
Setelah dari menonon bola tadi, Dinda langsung pulang ke rumah, Dinda sudah menduga jika Farah akan mengganggu nya, jika dirinya keluar dari rumah.
Sesaat kemudian Pak Asep dan Bu Tuti pulang dari kebun, Saat sampai di rumah Aliando lah yang di cari oleh pasangan suami istri itu.
''Al.... Nenek sama kakek dah pulang ni Nak.'' Ucap Buk Tuti.
Dinda yang mendengar suara Buk Tuti, segera keluar dari kamar seraya menggendong anak nya.
''Ibuk dah pulang ??''
''Iya Nak, baru saja.''
Dinda duduk di meja makan untuk menobrol dengan Pak Asep dan Bu tuti.
''Pak, Buk, Dinda mintak maaf selama ini Dinda udah bnyak nyusahin Bapak. Dan makasih banget karena udah mau terima Dinda di sini.''
''Laaah kok tiba-tiba ngomong gitu nak.'' Jawab Buk Tuti seraya duduk di samping Dinda.
''Gak ada Buk, Dinda udah lama bnget tinggal sama Ibuk di sini, tapi tak ada satu orang pun yang mencoba mencar Dinda kemari, apa jangan-jangan Dinda sengaja di buang ya Buk.''
''Hiiisss jangan ngomong gitu, kamu tetap anak Ibuk dan Bapak.''
Saat malam tiba, Dinda dan Nurmi sedang di dalam kamar, Nurmi bermain-main dengan Aliando
''Heeii, keponakan Tante ganteng syekali, cubit pipi Boleh..?'' Gemas Nurmi.
''Kak, kalau di perhatikan, Al tidak mirip dengan mu.'' Ucap Nurmi sambil memperhatikan wajah keponakan nya dengan seksama.
''Iya, Al sangat tampan, dia mirip dengan Lelaki yang selalu hadir dalam mimpi ku.'' Jawab Dinda.
''Lelaki, Mimpi ? Siapa yang kakak mimipkan ?''
''Aku pun tidak tau, tapi aku sering mimpi lelaki itu, dan mimpi itu seperti nyata.''
''Apa jangan-jangan itu suami kakak ?'' Nurmi duduk dari tidur nya, karena pembahasan kali ini sedikit serius.
__ADS_1
''Suami.?''
''Iya, mungkin saja itu suami kakak, terus apa lagi yang kakak mimpikan ?''
''Kakak mimpi kecelakaan hebat, atau jangan-jangan kakak kecelakaan yanwaktu jatuh kedalam jurang itu.''
Nurmi berfikir sejenak dengan apa yang di katakan oleh Dinda.
''Sepertinya hari di mana kakak jatuh ke jurang tidak ada kecelakaan di atas sana, kalau ada pasti Polisi sudah tau kalau kakak salah satu korban dari kecelakaan tersebut.''
''Gak tau, semakin kakak mengingat, semakin kakak tidak terbayang apapun tentang masa lalu, entah sampai kapan kakak akan terjebak seperti ini.''
''Kakak jangan di paksain, nanti kepala kakak sakit lagi.'' Nurmi mengingatkan.
''Iya, oh ya, Nurmi. Tadi kakak ada pakai hp kamu, kakak buat akun Faceeb**k, siapa tau kita dapat petunjuk, barangkali ada orang yang kenal dengan kakak.''
''Iya kak, dah dari dulu-dulu kan Nurmi suruh pakai aja ponsel Nurmi, kenapa baru sekarang kepikiran''
''Entah lah, mungkin sudah saat nya kakak cari tahu siapa kakak sebenar nya, dan apa yang terjadi sampai kakak ada di dalam jurang itu.'' Ucap Dinda Lirih.
''Ya udah coba Nurmi cek dulu barang kali ada yang liat kakak kan di Faceb**k ''
''Kak, coba aja kita cari faceb**k dengan nama Dinda, barangkali kakak pernah punya Faceb**k dulu-dulu nya.''
''Ide bagus tu, Nurmi. Kenapa gak pernah kepikiran ya.'' Jawab Dinda.
