Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 39


__ADS_3

Hari berganti hari jam berganti jam, tapi Dinda belum juga di temukan, entah di manakah keberadaan nya Irfan dan keluarga nya belum mendapat kan kabar.


Hari ini tepat tiga hari setelah tragedi penculikan Dinda terjadi, selama tiga hari pula Irfan terus mencari keberadaan Dinda di kota ini. Karena sudah tiga hari pencarian tapi belum ada hasil nya juga, Hari ini Irfan memutuskan dengan brat untuk kembali ke kota asl nya, karena sang mama pun sudah meminta nya untuk pulang, dan menyerahkan masalah ini pada kepolisian setempat.


Saat hendak berangkat dari Bandara, mata Irfan selalu menatap segala arah, mengharap menemukan Dinda di antara banyak nya orang-orangbyang berlalu lalang.


''Tuan, sudah saat nya'' Ucap Kelvin membuyarkan lamunan Irfan.


Irfan tak menjawab, dengan berat hati berjalan menaiki pesawat pribadi milik keluarga nya dan meninggalkan kota tersebut.


Setelh menempuh jalur udara beberapa saat, akhir nya Irfan dan Kelvin sampai di Mension keluarga Tuan Mario.


''Fan, gimana Dinda nak ?'' Tanya Mama Rose cepat saat melihat Putra nya masuk dengan langkah gontai nya.


''Nona Dinda belum ada kabar, Nyonya.'' Kelvin yang menjawab, Karena Irfanbdaribtadi hanya diam saja tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Irfan terlihat seperrti orang yang kehilangan semangat hidup nya, Irfan saat ini sedang merasakan sakit yang teramat sangat, kehilangan Dinda kali ini begitu berbeda dengan kehilangan Natasya dulunya.


Jika dulu Natasya pergi meninggalkan nya untuk selamanya, Irfan sudah tau di mana Natasya, tpi lehilangan Dinda dengan cara di culik, Irfan tidak tau gimana keadaan Istri nya, baik-baik saja kah dia apa masih hidup atau tidak bahkan Irfan pun tak tau. Itulah yang mbuat Irfan sangat prustasi.


''Maa, Dinda Ma, Dinda gak ada di mana-mana.'' Tangis Irfan pecah dalam pelukan sang Mam akhir nya, Nyonya Rose mengantar kan Irfan ke kamar nya untuk beristirahat, karena apapun yang di tanyakan oleh nya dan Suami dari tadi tak di jawab Irfan.


''Sayang, kita akan berusaha mencari Dinda, kamu yang sabar Nak.'' Ucap Mama Rose dalam isak tangis nya seraya memeluk sang Putra.

__ADS_1


Irfan terus saja menangis dalam pelukan Mama Rose, sampai akhir nya tertidur, entah karena kelelahan atau memang karena mengantuk, Karena sudah dua hari ini Irfan tak tidur, hanya mencari Dinda kesana kemari saja.


Setelah Irfan sedikit tenang dan tertidur, Nyonya Rose keluar dari kamar Irfan dan meninggalkan nya sendirian.


''Paaa, apa yang harus kita lakukan sekarang ?'' Ucap Mama Rose saat sudah duduk di samping sang Suami.


''Papa juga udah nyuruh orang untuk mencari Dinda ma.''


''Paaa, Irfan terlihat sangat hancur sekali, Mama gak tega liat nya pa,''


''Papa juga sama Ma, Papa kasihan sekali melihat Irfan harus kembali merasakan kehilangan orang yang di cintai nya.'' Jels Sang Papa.


***


Di lain tempat.


''Nak, apa kamu udah merasa baikan ?'' Tanya Bu Tuti saat menyuapi sarapan untuk Dinda.


Dinda hanya mengangguk dan tersenyum, Dinda mengingat nama nya adalah Dinda karena bayang-bayang siapa diri nya masih melekat di ingatan nya, tapi tidak semua nya dia ingat. Dia hanya ingat jika diri nya Dinda dan dia sudah menikah tapi dia belum ingat siapa suami nya.


