Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 67


__ADS_3

sinar surya sudah menyinari sang mentari di pagi hari, tapi dua insan yang masih terlelap dalam tidur nya masih saling memeluk seperti sedang menyalurkan rasa rindu yang sudah satu tahun terpendam antara kedu nya.


''Huaaa... Huaaa...'' Suara tangisan Al membangun kan kedua insan yang sedang terlelap.


''Al... sayang, sayang'' Dinda gelagapan mencari buah hati nya.


''Al di belakang mu sayang.'' Irfan memberitahu dengan suara serak nya khas bangu tidur.


Dinda segera mengambil Al dan menyusui nya.


''Sayang, apa Al dulu-dulu tidak kamu berikan susu formula ?'' Tanya Arya, karena tidak melihat Dinda memberikan susu pada Al.


''Tidak Mas.''


''Kenapa sayang''


''Aku tidak mau menambah beban bapak karena harus membeli kan Al susu juga, untuk membeli popok nya saja pak Asep sangat kualahan.'' Lirih Dinda


''Maafkan aku sayang.'' Irfan membelai rambut Istrinya yang duduk membelakangi diri nya.


Hati ini Irfan berniat akan bolos ke kantor satu hari lagi, karena ingin keluar dengan istri dan anak nya untuk membelikan perlengkapan keduanya.


Setelah selesai mandi, Irfan memanggil mbak Nunun untuk menggendong Al, karena Dinda mau mandi juga.


''Fan, kamu gak ke kantor.'' Tanya Mama Rose.


''Tidak Ma, Irfan mau bawa Dinda sama Al belanja keperluan mereka berdua'' Jawab Irfan seraya memberikan Albpada babysitter nya.


''Ohhh bagus lah, di mana Dinda kok gak turun ?''


''Bentar lagi Turun Ma, lagi Mandi tadi kan mandiin Al dulu.''


''Eemm''


Mama Rose bermain dengan cucunya di ruang keluarga sambil menunggu Dinda turun untuk sarapan bersama, di temani oleh mbak Nunun juga.


Setelah sarapan pagi, Irfan dan Dinda berniat pergi berbelanja perlengkapan Al dan diri nya, Numun Mama Rose mencegah mereka untuk tidak membawa Al, biar Al tinggal saja dengan nya di rumah.


''Maa kasian Al di tinggal di rumah, diaka. butuh jalan-jalan juga.'' Ucap Irfan


''Al masih kecil Fan, biar dia tinggal sama mama aja di rumah, kalian saja yang pergi biar bisa belanja dengan leluas.'' Jawab Mama Rose.

__ADS_1


''Ya sudah lah,'' Irfan pun keluar dari rumah seraya menggandeng tangan sang istri. Sampai di dalam mobil pun Irfan tidak melepaskan pautan tangan nya, seakan takut kembali kehilangan Dinda.


Sesampai nya mereka di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini, mereka langsung masuk saja ke dalam tempat pertama yang mereka kunjungi adalah toko perlengkapan bayi.


Di sana Irfan dengan antusias memilih-milih barang yang di sukai untuk putra nya tanpa memperdulikan ukuran nya yang besar atau terlalu kecil. Dinda sangat kualahan mensortir baju-bajj yang menurut nya sudah tidak muat untuk di pakai oleh Al dan mengembalikan pada tempat nya lagi.


''Mas... biar aku saja yang pilih.''


''Mas juga suka milih-milih, semua bagus dan imut-imut.''


''Tapi Mas ngambil nya ukuran yang tidak sesuai untuk di pakai sama Al.'' Dinda memanyunkan bibir nya, kesal dengan Irfan.


''Ohh ya...? Mas tidak tau.'' Irfan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


''Sayang, ambil salah satu troli bayi yang bagus''


'Untuk apa Mas, aku masih bisa hendongin Al kok.''


''Iya, tapi untuk keliling-keliling di taman kita butuh ini sayang agar tidak terlalu capek menggendong''


''Oke deh.'' Tidak ada bantahan dari Dinda.


Setelah semua yang di perlukan sudah di rasa nya cukup, mereka pun segera keluar dan menyimpan barang-barang ke dalam mobil lalu masuk kembali mencari keperluan Dinda.


