
Siang sudah menjelang, di kediaman pak Asep yang masih terasa ramai karena kelaurga Dinda masih di sana. Saat ini mereka semua sedang bercanda ria melahap makan siang dengan suka, makan siang kali ini terasa sedikit spesial karena hidanga. yang di siapkan semua nya lezat-lezat, Pak Asep meminta kepada istri nya agar memasak makanan yang enak karena Dinda akan pulang ke rumah nya, hitung-hitung perpisahan dengan Dinda.
Irfan duduk di samping Dinda dan juga Al, tidak ada ruang sedikit pun antar kedua nya, karena di sana ada Bagas yang juga ikut makan siang, karena pak Asep tidak mengijin kan mereka pulang tadi nya, Pak Asep meminta agar makan siang di sini juga, apalagi selama ini pak Asep dan Bagas selalu baik terhadap Dinda.
''Sayang, aku mau ayam goreng nya lagi.'' Ucap Irfan di sela-sela makan mereka.
Dinda pun segera mengambilkan yang di pinta oleh sang suami.
''Sayang, kamu makan juga dong.''
''Nanti saja Mas, kalau aku makan Al tidak ada yang menggendong.''
''Ya sudah, buka mulut biar Mas suapin.'' Irfan menyodorkan nasi di depan mulut nya Dinda
Bukan nya membuka mulut, Dinda malah terdiam karena malu, di san sangat ramai orang jadi tidak mungkin Dinda menerima suapan dari Irfan.
''Mas makan saja ya, aku akan makan nanti''
''Kakak makan saja biar om Irfan suapi.'' Nurmi menggoda.
''Makan saja nak, tak perlu malu, Irfan kan suami mu.'' Mama Rose pun menimpali
Irfan semakin gencar menyuapi istri nya, apalagi Nurmi dan Mama Rose mendukung nya.
Dengan malu-malu, akhir nya Dinda menerima nasi suapan dari suami nya itu. Irfan terus saja menyuapi diri nya dan juga Dinda secara bergantian.
Setelah selesai makan, tinggal lah Dinda dan juga Nurmi yang membereskan dapur.
''Nurmi, sebenar nya kakak sedih harus meninggal kan kalian semua.'' Ucap Dinda lirih
Nurmi yang mendengar perkataan Dinda segera berhenti dari menyusun piring nya.
''Kak, jangan nangis ini semua memang harus terjadi, kakak harus kembali ke keluarga kaka, bukan kah ini yang kakak harap kan selama ini.'' Nurmi terisak
''Iya, memang benar ini yang kakak ingin kan, namun kakak tidak sanggup harus meninggalkan kalian, kalian semua sudah kakak anggap seperti keluarg,''
__ADS_1
''Nanti kita bisa videocall, kakak jangan sedih'' Padahal hari Nurmi tak kalah sedih dari Dinda, Nurmi sudah terbiasa dengan ada nya Dinda di sini.
''Kamu jaga bapak sama ibuk ya, mereka sudah kakak anggap ibuk dan bapak kakak sendiri, kalau ada apa-apa jangan pernah segan untuk menghubungi ku. Kau dengar.''
''Iya kak.'' Nurmi mengangguk.
Setelah drama antara Nurmi dan Dinda di dapur tadi, sekarang Drama yang mengandung bawang pun berlanjut saat mereka hendak berangkat.
''Ibuk sama bapak baik-baik di sini ya, bapak jangan terlalu capek, nanti asam urat nya kambuh.'' Ucap Dinda.
''Kamu juga jaga diri di sana ya nak, jagain Al dengan baik, Ibuk sangat menyayangi kalian berdua nak.'' But Tuti terisak saat memeluk Dinda.
''Iya Buk.''
''Kamu juga jaga diri ya, jangan susahin bapak sama ibuk, jagain mereka ya.'' Dinda memeluk Nurmi
''Iya kak, jangan pernah lupain kami ya kak. Kami sangat menyayangi kakak.''
