Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 43


__ADS_3

Hari mulai siang, para petani sayuran semua beristirahat di gubuk nya masing-masing, tak terkecuali Pak Asep dan Istri nya juga kembalibke gubuk mereka untuk makan siang, saat mendekat ke gubuk, Pak Asep melihat ada Dinda di sana.


''Loh, kok Dinda kemari ?'' Tanya pak Asep


''Iya pak, Dinda bosen di rumah terus seharian.'' Jawab Dinda


''Kalau mau kemari seharus nya nak Dinda kasih tau, jadi Bapak gak bawak motor, biar Nurmi bisa boncengin Dinda naik motor, jadi gak capek mendaki.''


''Ya udah pak, besok kami kemari naik motor Bapak deh.'' Sela Nurmi


''Iya, ayuk-ayuk makan siang dulu.'' Ajak Buk Tuti.


Semua nya sedang makan siang datas gubuk tersebut, suasana sangat harmonis dan sesekali bercanda ria, ada saja bahan candaan yang di buat Nurmi sehingga mengundang tawa dari semua orang.


Seusai makan siang dan beristirahat sebentar, Pak Asep dan yang lain nya kembali turun untuk melanjutkan pekerjaan nya, Nurmi bertugas untuk menyirap sayuran saat sore hari nya.


''Buk, Dinda bantu ya.'' Ucap Dinda


''Gak usah nak, kamu istirahat saja, kamu jangan kecapean loh.''


''Gak capek kok Buk, Dinda bantu cabuti rumput aja biar gak capek, boleh ya Buk.?'' Bujuk Dinda


''Ya sudah, tapi kalau kamu merasa cpek, langsung istirahat ya nak.''


''Siap Buk'' Dinda seraya membuat hormat.


Saat sedang mencabuti rumput-rumput kecil yang tumbuh di antara sayuran sawi yang pak Asep tanam, Dinda tiba-tiba terfikirkan akan keluarga nya, apakah selama ini mereka mencoba mencari nya atau tidak, tidak ada nya hp membuat Dinda tidak tau tentang dunia luar, Nurmi sering menawarkan hp nya untuk di pakek Dinda, tapi Dinda selalu menolak nya karena berfikir diri nya tidak butuh itu.


Saat sore hari, para petani semua turun dari gunung untuk pulang ke rumah nya masing-masing. Begitu juga dengan keluarga Pak Asep. Dinda kali ini di bonceng dengan motor oleh Nurmi, sedangkan Pak Asep pulang mengayuh sepeda bersama sang Istri.

__ADS_1


''Pak Asep, tumben naik sepeda'' Sapa Salah satu warga yang berpas-pasan


''Iya Buk, Motor di bawak sama anak-anak.''


''Ohh Gitu ya, ya sudah kami duluan ya pak, Buk'' Ucap Ibuk-Ibuk tersebut pulang dengan mengendaria motor milik nya.


Sesampai mereka di rumah, Dinda langsung membersihkan diri bergantian dengan Nurmi, setelah itu barulah mereka masak bersama untuk makan malam keluarga kecil itu.


***


Di kota besar, tepat nya di tempat keberaadan Irfan dan orang tua nya, yaitu di Mension keluarga Irfan.


''Fan, gimana kelanjutan pencarian Dinda ?'' Tanya Tuan Mario.


''Belum ada titik terang pa,'' Jawab Irfan lemah.


''Apa kamu sudah putus asa, dan tidak mencari nya lagi.''


''Gak kok Pa, Irfan yakin Dinda masih hidup dan akan kembali pada Irfan.''


''Lantas belakangan ini kamu sering keluar makan dengan perempuan fatrner bisnis mu itu.'' Sindir Mama Rose,


Mama Rose mengetahui jika belakangan ini Irfan sering keluar dengan Celine walau hanya sekedar makan siang atau minum kopi di Cafe saja. Mama Rose dapat informasi itu tentunya dari Asisten putra nya yaitu Kelvin .


''Irfan gak ada hubungan apapun dengan Celine, Ma. Irfan dan dia hanya sebatas hubungan kerja sama saja.'' Irfan membela diri.