''Mungkin ada lagi baju yang kamu sukai sayang.''


''Tidak ada, udah gak usah beli baju, kita cari popok untuk Al saja.''


Keluar dari sana, mereka masuk ke dalam supermarket, di sana Dinda mengambil banyak barang-barang yang di butuhkan untuk sang bayi, yang selama ini tidak pernah di belikan Dinda untuk ke utuhan bayi nya.


Setelah di rasa semua cukup, Irfan menarik Dinda ke salah satu salon kecantikan agar istrinya menjalani perawatan tubuh, mulai dari spa dan smua yang biasa di lakukan oleh wanita, hingga suang hari barulah Dinda selesai di sana.


Keluar dari sana tubuh Dinda merasa lebih fresh dari biasa nya.


''Sayang, kita makan siang dulu ya baru pulang.''


''Iya Mas, ''


Dinda Dan Irfan masuk ke dalam salah satu restaurant yang ada di Mall tersebut dan menyantap makan siang dengan hening, karena tidak ada pembicaraan antara kedua nya, di sebabkan oleh Irfan yang terus saja memandangi wajah cantik nya Dinda yang mampu membuat Dinda jadi salah tingkah.


Setelah makan siang nya selesai, mereka segera pulang, Dinda khawatir meninggal kan Al terlalu lama, takut nya Mama Rose akan kualahan dalam mengurus putra nya itu, padahal itu semua hanya pikiran nya Dinda saja, karena Mama Rose sangat bahagia dengan kehadiran Al dalam keluarga nya, memang itu yang di tunggu-tunggu selama ini.

__ADS_1


***


Di lain sisi


Di perusahaan nya Irfan, Celine sedang kecarian Irfan, karena sudah beberapa hari ini Irfan selalu mengabaikan telfon dari dirinya, bahkan pesan nya pun tidak pernah di balas, sudah mendatangai kantor nya namun hasil nya Nihil sudah tiga hari Irfan tidak masuk kantor.


''Kemana Irfan sebenar nya ya, tidak seperti biasanya dia tidak ke kantor.'' Gumam Celine sendirian.


Ingin menanyakan sama Kelvin itu semua akan percuma, karena Kelvin tak akan memberitahukan di mana Irfan berada, apalagi mengingat selama ini dirinya dan Kelvin tak pernah akur.


''Sepertinya aku harus datang ke rumah nya, aku harus menanyakan langsung sama calon mertua.'' Celine tersenyum sendiri saat membayangkan diri nya akan menjadi menantu di rumah besar itu.


Tidak menunggu lama lagi, Celine langsung saja melaju ke rumah keluarga Irfan dengan mengendarai mobil nya sendiri.


Sebelum sampai di sana, Celine berhenti di salah satu toko kue yang sangat terkenal di kota ini karena ingin membawa buah tangan untuk calon mertua nya, kue yang di pilih pun bukan kue yang bias-biasa, kue yang paling spesial dan istimewa di antara kue-kue yang lain dan pastinya harga nya tak kalah fantastis dari tampilan nya.


Celine masuk ke dalam gerbang mension mewah tersebut dengan sumbringah, turun dari mobil nya denga wajah yang sangat ceria, karena ini kali kedua dirinya berkunjung kemari.


Teng... Tong.... Suara bel pintu.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pintu yang menjulang tinggi itu pun terbuka, muncul sosok yang pernah ingin di lenyap kan oleh nya dari balik pintu besar tersebut.


Celine terdiam dan mematung saat melihat sosok Dinda yang membuka pintu untuk nya.


Bugk.... Celine menjatuh kan bungkusan kue yang di bawa nya.


Dinda tak berkata apapun hanya diam dan melihat saja orang asing yang ada di depan nya, entah kenapa di hati Dinda seperti ada benci terhadap orang itu.


Celine segera berlari memasuki mobilnya kembali tanpa berucap sepatah kata pun, Celine meninggalkan Dinda yang berdiri mematung di ambang pintu tersebut. Celine bergetar hebat saat melihat Dinda menatap nya dengan diam.


Tbc ....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sobat.


Dukung terus karya aku yah


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘

__ADS_1


Dukungan kalian sangat berarti buat ku 🫰🫰


__ADS_2