Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 68


__ADS_3

Dinda hanya berdiri mematung di depan pintu sembari melihat lurus ke depan, Sebenar nya Dinda sedang bingung, kerena melihat Celine yang lari ketakutan setelah melihat nya, Celine lari terbirit-birit seperti habis melihat hantu saja.


''Sayang siapa yang datang '' Irfan menghampiri istrinya yang mematung saja di depan pintu.


''Eh Mas,.'' Kaget Dinda karena Irfan menepuk bahu nya.


''Siapa yang datang tadi.?''


''Aku tidak tau Mas, orang itu sudah lari ketakutan, saat melihat ku seperti melihat hantu saja.'' Jawab Dinda.


Irfan hanya mendengar dan bingung siapa yang datang dan kenapa takut saat melihag Dinda, dan saat melihat ke bawah Irfan melihat bingkisan yang terletah di bawah sana.


''Itu apa sayang.''


''Aku tidak tau, perempuan itu menjatuh kan nya dan terus saja berlaru masuk kedalam mobil'' Jelas Dinda.


Irfan mengambil bingkisan itu dan melihat ada kue di dalam nya yang sudah agak penyok karena benturan.


''Sudah, jangan di pikirin ayo masuk.'' Ajak Irfan seraya membawa kue itu ke dalam rumah.


Saat sudah sampai di ruang keluarga, Irfan memberikan kue tersebut pada Mbak Nunun agar di bawakan ke dapur.


''Siapa yang datang Fan ?'' Tanya tuan Mario


''Gak tau pa, kata Dinda orang itu langsung pulang saat melihat Dinda yang buka kan pintu.'' Jawab Irfan


Tuan Mario mengeryitkan dahi nya saat mendengar jawaban putra nya, Tuan Mario jadi penasaran siapa yang datang dan kenapa takut melihat Dinda. Tuam Mario tak berkata apapun lagi, terus saja berjalan memasuki ruang kerja nya, karena ingin mengecek cctv yang ada di teras.


''Siapa yang datang,'' Gumam tuan Mario seraya menghidupkan leptop milik nya. Tuan Mario tersenyum miring saat melihat di kamera pengawas siapa yang baru saja bertamu ke rumah nya tapi gagal karena Dinda yang membuka pintu.


''Ternyata wanita ular itu yang datang, sepertinya aku harus segera memberitahukan Irfan tentang siapa dalang di balik penculikan Dinda dulu.''


***


Di sisi jalan, Celine masih bergetar di dalam mobil nya yang sudah berhasil di parkirkan di tepi jalan tersebut.


''Sial, kenapa perempuan itu masih hidup, apa jangan-jangan tadi aku hanya melihat arwah nya saja ya. Atau selama ini dia yang sudah meneror ku.'' Celine sudah seperti orang gila berbicara sendiri dan menjawab nya juga sendiri di dalam mobil itu.


''Apa yang harus aku lakukan sekarang, Irfan pasti tidak akan melepaskan ku jika dia tau kalau aku lah dalang di balik penculikan Dinda dulu.''


''Nita...Nita... Iya Nita, aku harus menelfon nya sekarang.'' Celine mengambil ponsel nya dan menghubungi Nita Asisten nya.


Tut....Tut.... ''Hallo, selamat siang Nona.'' Jawab Nita saat telfon sudah di angkat.

__ADS_1


''Kamu di mana ?''


''Saya masih di kantor, Nona.''


''Hei kau tau, aku bertemu dengan siapa hari ini.? Aku bertemu dengan Dinda, wanita sialan itu ternyata belum mati''


''Yang benar saja Nona.?''


''Kau pikir aku sedang berbohong.'' Kesal Celine, dan melemparkan hanphon nya ke sembarang arah.


Setelah beberapa saat hanphon tersebut di lempar, suara notifikasi pesan masuk pun terdengar, menandakan ada yang mengirim pesan untuk nya.


Celine mengambil ponsel nya dan melihat, ternyata itu pesan dari sang peneror.


''Aku menunggu pengakuan mu di depan semua orang.'' Begitulah isi pesan teks yang di terima oleh Celine barusan dan juga di sertai foto pemIrfanbunuh yang pernah di sewa nya dulu dengan tangan dan kaki nya masih terikat.


