Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 78


__ADS_3

''Tadi Dinda telfon, kata nya kita sekeluarga di undang untuk datang ke acara ulang tahun nya Al.''


''Kapan itu pak.'' Buk Tuti antusias, karena diri nya sangat rindu pada Dinda dan juga cucu kesayangan nya.


''Satu bulan lagi buk.'' Jawab pak Asep lagi dengan wajah lesu nya.


''Kalau kita ada rejeki lebih saat panen minggu ini, kita nyusul ke sana ya pak.''


''Kita liat dulu buk, karna untuk ke tempat nya Dinda, kita butuh biaya yang besar. Belum lagi, keluarga nya di sana orang-orang kaya semua, sedang kan kita. Cuma irang miskin yang hadir di sana.''


Buk Tuti pun ukut lesu mendengarkan penjelasan sang suami. Padahal buk Tuti sangat bersemangat saat pak Asep katakan tadi.


''Iya juga ya pak.''


''Kita buat alasan apa sama Dinda, kita harus cari alasan yang tidak akan menyinggung perasaan nya.'' Pak Asep bingung jadinya.


''Iya, benqr itu pak, tapi alasan apa ya.?'' Buk Tuti jadi ikutan mikir.


''Alah udah lah, nanti kita pikirkan, sekarang bapak mau bersihin rumput di dalam tanaman kentang sebelah sana dulu.''


''Yee si bapak, di bantuin mikir malah kabur.''


Buk Tuti pun ikut turun dari gubuk, tapi tidak mengikuti arah suami nya pergi.


***


Di kantor nya Celine,


Celine saat ini sudah hampir bangkrut, karena Irfan sudah behasil membeli saham-saham dari perusahaan nya, Celine sangat frustasi sekali dengan masalah perusahaan nya, Celine tidak mengerti kenapa tiba-tiba Irfan seperti sedang menghancurkan nya.


Kelvin pun semakin gencar meneror nya, sampai saat ini Bram belum bisa melacak siap yang meneror Celine, karena Kelvin selalu menukar-nukar nomor ponsel untuk meneror Celine tersebut, setelah sekali pakai nomor itu langsung di buang, yang membuat Bram semakin tidak memiliki jejak apapun dari sang peneror.

__ADS_1


Celine duduk termenung di kursi kebesaran nya dengan termenung, memikirkan apa yang sedang menimpa nya saat ini. Tidak tersa, Celine meneteskan air mata nya, Celine sangat takut jika perusahaan peninggalan ayah nya yang di bangun dengan susah payah semasa hidup nya akan gulung tikar.


Celine juga tidak mau menjadi gelandangan,


''Apa jangan-jangan Irfan sudah tau tentang siapa yang menculik Dinda, maka nya belakangan ini dia sangat gencar menghancurkan perusahaan ku, di mulai dari dia yang sangat sukit ku temui, pembalatan semua kontrak kerja sama, sampai dia pun membeli sebagian saham perusahaan ku.'' Gumam Celine sendirian, Celine membulat kan mata nya sendiri saat sadar dengan apa yang di ucap kan nya barusan.


''Jika di ingat-ingat lagi, seperti nya iya kalau Irfan memenga sudah mengetahui kalau aku yang menculik Dinda.'' Sambung nya lagi.


Celine menggabungkan setiap rantai kejadian yang menimpa diri nya akhir-akhir ini, semua nya bermula dari kembali nya Dinda kemari.


Celine bergetar hebat saat menyadari mungkin teror yang di alami nya selama ini semua nya dari Irfan, dan Irfan pun berniat balas dendam pada nya dengan menghancurkan hidup nya perlahan-lahan.


''Tidak, tidak tidak, ini tidak boleh terjadi, Irfan gak boleh hancurkan perusahaan nya papa.'' Celine berjalan mondar mandir di dalam ruangan nya seraya menggigit gigit ujung kuku nya.


''Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus bunuh Irfan.? Iya, iya aku harus bunub Irfan juga'' Celine sudah seperti orang gila yang berbicara sendiri dan menjawab nya sendiri pula.


Celine menyambar tas nya yang terletaj di atas meja dan jeluar dari ruangan tersebut dengan terburu-buru, Celine keluar dengan wajah yang terlihat acak acakan.


***


Celine yang mendengar kabar tersebut pun sedang menunggu-nunggu undangan datang untuk nya, Celine ingin mengacaukan acara tersebut, Celine juga ingin meracuni Irfan di acar itu. Celine sudah bertekad jika diri nya tidak bisa memiliki Irfan, maka Dinda pun tak boleh bahagia dengan adanya Irfan di sisi nya, sedangkan dirinya menderita dengan melihat kebahagiaan mereka.


Pak Asep dan keluarga pun sudah bersiap-siap, karena satu minggu lagi keluarga nya akan di jemput dengan helikopter untuk di bawa ke kota. Awal nya pak Asep menolak untuk datang dengan alasan tidak ada yang menjaga rumah dan kebun nya. Namun tolakan itu tidak di terima oleh mama Rose, mama Rose mengancam, jika mereka menganggap Aliando sebagai cucu nya, maka mereka harus datang di acara penting ini. Tapi kalau mereka tidak datang, berarti mereka tidak menyayangi Al.


Pak Asep pun tidak bisa berkata apapun lagi, karena mereka begitu menyayangi cucu nya itu. Pak Asep beralasan tak cukup biaya jika harus membiyong anak dan istrinya, tapi cepat di bantah oleh mama Rose dan berkata akan ada helikopter yang akan menjemput mereka ke sana, tak perlu ke badara dulu yang menempuh perjalanan sampai satu hari, baru bisa naik pesawat untuk ke kota.


Nurmi dan buk Tuti yang mendengar bahwa ayah nya seruju untuk ke kota, akhirnya mereka sangat gembira, buk Tuti gembira karna bisa bertemu dengan anak dan cucu nya itu, sedangkan Nurmi selain senang karena bertemu dengan Dinda dan Al. Dirinya juga senang biasa naik helikopter dan ke kota, Seumur-umur belum pernah terbayangkan oleh Nurmi untuk dapat naik helikopter dalam hidup nya.


Nurmi terus berbalas pesan dengan Dinda, mengatakan pada Dinda jika dirinya sangat senag di undang oleh Dinda di acara ulang tahun nya Al.


Keesokan hari nya, Nurmi dan bu Tuti sibuk memilih-milih hadiah apa yang cocok di berikan pada Al, saat ini mereka berdua sedang di kota untuk berbelanja beberapa pakaian baru, agar saat di kota nanti mereka punya baju yang bagus.

__ADS_1


''Buk, Nurmi kasih apa ya buat Al.'' Nurmi jadi bingung.


''Ibuk juga harus ngasih kado apa ?'' Buk Tuti malah balik bertanya.


''Yee, si ibuk. Di tanyain malah balik nanya.''


''Ibuk kan bingung mau ngasih kado apa, Al kan cucu nya orang kaya, jadi semua yang dia mau ada di san.''


''Itu dari opah dan Oma nya buk, bukan dari kita. Yang dari kita nie mana.?''


Buk Tuti berfikir-fikir apa yang akan di buat nya sebagai kado. Sampai akhirnya mereka melewti toko yang menjual perlengakapan untuk menyulam, ide brilian pun muncul di kepala Buk Tuti.


''Ibuk dah ada ide nie, ibuk dah tau kado apa yang akan ibuk buat '' Ucao buk Tuti antusias.


''Ide apan buk ''


''Aahh, nanti jugaa kamu tau, ayo.''


Buk Tuti menrik tangan nya Nurmi dan masuk kedalam toko tersebut.


Tbc...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian bestie


Dengan cara like,komen, subscribe dan vote


Terimakasih 🙏


Dukungan kalian motivasi buat author terus menulis 🫰


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘

__ADS_1


__ADS_2