Sesaat kemudian, Nurmi mengetik nama Dinda di kolom pencarian, Begitu banyak akun yang bernama Dinda keluar di sana, Nurmi menscroll satu persatu akun-akun tersebut, tapi tak ada satupun yang memasang profil foto nya Dinda. Setelah mencari-cari hanpir satu jam tapi tak mmbuah kan hasil apa-apa, akhirnya pencarian pun di hentikan oleh Dinda.
''Udah aja Nurmi, capej aja tapi tidak dapat apa-apa,'' Ucap Dinda lemah dan putus asa.
''Kakak jangan nyerah dong, kali aja ada l akun nya kakak dari salah satu Dinda yang ada di sini.'' Nurmi masih semangat mencari meskipun hasil nya nihil.
***
Setahun berlalu setelah tragedi penculikan Dinda terjadi, Hari ini Tuan Mario mendapat kan kabar dari anak buah nya yang ada di luar Negri, bahwa ciri-ciri penculik Dinda setahun yang lalu sudah di temukan. Tuan Mario tidak langsung memberitahukan hal ini pada Irfan maupun Istri nya, karena Tuan Mario ingin sebuah kepastian dulu baru setelah itu memberitahukan pada mereka.
__ADS_1
''Baik, bawa mereka kembali kesini, aku ingin melihat orang yang sudah menculik menantu ku.'' Ucap Tuam mario saat sedang berbicara di telfon dengan seseorang.
Nyonya Rose yang melihat Suami nya tampak berbicara serius dengan seseorang di telfon, lalu mendekat kearah kolam renang di mana tmpat suami nya berdiri, maksud hati, Nyonya Rose ingin menguping pembicaraan Tuan Mario, tapi sayang, saat Nyonya Rose sudah mendekat ke sana, Tuan Mario malah sudah selesai berbicara dan menutup panggilan nya.
''Mama'' Ucap Tuan Mario yang kaget saat berbalik badan ternyata sudah ada Istrinya di belakang.
''Papa bicara sama siapa.?'' Selidik Mama Rose.
''Bicara sama orang suruhan Papa di Luar Negri.'' Jawab Tuan Mario seraya berjalan masuk ke dalam rumah, dan meninggalkan Istri nya sendiri di sana.
Nyonya Rose mengira Tuan Mario membicarakan soal cabang Perusahaan nya yang ada di Luar Negri sana, kemudian Mama Rose pun ikut masuk ke dalam menyusul sang Suami tanpa ada pertanyaan lagi.
Sore hari nya, Irfan pulang dari kantor dengan di antar kan oleh Kelvin seperti biasa nya, namun hari ini sedikit berbeda karena Irfan terlihat sangat pucat dan harus di papah oleh Kelvin karena badan nya sangat lemah.
''Bik Asih....Bik Asih'' Panggil Kelvin
''Iya Tuan,'' Bik Asih berlaru dari dapur saat mendengar nama nya di panggil.
''Bik, tolong panggil Nyonya ya, seperti nya Tuan Muda tidak sehat, sekarang biar saya antar ke kamar nya dulu.''
''Tuan Muda kenapa.?'' Tanya Bik Asih lgi.
''Gak tau Bik, mungkin kurang istirahat, ya sudah saya antar ke kamar dulu ya Bik, Bibi minta Nyonya untuk menyusul ke kamar nya ya.'' Perintah Kelvin lagi.
'' Baik Tuan Kelvin '' Bik asih lalu pergi ke kamar nyonya nya, sedangkan Kelvin sudah naik ke lantai atas dengan memapah Irfan dan membawa nya ke kamar.
Tok...Tok... '' Nyonya...'' Panggil Bik Asih di depan pintu kamar Nyonya Rose.
''Kenapa Bik ?'' Tanya Nyonya Rose saat melihat Bik Asih berdiri di depan pintu kamar nya.
''Itu Nya, Tuan Muda''
''Irfan kenapa ?'' Sela Nyonya Rose cepat.
'' Tuan Muda Sakit Nya, sekarang udah di bawa oleh tuan Kelvin ke kamar nya.'' Ucap Bik Asih
__ADS_1
Nyonya Rose yang mendengar kan putra nya sakit, segera bergegas menuju lantai atas untuk melihat keadaan putra nya.
Tbc.......