanakan pembunuhan kepada putri ku.'' Tuan Mario menyerah kan ponsel tersebut kepada Joni.


''Baik Tuan,''


Joni segera keluar dari dalam kamar tersebut seraya membawa ponsel tadi untuk mengirimkan nomor yang di maksud pada orang yang ahli dalam meretas data.


Sedang kan Tuan Mario masih di dalam sana bersama dua orang anak buah lain nya dan juga sibpenjahat tersebut.


Sesaat menunggu, akhir nya Joni kembali masuk kesana tentu nya dengan hasil yang di tunggu oleh Tuan nya.


''Tuan hasil nya sudah ada.'' Ucap joni seraya menyerahkan ponsel nya pada Tuan Mario.


Alangkah terkejut nya Tuan Mario saat melihat foto yang ada di layar ponsel nya joni, karena baru tadi pagi perempuan tersebut berada di rumah nya, bahkan sebelum kemari, Tuan Mario sempat bertegur sapa dengan nya.


Tbc.....


Mohon dukungan nya kawan-kawan


Like, komen dan subscribe ya😁


Dukungan kalian sangat berarti bagi author


terimakasih bestie 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2