''Cinta akan tumbuh karena sering bersama.'' Sindir sang Mama lagi.


Irfan terdiam mendengar ucapan sang Mama, karena ucapan Mama Rose memang benar ada nya, dulu dia dan Dinda juga tidak ada perasaan apa-apa, tapi cinta itu tumbuh setelah mereka tinggal bersama.

__ADS_1


Sepertinya mulai sekarang, Irfan harus membatasi diri nya dengan Celine, karena belakangan ini Irfan sering mengiyakan ajakan Celine walau hanya sekedar minum kopi bersama, itu semua Irfan lakukan karena melihat sikap Celine yang jauh berubah dari Celine yang dulu. Celine sekarang terlihat lebih sopan dan kalem, tidak agresif seperti dulu, tanpa Irfan sadari itu adalah trik nya Celine unuk mendekati Irfan, seperti yang Celine duga, Irfan akan sedikit membuka diri dengan sikap Celine yang sekarang.


Seusai berbicara dengan kedua orang tua nya, Irfan berjalan menaiki tangga menuju kamar nya, selama Dinda belum di temukan,Irfan masih tinggal di Mension tanpa berniat kembali ke Apartemen nya dulu.


Irfan merebahkan rubuh nya di ranjang milik nya da Dinda, Irfan mengelus kasur di mana biasa selalu ada Dinda yang berbaring di sana, Irfan sangat menyesali kepergian nya ke luar kota, seandai nya dia tau jika hari itu Dinda akan hilang maka tak akan di bawa nya Dinda ikut ke sana.


Di ambil nya Ponsel Dinda di dalam nakas samping tempat tidur, lalu membuka nya melihat galeri foto yang ada di ponsel tersebut, tak teras Irfan menitikan air mata nya saat foto-foto Dinda di tampilkan di sana.


''Mengapa hal ini harus terulang kembali, saat aku sudah benar-benar mencintai seseorang maka orang itu akan pergi meninggalkan ku, dulu Natasya pergi di saat aku ingin hidup bahagia dengan nya, sekarang Dinda pun ikut meninggalkan ku di saat aku sudah benar-benar menerima dan mencintai nya, apa dosa ku tuhan sehingga kau menghukum ku seberat ini.'' Irfan membatin seraya menitikan air mata nya.


Saat melihat-lihat lagi isi ponsel nya Dinda, Irfan melihat isi chat Dinda dan Weni, lantas Irfan langsung menekan tombol panggilan dan memanggil nomor nya Weny, mungkin saja ada kabar tentang Dinda dari Weny.


Drrttt....Drtttt... getar hp milik Weny, Weny saat melihat panggilan itu dari nomor Dinda, Weny sangat syok, apakah benar Dinda yang menghubungi nya, karena sudaah dua bulan lebih nomor nya Dinda tidak aktif, karena hp nya tidak di aktifkan oleh Irfan.


''Haloo Din, kamu dimana Din, kamu baik-baik aja kan, katakan di mana kamu saat ini, aku akan menjemput mu.'' Begitu banyak pertanyaan yang di layangkan oleh Weny karena mengira Dinda lah yang menelfon.


''Echemmm'' Irfan mendehem, sehingga Weny terdiam mematung karena suara lelaki yang ada di sebrang telfon.


''Apa ada kabar tentang Dinda yang kau ketahui.'' Ucap Irfan dingin.


''Apa ponsel nya Dinda ada bersama mu tuan ?''


''Iya,''


''Oohh, gak ada Tuan, tak ada kabar apapun tentang Dinda Tuan, bahkan aku sangat menunggu kabar baik dari mu tuan.''


''Baiklah, jika sudah ada kabar nya Nanti akan ku hubungi kamu lagi.'' Ucap Irfan lalu mematikan ponsel nya sepihak.


Setelah pembicaraan nya dengan Weny selesai, Irfan mencoba memejamkan mata nya walau sangat susah untuk nya bisa tertidur pulas seperti dulu, tapi Irfan tetap akan mencoba tidur.

__ADS_1


''Somoga saja kamu baik-baik di manapun kamu berada, sayang.'' Irfan menggumam sediria.


Tbc....


__ADS_2