Dinda tidak memberi keterangan apapun pada Polisi, karena Polisi selalu menanyakan apakan dia bunuh diri, apakah dia hamil di luar nikah ? Dinda bingung harus menjawab apa, karena dia tidak ingat apapun kenapa diri nya bisa di bilang bunuh diri.


Dinda tidak ingat karena waktu tubuh nya di gulingkan ke dalam jurang, dia masih dalam keadaan pingsan. Jadi sulit untuk mengingat kejadian yang sebenar nya.

__ADS_1


''Buk, apa iya aku bunuh diri ?'' Tanya Dinda akhir nya setelah dua hari hanya berdiam diri, bahkan Polisi pun tak lagi menyeliki kasus penemuan Dinda, karena Polisi menyimpulkan Dinda bunuh diri karena kekasih nya tak mau bertanggung jawab atas anak yang di kandung nya.


''Ibu tidak tau nak, jika ingatan mu sudah pulih nanti kita akan tau siapa yang sudah mbuat mu seperti ini.'' Jawab Bu Tuti.


Dinda tak lagi menjawab hanya mengelus-elus perut nya, karena kata Bu Tuti Dinda sedang hamil, tapi tak ada bayangan sedikit pun dalam kepala Dinda tentang kehamilan nya. Dinda mencoba mengingat semua nya tapi kepala nya kembali berdenyut saat dia memaksakan diri.


Karena Polisi tak lagi menyeliki kasus ini jadi pengobatan Dinda pun di hentikan, hari ini Dinda harus di bawa pulang oleh Bu Tuti dan Pak Asep walaupun keadaan nya belum pulih sempurna, karena Pak Asep tak cukup biaya untuk meneruskan perawatan Dinda.


''Nak, Bapak minta maaf, kayak nya kita harus pulang hari ini, karena pihak Polisi tak lagi membiayai pengobatan mu dan Bapak tidak sanggup membiayai nya.'' Ucap Pak Asep menyesal.


''Saya yang harus nya mintak maaf dan berterimakasih pada kalian berdua karena sudah mau merawat saya, padahal saya bukan siapa-siapa kalian.'' Dinda terharu.


''Jangqn ngomong gitu nak, sesama manusia kita memang harus tolong menolong.'' Jawab Bu Tuti seraya mengelus tangan Dinda.


''Ya sudah, Ibuk siap-siap terus ya, bapak mau nyari taksi dulu di luar, nanti kalau sudah ada taksi nya bapak balik kemari lagi.''


Bu Tuti hanya mengangguk dan mengemasi barang-barang mereka agar bisa segera pulang. Setelah semua nya selesai Dinda pun di dorong keluar menggunakan kursi roda oleh Pak Asep menuju taksi yang sudah menunggu mereka di luar Rumahsakit.


''Nak, jika tidak nyaman duduk nya, rebahan aaja di pundak ibu, kita masih lama sampai nya.'' Ucap Bu tuti saat dalam perjalanan


''Makasih Buk.'' Dinda pun merebahka tubuh nya bersandar pada bu Tuti, karena merasa pusing di kepala nya.


''jangan terus berterimakasih nak, anggap lah kami seperti orang tua mu'' Ucap Bu Tuti sambil mengelus sayang kepala Dinda. Pqk Asep hanya tersenyum melihat kedekatan Istri nya dan Dinda, entah mengapa mereka berdua langsung menyayangi Dinda walaupun mereka tak mengenali nya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mereka sampai di rumah Pak Asep dan Bu Tuti, di sana sudah ada Nurmi yang menunggu kedatangan mereka, karena Bu Tuti sudah menefon Nurmi, meminta nya untuk pulang dari rumah Bude nya, dua hari ini Nurmi menginap di rumah Bude nya karena tak berani tidur sendirian di rumah.


TBC....


__ADS_2