Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 48


__ADS_3

Keesokan hari nya, Pagi-pagi sekali di kediaman Tuan Mario sudah di hebohkan dengan kedatangan tamu yang tak di undang ke Mension besar ini.


''Nyonya...., '' Panggil Bik Asih


''Iya Bik,''


''Di liar ada tamu yang ingin menemui Tuan Muda.'' Ucap Bik Asih.


Nyonya Rose yang tengah mengaduk bubur untuk putra nya tertegun sesaat, kenapa pagi-pagi buta sudah ada tamu yang ingin menemui Irfan, biasa nya yang datang menemui Irfan di pagi hari hanyalah Kelvin, tak mungkin Kelvin tidak langsung masuk.


''Siapa Bik .?'' Jawab Mama Rose akhir nya.


''Saya tidak tau Nya, tamu nya wanita cantik, tapi saya tidak pernah liat dia kemari selama ini.'' Jelas Bik Asih.


''Ya udah, Bibik tolong lanjutkan ya, saya mau menemui nya.''


''Baik Nya.''


Nyonya Rose menyerahkan centong pada Bik Asih, lalu pergi ke depan untuk melihat siapa tamu tersebut. Saat sampai di ruang tamu, Nyonya Rose melihat Nona Celine yang bertamu pagi-pagi buta.


''Selamat pagi Tante'' Sapa Celine sok ramah seraya cipika cipiki dengan Mama Rose. Mama Rose yang mendapat kan pelukan dadakan dari wanita yang tidak di kenali nya, sedikit kaget, karena Celine bertindak sangat berani.


''Eehh iya, pagi.'' Jawab Mama Rose. ''Ada yang bisa saya bantu.'' Sambung nya lagi.


''Saya mau menjenguk Irfan, saya dengar Irfan sedang sakit Tante.''


''Sepagi ini.?'' Nyonya Rose keceplosan,


Celine yang mendengar jawaban Nyonya Rose kikuk sendiri tak tau harus berkata apa lagi.


Hening sesaat di sana.


''Tunggu sebentar, biar saya panggil Irfan dulu.'' Ucap Mama Rose akhir nya, Celine hanya tersenyum dan mengangguk.


Mama Rose berjalan meaiki tangga menuju kamar putra nya sambil bergumam sendiri.


''Ada ya, datang jengukin orang sakit pagi-pagi buta begini, mau numpang sarapan kali ya.'' Gumam Mama Rose sendirian.


Tok... Tok.... ''Fan.... Mama masuk ya.'' Ucap Mama Rose, tanpa menunggu jawaban dari sang Putra, Mama Rose sudah nyelonong aja masuk ke dalam. Melihat putra nya masih terlelap.


''Fan... Fan... '' Mama Rose menggoyang kan bahh Irfan agar dia bangun.


''eemmm'' Irfan menggeliat. '' Apa sih Ma, masih pagi juga kan, Irfan gak ke kantor hari ni, masih gak enak badan'' sambung Irfan lagi dengan suara serak nya, khas bangun tidur.

__ADS_1


''Iya, Mama tau kamu masih sakit, tapi di bawah ada wanita tu, kata nya mau jengukin kamu sakit.''


''Wanita siapa Ma ?''


''Mama gak tau nama nya, tapi kayak nya yang dekat dengan mu akhir-akhir ini deh.''


''Siapa ? Celine ya Ma ?''


''Iya kali, Mama gak kenal,'' Jawab Mama Rose acuh


''Hah sepagi ini Ma ?'' Irfan terkejut, karena masih pagi sekali, Celine sudah datang ke rumah nya.


''Tau tu, mau numpang sarapan juga kali.'' Ketus Mama Rose


''Ya udah, Mama suruh tunggu aja, Irfan mandi dulu, bentar lagi turun.''


''Hmm'' Malas Mama Rose lalu keluar dari kamar putra nya dan kembali ke dapur, di sana sudah ada Tuan Mario di meja makan sedang memainkan ponsel nya.


''Papa, pagi-pagi udah rapi, mau kemana ?'' Penasaran Mama Rose, karena suami nya tidak menggunakan setelan Kantor, malah menggunakan jeans dengan kemeja dan jaket kulit yang di gantung di sandaran kursi.


''Papa ada urusan di luar kota Ma'' Jawab Tuan Mario tanpa menoleh dari hanphon nya.