''Brengsek, sialan sialan sialan...'' Celing mengumpat habis-habisan di dalam mobil


''Pasti wanita sialan itu yang melakukan ini semua, dia yang sudah berani meneror ku, lihat saja kau Dinda, mungkin nyawa mu masih tersisa satu lagi, aku tidak akan berhenti untuk membunuh mu, kau mengacaukan semua rencana ku, setahun lebih aku menunggu Irfan membuka hati nya untuk ku, tapi sekarang kau datang lagi menghalang jalan ku.'' Gumam Celine.


Setelah merasa sedikit lebih baik, walaupun hati nya masih kacau, Celine pun menjalan kan mobil nya kembali ke kantor nya.


***


''Hallo Jon...''


''Iya tuan.''


"Kau awasi Celine, jangan biarkan dia bertemu dengan Dinda, dia sudah tau tentang kembali nya Dinda kemari.''


''Baik Tuan.''


Tanpa banyan bertanya, Joni langsung mengiyakan perintah dari tuan nya itu, Joni pun langsung mengarahkan dua orang anak buah nya untuk mengawasi setiap pergerakan Celine, jika ada yang mencurigakan langsung melapor kan pada nya, dan juga mengarah kan dua orang lagi untuk menjaga Dinda dari jarak jauh.


Sedang kan Irfan tidak tau menau soal penjagaan Dinda secara diam-diam.


Stelah kepergian Celine secara misterius tadi, Irfan jadi berfikiran siapa sebenarnya yang datang membawa kue ke rumah nya, dan kenapa orang itu takut saat melihat Dinda, tak ingin terus-terusan di hantui oleh rasa penasaran, akhirnya Irfan pun menemui sang papa di ruang kerja nya.


Tok...Tok... Irfan mengetuk pintu ruangan tersebut sebum akhirnya langsung masuk walau tanpa di persilahkan oleh yang punya ruangan terlebih dahulu.


''Fan...''


''Pa.... Ada yang ingin aku tanyakan sama papa''

__ADS_1


''Tentang apa ?''


''Apa papa sudah mengecek cctv di teras,''


''Untuk apa ?''


''Irfan penasaran saja siapa yang datang dan langsung pulang saat melihat Dinda yang buka pintu, orang itu juga menjatuh kan kue bawaan nya.''


Tuan Mario hanya tersenyum simpul saat mendengarkan ucapan sang putra.


''Pa, apa papa menyembunyikan sesuatu dari ku.?'' Penasaran Irfan dengan melihat senyuman sang papa.


''Sebenar nya papa sedang menunggu pertanyaan dari kamu.''


''Pertanyaan apa pa?'' Bingung Irfan


''Pertanyaan tentang bagaimana Joni bisa menemukan Dinda di rumah nya pak Asep.'' Irfan berfikir sejenak, kenapa baru sekarang dia menyadari hal itu, kenapa tidak pernah di tanyakan pada papa atau pun Joni selama dua hari ini, mungkin sangking bahagia nya jadi Irfan melupakan pertanyaan sepenting ini.


''Kamu lupa menanyakan hal itu kan Fan.?''


''Iya pa, Aku melupakan pertanyaan sepenting itu karena larut dalam kebahagian saat menemukan Dinda kembali pa.''


Tuan Mario tersenyum saja melihat tingkah putra nya itu.


''Tapi pa siapa yang datang tadi, pasti papa sudah melihat kan.'' Penasaran Irfan


Orang itu berkaitan langsung dengan penculikan Dinda, makanya orang itu ketakutan saat melihat Dinda tiba-tiba berada lagi di sini.


Irfan semakin penasaran saat mendengarkan ucapan sang papa.


'' Pa biarkan aku melihat nya''


Tunggu dulu nak, kamu harus menyiapkan mental mu saat mengetahui siapa orang yang sudah menculik istri mu.


Tbc....


Tinggalkan jejak kalian bestie


Jangan lupa like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih🙏🙏


Salam sayang dari authhor Jhuwee dealova😘

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti buat ku.🫰🫰


__ADS_2