
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, hari ini keluarga pak Asep telah rapi dengan setelan terbaik mereka masing-masing. Nurmi menggunakan setelan jeans dan kemja lengan pendek di padukan dengan slimbag di bahu nya, walaupun dirinya orang kampung, tapi penampilan nya tidak kampung-kampung amat.
Nurmi terlihat cantik dan anggun dengan gaya nya ala anak abg itu.
Pak Asep sudah melapor kan pada Pak Rt setempat perihal diri nya dan keluarga yang akan bertolak ke kota untuk dua minggu ke depan. Pak Asep menitip kan rumah dan kendaraan nya pada pak Rt agar lebih aman dari bobolan maling.
Setelah menunggu beberapa saat, Pak Asep dan yang lain nya sudah siap di depan rumah dengan barang bawaan nya yang begitu banyak, kalau soal baju mereka hanya membawa beberapa saja, tapi yang banyak yaitu oleh-oleh khas kampung nya.
Sayur-sayuran segar yang langsung di petik dari pohon nya, buah buahan, pisang, buah nangka masak dan masih banyak yang lain nya juga. Pak Asep sengaja membawa sebagai buah tangan untuk Dinda dan keluarga di kota.
Selang beberapa saat, helikopter pun berhasil mendarat di sana, dari dalam helikopter tersebut turun lah Joni untuk membantu menaikkan barang-barang yang akan di bawakan oleh pak Asep.
Pak Mario sengaja mengutus Joni yang menjemput pak Asep, karena Joni sudah kenal dengan mereka, jadi kelaurga pak Asep tidak merasa canggung saat dalam perjalanan.
Para warga sudah berkerumunan melihat keberangkatan keluarga pak Asep yang di jemput dengan helikopter, ada rasa iribdi hati mereka, kenapa dulu bukan mereka saja yang menolong saat Dinda jatuh ke jurang, kalau tidak kan sekarang mereka yang akan pergi ke kota.
Lain hal nya dengan Farah, Farah yang tau kalau pak lek nya akan pergi ke kota pun buru-buru berlaru ke sana. Awal nya Farah tidak tau, karena Nurmi tidak memberitahu kepada nya, karena di rasa Farah tak perlu tahu. Farah tau dari mak Leha, saat menanyakan ngapain tadi pak lek sama bulek nya datang ke rumah, Mak Leha menjawab bahwa mereka ingin berpamitan akan ke kota tempat tinggal Nya Dinda, Saat mendengar hal itu, Farah segera berlari ke rumah pak lek nya.
Sampai di sana Farah melihat Pak Asep dan jeluarga hendak menaiki helikopter tersebut.
''Pak lek '' panggil Farah.
Pak Asep pun menoleh, melihat di mana sumber suara,.
''Pak lek, Farah ikut ya ''
Bun Tuti dan. urmi saling tatap menatap, untuk apa Farah minta ikut dengan mereka, apa ingin menganggu Dinda nanti di sana.
''Lahh, mau ikut. Kami sudah mau berangkat nak, lain kali saja ya.'' Pak Asep menepuk pundak keponakan nya.
''Farah ganti baju bentar, setelah itu langsung kembali lagi kemari. Farah ikut ya pak lek.''
__ADS_1
Pak Asep melihat ke arah Nurmi sama Buk Tuti, memberi isyarat gimana..?
''Farah, kamu gak bisa ikut karena tidak ada paspor, kamu sudah bikin paspor.'' Bohong Nurmi.
''Untuk apa paspor.'' Farah bingung
''Paspor untuk......... Untuk saat di periksa nantu waktu turun dari helikopter, karena kak Dinda tinggal nya di luar negri. Iya kan Om?'' Nurmi membelikak mata meminta Joni untuk mengiyakan
''I...Iya benar.'' Jawab Joni akhir nya setelah mengerti maksud dari Nurmi yang memblikkan mata ke arah nya.
Farah akhirnya menyerah, dan melepaskan tangan pak lek nya itu, Pak Asep mengusap pundak keponakan nya, kasihan karena Farah minta ikut dengan nya.