''Urusan''


''Terserah lah, pagi ini ada aja yang buat mut Mama rusak.'' Ketus Mama Rose yang mampu membuat fokus Tuan Mario dari hp nya teralihkan pada sang Istri.


''Kok gitu sih Ma, Papa pergi karena ada urusan, tidak pergi untuk bersenang-senang.''


''Ya,'' Ketus Mama Rose lagi.


''Ma.....Kalau masalah sudah selesai nanti, Papa akan ceritain sama Mama.'' Bujuk sang Suami.


Saat sedikit ada perdebatan di sana, tiba-tiba Irfan sudah turun dari lantai atas, tapi tidak ke meja makan, malah langsung melewati dapur dan menuju ke ruang tamu.


''Fan....Tidak sarapan dulu.'' Tegur Tuan Mario.


''Iya Pa, Betar agi Irfan sarapan.'' Jawab Irfan seraya terus saja berjalan ke depan.


''Mau kemana anak Mama tu.'' Tunjuk Tuan Mario.


''Ada tamu yang ingin bertemu dengan nya di depan.'' Jawab sang Mama seraya duduk di samping Suami nya untuk sarapan.


''Siapa'' Penasaran Tuan Mario

__ADS_1


''Mama gak tau, katanya sih mau jenguk Irfan sakit.''


''Oohh..., Kok gak di ajak sarapan aja sekalian Ma.'' Ucap Tuan Mario, Ntonya Rose menoleh atas Suami nya saat mendengar kan penuturan nya.


''Mau numpang sarapan di rumah kita ?''


''Kan kawan nya Irfan.''


''Mama tidak suka, memang ada ya perempuan ngejengukin orang sakit sepagi ini ?''


''Ada !'' Jawab Tuan Mario, Namun mampu membuat mata Istri nya melotot keluar seperti ingin jatuh saja


''Itu, kawan nya Irfan kan ada.'' Sambung Tuan Mario lagi saat melihat tatapan Istri nya seperti ingin membunuh.


''Mama Tidak suka.'' Ketus Mama Rose.


''Maaaa, sampai kapan Mama mau mengharapka Dinda untuk kembali pada putra kita ?'' Ucap Tuan Mario seraya menggenggam tangan Istrinya untuk meredam kan emosi nya, karena Tuan Mario takut jika kenyataan yang akan di dapatkan nanti memang benar ada nya Dinda sudah di bunuh. Tuan Mario tidak mau Istri dan Putra nya terus-terusan berharap Dinda akan kembali jika memang Dinda sudah pergi untuk selama nya, jadi alangkah baik nya jika Irfan mulai membuka hati untuk wanita lain, jika nanti dia menerima kenyataan yang akan membuat nya semakin hancur setidak nya sudah ada orang lain yang akan sedikit mengobati nya.


Nyonya Rose tak menjawab apapun, hanya mendengar saja perkataan suami nya, perkataan itu seakan Suami nya sudah tau jika Dinda tidak akan kembali lagi ke rumah ini. Padahal dulu-dulu nya dia lah yang paling menyemangati putra nya agar tidak mudah menyerah dan terus mencari sang Istri. Tapi hari ini, seperti dia lah yang sudah menyerah dengan keadaan.


Setelah selesai sarapan dengan sang Istri, Tuan Mario berggegas pergi, Saat melewati ruang tamu, Tuan Mario melihat Irfan sedang berbicara dengan seorang wanita cantik dan anggun di sana, Hati nya sedikit bahagia melihat hal itu.


''Paaa..'' Panggil Irfan


''Iya Fan, Papa harus segera pergi, ada sekit urusan yang mendesak'' Ucap sang papa.


''Apa ada masalh di kantor ? Kenapa buru-buru sekali.''


''Tidak ada yang mendesak, cuma urusan seperti biasa.'' Bohong sang Papa.


''Selamat pagi Om.'' Sela Celine.


''Iya, pagi, kalian lanjutkan lah, Papa harus segera pergi.'' Tuan Mario pergi meninggalkan Irfan dan Celine di sana, dan bergegas menaiki mobil nya yang sudah di tunggu oleh sang Sopir.


Tbc.....


terimakasih bagi yg sudah mau membaca


jangan lupa like, komen, subscribe ya


dukungan kalian sangat berarti buat saya


terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2