''Aku tak akan pernah melupakan kalian, kalian keluarga ku. Telfon aku jika ada apa-apa nanti, Nomor mas Irfan sudah kamu simpan kan.'' Dinda mengusap air mata nya Nurmi.
Setelah berpamitan pada keluarga Pak Asep Dinda pun naik ke dalam helikopter begitu juga dengan yang lain nya, namun Irfan kembali turun dan berbicara pada Nurmi.
''Nurmi, pegang ini pakai ini untuk keperluan mu dan keluarga, setiap bulan nya aku akan mengirim uang kemari.'' Irfan menyodor kan kartu Atm pada Nurmi.
''Apa ini Om.'' Nurmi mengeryit kan dahi nya.
''Ambil dan pakai lah, nanti akan aku kirim pin nya.'' Irfan kembali menaiki helikopter yang sudah siap untuk terbang.
Warga yang berkeremunan pun menitikan air mata, melihat haru kepergian Dinda dari kampung mereka, Walaupun banyak yang tidak suka dengan Dinda tapi tidak sedikit yang menyayangi nya di sini. Di antara orang-orang itu ada Bagas yang hati kecil nya merasa pilu, namun beda hal nya dengan Farah yang menganggab Dinda memamer kan kekayaan karena di jemput dengan helikopter.
''Hei Nurmi jangan pura-pura sedih lagi, kan kamu udah di beliin motor baru sama keluarga nya si Dinda.'' Ketus Farah.
''Apaan sih Farah, aku sudah menganggap kak Dinda sebagai kakak ku sendiri.''
''Alaaah alesan aja, bilang aja mau moroti keluarga nya yang kaya itu.''
__ADS_1
''Bukan urusan mu Farah, lagian aku di berikan kartu Atm yang isi nya banyak, gak perlu aku poroti'' Nurmi menunjukkan kartu Atm yang di berikan oleh Irfan tadi.
Mata Farah membelik keluar saat melihat kartu Atm yang di tunjuk kan oleh Nurmi. Ada rasa iri dan cemburu di hati nya, kenapa dia dulu gak pura-pura baik aja sama Dinda biar bisa dapat motor sama kartu Atm juga.
Dinda terus saja terisak saat sedang dalam perjalan pulang.
''Sayang, jangan menangis terus nanti kepala mu akan pusing.'' Bujuk Irfan.
''Aku sedih Mas, mereka semua baik dengan ku.''
''Iya Mas tau, nanti kapan-kapan kita akan liburan kemari.''
Dinda menileh saat mendengar suami nya berjanji untuk datang kemari lagi.
Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih tiga jam, akhir nya mereka sampai di landasan helikopter di atas gedung perusahaan nya tuan Mario.
''Hati-hati sayang,'' Irfan memegangi tangan Istri nya dengan lembut agar Dinda tidak terjatuh.
Dinda melihat keindahan kota dari atap gedung tersebut saat sore hari, Dinda pulang kembali ke kota hanya menggunakan pakain biasa saja, jauh dari kata modis seperti diri nya dulu sebelum insiden itu terjadi. Namun tidak mengurangi kecantikan nya walaupun kulit nya sedikit terlihat lebih kusam, karena sudah lama tidak pernah mendapat kan perawatan.
''Ayo sayang.'' Irfan mengajak istrinya untuk segera turun dari sana dan mengambil alih Al dari dalam gendongan sang istri, sedang kan barang-barang nya Dinda dan Al sudah di angkut oleh Joni.
Di bawah sana mereka sudah di tunggu oleh supir pribadi nya tuan Mario, Irfan tidak meminta Kelvin untuk menjemput nya, karena mereka pulang saja dengan Mama Rose dan Papa Mario ke mension keluarga nya.
Saat sampai ke bawah, mereka segera masuk ke dalam mobil dan berangkat pulang ke mension untuk beristirahat karena semua nya pasti kelelahan, apalagi Aliando yang dari tadi rewel karena tidak terbiasa naik pesawat atau hilokopter.
Tbc...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian besti
Dengan cara like, komen, subscribe dan vote
Terimakasih 🙏
Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti buat ku. 🫰🫰