Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 84


__ADS_3

Irfan menimang-nimang perkataan nya Dinda, mungkin ide nya Dinda tidak buruk, dari pada asisten nya itu jomblo seumur hidup, selama bekerja dengan nya, tak sekalipun Irfan melihat Kelvin tertarik dengan perempuan manapun.


''Ya sudah, Mas minta Kelvin untuk mengantar Nurmi, tapi harus anterin kemana ?''


''Kemana ya Mas...?'' Dinda jadi berfikir, alasan apa yang tepat agar mereka bisa keluar bareng.


''Kamu suruh aja Nurmi mencari gaun yang pas untuk acara ulang tahun Al nanti.'' Usul Irfan


Dinda mengangguk-angguk kan kepala nya mengerti dengan usulan sang suami. Dinda segera keluar untuk mencari keberadaan Nurmi, sedang kan Irfan langsung menghubungibsang Asisten agar segera datang.


Nurmi mendengar jika diri nya di suruh membeli lagi pakaian, jadi bingung sendiri, karena baru kemarin diri nya dan yang lain berbelanja banyak hal.Masak iya hari ini harus beli baju lagi.


''Nurmi, ini gaun untuk malam acara puncak nya, kamu pergi pilih sendiri ya di butik langganan nya kakak. Nanti Kelvin akan menemani kamu.'' Bujuk Dinda


''Kak, memang nya harus ya pakai gaun khusus, gitu ?''


''Iya dong, kamu kan tante nya Al, jadi kamu juga harus tampil sempurna di malam itu.''


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Nurmi pun setuju, berjalan ke kamar untuk mengganti baju dan mengambil tas nya.


Setelah bersiap-siap beberapa saat, akhirnya Nurmi keluar dari kamar dengan pakain yang rapi dan cantik, Nurmi bahkan tidak terlihat seperti gadis-gadis desa yang kampungan.


''Kak, Nurmi udah siap.'' Ucap Nurmi saat sampai di depan, di sana sudah ada Kelvin dan juga Dinda yang menunggu nya.


''Ya sudah, sekarang segera berangkat. Oya Vin, sekalian bawa Nurmi jalan-jalan ya, jangan langsung pulang setelah dari butik.''


''Baik Nona,'' angguk Kelvin dengan sopan, dalam hati Kelvin terasa sedikit senang karena Nona nya memerintah kan untuk bawa gadis yang diam-diam di taksir oleh nya untuk jalan-jalan.


''Kak, Nurmi pergi ya.'' Ucap Nurmi seraya melambaikan tangan.


''Hati-hati. have fun.'' Dinda merasa bahagia, berharap mereka berdua akan cocok .


Jika mereka berdua berjodoh, maka pak Asep dan bu Tuti tidak harus kembali ke kampung, mereka akan di ajak tinggal di sini oleh Dinda.


Di perjalanan, Kelvin melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, Nurmi hanya diam saja di dalam mobil tersebut, karena tidak tau harus menayakan apa pada Kelvin . Sampai di butik tujuan mereka, Kelvin membuka kan pintu untuk Nurmi.


''Silahkan, Nona.'' Ucap Kelvin


''makasih, Om.'' Jawab Nurmi dengan senyuman manis nya.


Nurmi berjalan mengekori Kelvin dari belakang.


Para pegawai di butik tersebut sudah kenal dengan Kelvin, karena ini butik langganan nya Mama Rose dan juga Dinda.


''Selamat siang, tuan Kelvin'' Sapa salah satu pegawai di sana.


''Siang, tolong pilih kan gaun yang sesuai untuk nya.'' Ucap Kelvin pada pegawai tersebut.


Pegawai itu pun langsung mengarah kan Nurmi untuk memilih beberapa gaun dan mencoba nya.

__ADS_1


Setelah mencoba, Nurmi jadi bingung untuk memilih salah satu antar dua gaun yang ia sukai.


''Om, menurut mu mana yan lebih bagus.?'' Nurmi mengangkat dua buah gaun di kanan dan kiri tangan nya, meminta Kelvin untuk memilih.


''Dua-dua nya bagus.'' Jawab Kelvin, Kelvin juga bingung harus memilih yang mana, karena kedua gaun tersebut sam-sama bagus di mata nya.


''Aahh, Om gak ada solusi, Nurmi bingung harus milih salah satu antara dua gaun ini, karena dua-dua nya cantik.'' Ucap Nurmi lagi.


''Kalau gitu, ambil saja Dua-dua nya.''