Pak Asep dan keluarga pun menaiki helikopter tersebut, Ketiga nya sama-sama gugup, karena baru pertamakali bagi ketiga nya menaiki burung besi tersebut.
Setelah menempuh perjalanan udara beberapa jam, akhirnya mereka sampai di landasan atas gedung perusahaan tuan Mario, Namun di sana sudah terlihat sepi karena sudah malam hari.
Di sana sudah ada Kelvin yang di tugas kanoleh Irfan untuk menjemput keluarga pak Asep dan mengantarkan ke mension.
Satu persatu orang dalam helikopter itu turun tak terkecuali Nurmi, Saat Nurmi turun dari sana, wajah yang tadi nya pucat sekarang sudah kembali berseri.
''Vin.... Kelvin '' panggil Joni.
''Aah Iya.'' Kelvin segera mengalih kan pandangan nya dari menatap Nurmi.
''Vin, ayo kita bawa ini turun ke bawah.
Kelvin hanya mengangguk dan berjalan mendekat ke arah mereka, Joni turun menggunakan lift khusus barang-barang sedang kan Kelvin di tugaskan untuk membawa keluarga pak Asep menggunakan lift khusu petinggi perusahaan.
Saat sampai di lobi, Kelvin segera mengarah kann mereka semua menuju ke mobil yang sudah di parkir di depan pintu kantor tersebut, Setelah ketiga nya masuk dan duduk di dalam mobil, baru lah barang-barang bawaan mereka di bawakan oleh Joni dan dua orang Security yang bertugas saat ini.
Di perjalanan menuju ke mension nya tuan Mario, Buk Tuti dan Nurmi asim melihat keindahan lampu-lampu kota yang mereke lewati, Kelvin sesekali melihat tingkah kedua nya dari kaca spion mobil yang di kendarai nya itu.
__ADS_1
Sesampai nya mereka di mension, ketiga nya melihat takjup kemewahaan mension nya tuan Mario.
''Om, ini rumah nya kak Dinda.?'' Tanya Nurmi.
Akhirnya Kelvin dapat mendengar suara nya Nurmi yang dari tadi hanya diam saja, walaupun mata nya celingak celinguk. Kelvin pun sedikit terkejut karena permpuan desa itu menyebut nya dengan panggilan Om, apa dia setua itu di mata nya.
''Wahh... Buk, rumah nya kak Dinda besar sekali.'' ucap Nurmi lagi.
''Ini mah bukan rumah, Nurmi.'' Jawab Buk Tuti
''Kalau buka. rumah, terus ini apa ding Buk.''
''Ini nama nya istana.'' Celetuk bun Tuti lagi.
Sedangkan pak Asep semakin tidak enak hati saat melihat betapa megah dan mewah nya rumah keluarga Dibda, sedangkan selama ini diri nya hanya menyediakan rumah yang sederhana untuk Dinda tempati.
''Ayo mati, bapak, ibu kita masuk. Semua nya sudah menunggu kita di dalam.'' Ajak Kelvin
Pak Asep hendak mengambil barang bawaan nya dari dalam bagasi mobil, namun segera di hentikan oleh Kelvin
''Tidaj usah pak, biarkan saja di sana, akan ada yang bawa masuk nanti nya.'' Cegah Kelvin
Pak Asep pun mengangguk dan mengikuti langkah Kelvin yang terus berjalan memasuki mension tersebut. Semakin ke sana jantung ketiga nya semakin berdegup kencang, ketiga nya deg degan karena baru pertama kali menginjak kan kaki di rumah orang kaya, walaupun ini adalah rumah keluarga nya Dinda yang sudah di anggap anak oleh mereka, tapi tetap saja mereka berbeda kasta. Begitulah pikiran pak Asep...
Tbc....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian besti
Dengan cara like komen subscribe dan vote
Terimakasih 🙏
__ADS_1
Salam sayang dari author Jhuwee dealova😘
Dukungan kalian sangat berarti buat ku untuk menjadi motivasi dalam menulis. 🫰🫰