''Eehh, jangan. Nanti apa kata kak Dinda.''


''Tidak apa-apa Nona, saya rasa, Nona Dinda tidak akan keberatan.''


''Gak ah.'' Nurmi menimang-nimang mana yang akan di ambil nya, lalu memberikan salah satu yang di pilih pada pegawai butik tersebut. Dan mengembalikan pada gantungan yang tidak di pilih nya.


Tanpa sepengetahuan Nurmi, Kelvin mengambil kembali gaun yang di simpan oleh Nurmi dan ikut membayar bersama gaun yang satu nya tadi.


Setelah selesai dengan membayar, kedua nya keluar dari butik tersebut.


''Sekarang kita kemana lagi Om.?'' Tanya Nurmi


''Terserah Nona, kemana Nona ingin pergi.''


''Aku sih gak tau mau kemana, kan aku baru di sini.'' Nurmi menyungging kan senyum


''Ya sudah, sekarang kita makan saja dulu, Nona. Nanti baru kita fikirkan mau kemana, karena Nona Dinda meminta saya untuk membawa anda jalan-jalan.''


''Iya.'' Kelvin menoleh, melihat wanita di samping yang memanggil nya.


''Jangan pangil aku Nona terus-terusan, aku rasa sebutan itu tidak pantas buat ku.''


''Tapi, anda kan adik dari Nona Muda.''


''Iya, tapi panggil Nona untuk kak Dinda saja, jangan untuk ku, aku merasa tak nyaman.''Jelas Nurmi


''Lantas saya harus manggil apa?''


''Panggil aja Nurmi.''


''Tapi, itu tidak sopan, jika saya hanya memanggil nama saja.''


''Pokok nya Om harus manggil itu, jangan panggil Nona lagi. Titik.'' Tegas Nurmi


Kelvin tersenyum mendengar penegasan dari Nurmi.


''Baik, tapi ada syarat nya.''


''Syarat ?'' Nurmi mengeryit kan alis nya. ''Kok pakek syarat ?'' Sambung nya lagi.

__ADS_1


''Iya, gimana kamu setuju gak.?'' Tanya Kelvin


''Apa syarat nya.''


''Kamubgak boleh manggil aku Om, lagi''


''Kenapa gak boleh. Om kan memang udah Om-Om.'' Jawab Nurmi


''Siapa bilang saya sudah Om-Om. Saya masih muda gini.''


''Tapi, Om kan kayak nya sebayaan sama Om Irfan.''


''Memang saya hampir seusia Tuan Muda. Tapi saya kan lebih muda dari nya.''


''Hmmm, Terus harus manggil apa kalau jangan Om.''


''Terserah kamu, yang penting jangan Om.''


Nurmi menimang-nimang, kira-kira panggilan apanyang cocok di panggil untuk Kelvin selain Om.


''Om, aku bingung harus manggil apa.''


''Panggil yang biasa kamu panggil untuk lelaki yang lebih tua dari mu saja.''


''Biasa nya kalau untuk Om-Om sebaya dengan mu, aku manggil nya paman.'' Jawab Nurmi polos.


''Itu sama saja, Nona Nurmi......''


''Panggil kakak aja deh, biar gak ribet. Boleh ya kak Kelvin'' Nurmi mengedip-ngedip kan mata nya ke arah Kelvin, yang nampak sangat imut di mata nya Kelvin.


''Hee hee, gak buruk juga sih, ya udah itu aja boleh deh.'' Jawab Kelvin akhir nya.


''Oke, berarti mulai sekarang jangan panggil Nona lagi ya. Janji.'' Nurmi mengarah kan jari kelingking nya di depan wajah Kelvin.


''Apa ini.'' Bingung Kelvin


''Janji, kak Kelvin harus janji kalau mulai sekarang jangan panggil Nona lagi untuk ku.''


''Iya baik lah, Nurmi.'' Kelvin menautkan jari kelingking nya ke jari Nurmi, mereka berjanji untuk sebuah panggilan.


Kedua nya terlihat sudah sedikit lebih akrap, tidak lagi kaku seperti biasa nya. Sampai di depan Mall mereka langsung turun, dan tempat pertama yang mereka kunjungi adalah restaurant untuk mengisi perut kedua nya yang lapar.


Tbc....


Tinggalkan jejak kalian bestie


Dengan cara like komen subscribe dan vote


Dukungan kalian jadi motivasi buat author terus menulis

__ADS_1


Salam sayang dari author Jhuwee dralova


Terimakasih


__ADS_2