Istri Pengganti Tuan Muda Tampan

Istri Pengganti Tuan Muda Tampan
Bab 72


__ADS_3

Di sebuah rumah yang begitu megah, Celine sedang mengamuk sejadi-jadinya di dalam kamar, semua benda melayang ke udara kamar yang mewah itu sudah tak terbentuk lagi sudah terlihat seperti kapal titanik yang baru saja menabrak bongkahan es, begitulah kira-kira gambaran kamar tersebut.


Celine begutu marah tatkala rencana nya yang awal nya sudah berhasil namun tiba-tiba sudah gagal saja di saat-saat terakhir dirinya hampir saja mendapat kan Irfan.


Celine tak henti-hentinya mengutuk Dinda, Celine masih beranggapan bahwa yang menerornya Adalah Dinda. Padahal Dinda tidak tau menau tentang peneror tersebut, bahkan dia belum tau juga siapa yang sudah menculik nya dulu.


''Kurang ajar kau Dinda, kau menghancurkan segala nya,'' Celine terus saja melempar barang-barang ke udara


''Apanyang harus aku lakukan sekarang'' Celine mondar mandir seraya menggigit kuku nya sendiri.


Bahkan saat ini Kelvin semakin gencar meneror Celine, semakin membuat perempuan itu ketakutan jika kelakuan nya akan segera terbongkar.


''Bram pun bodoh sekali, sampaibsekarang belum juga menemukan pria bodoh itu.'' Celine berbicara seorang diri di sela marah nya.


Hari-hari berlau, seminggu sudah Dinda kembali bersama keluarga nya, Irfan pun sudah mulai beraktifitas seperti biasa lagi, Irfan sudah kembali di sibukkan dengan kegiatan kantor nya seperti biasa. Irfan dan Dinda masih tinggal bersama Mama Rose dan Papa Mario tanpa niat ingin kembali ke apartemen dulu, karene Irfan pikir tinggal bersama orang tua nya lebih baik daripada terpisah untuk saat ini, apalagi Mama Rose tak mau berpisah dari cucu nya barang sebentar saja.


Di kantor Irfan, Kelvin masuk ke dalam ruangan bos nya tatkala Irfan memanggil nya tadi.


''Siang Bos,'' Sapa Kelvin saat sudah masuk ke ruangan itu.


''Vin, duduk lah.''


Kelvin menarik kursi dan duduk di hadapan Bos nya tersebut.


''Vin, aku ingin bertemu dengan lelaki yang di sewa oleh Celine.''


Kevin menautkan alis nya, kalau bos nya utu bertemu dengan lelaki itu pasti akan menghajar nya dengan babak belur, maka nya tuan Mario menghalang nya bertemu pria itu.


''Tapi bos,''


''kenapa ?''


''Tuan besar melarang anda ke sana.''


''Aku tidak peduli, nanti sore kita ke sana.''


Kelvin tidak membantah lagi, karena kalau Irfan sudah ingin bertemu maka diri nya juga tak akan berhasil untuk melarang nya.


***


Di lain sisi


Saat ini di kampung nya Nurmi, Farah selalu menyindir sepupu nya itu karena mendapat kan motor baru dari suami nya Dinda.


Farah ke rumah Mak Leha untuk mengantarkan lauk yang di buat oleh buk Tuti.


''Assalammualaikum Bulek...'' Panggil Nurmi, Nurmi sebenar nya malas ke rumah bude nya, walaupun mak Leha selalu bersikap baik dengan keponakan nya itu, tapi beda hal nya denga Farah yang selalu mencari ribut dengan nya.


''Waalaikum salam. Eh Nurmi, ayo masuk'' Ajak Mak Leha.

__ADS_1


''Gak usah Bulek, Nurmi cuma mau ngantar ini aja, tadi ibu masak banyak jadi di suruh anterin buat bulek.''


''Ohhhh, ibuk kamu memang selalu ingat sama bulek kalau masak enak''


''Ya udah, Nurmi pamit ya Bulek.''


''Iya, hati-hati ya nak.''


Nurmi hanya tersenyum dan berjalan ke arah motor nya di parkir tadi.


''Mau ngapain kemari.'' Farah terlihat baru pulang entah dari mana, kelayapan mungkin


''Mau jumpa sama Bulek'' Jawab Nurmi seadanya saja


''Alah, bilang aja mau pamer motor mu kan, motor jelek juga.''


''Biarin jelek yang penting ada, daripada jalan kaki terus.'' Ketus Nurmi yang membuat Farah semakin panas.


''Awas aja kau ya Nurmi...'' Farah melempar sendal nya ke arah Nurmi yang sudah melajukan motor nya menjauh.


Saat pulang menuju ke rumah nya, Nurmi bertemu dengan bagas di jalan, mereka melajukan motor nya beriringan sembari mengobrol di atas nya.


''Nurmi, dari mana kamu''


''Dari rumah bulek kak,''


''Kak Dinda baik kak, kan udah sama keluarganya pastinya udah bahagia dong kak.''


''Iya juga ya, aku kok malah nayak gak jelas ya.'' Bagas menggaruk kepala nya yang tak gatal.


''Ya udah, kakak duluan ya Nurmi.'' Bagas menancap gas motor nya mendahului Nurmi yang berjalan santai.


Nurmi hanya menatap saja punggung nya Bagas yang mulai menjauh, sebenar nya Nurmi mengetahui jika Bagas masih memendam perasaan terhadap Dinda, namun sayang nya Dibda sudah bersuami, lagi pula suami nya kaya raya dan juga sangat tampan.


Nurmi langsung pulang ke rumah nya setelah dari rumah mak Leha tadi, sekarang ini Buk Tuti dan pak Asep masih tetap menanam sayur di kebun, walaupun Irfan sudah mengatakan akan mengirim mereka uang setiap bulan nya, tapi pak Asep tak mau hanya menggantung pada pemberian Irfan semata-mata, walaubpun banyak warga yang selalu mengatakan bahwa keluarga pak Asep sudah bisa hidup enak karena membantu Dinda, namun pak Asep tak peduli sama sekali, bagi pak Asep Dinda sudah seperti anak kandung nya dan tidak mengharap imbalan apapun dari keluarga nya walau tetap di berikan tanpa di minta.


''Buk, ibuk.'' panggil Nurmi saat sudah sampai ke rumah.


''Iya Nak, ada aa.''


''Ibuk sudah siap ?''


''Sudah, ayo berangkat sekarang saja, bapak pasti sudah nungguin kita sambil kelaparan.''


Nurmi dan buk Tuti ingin membawakan makan siang untuk pak Asep di kebun sayur mereka. Buk Tuti di bonceng oleh Nurmi di belakang.


Sesampai mereka di kebun tidak nampak pak Asep di mana-mana.


''Pak.... Pak eee-'' Panggil Buk Tuti dan Nurmi.

__ADS_1


''Buk, kok bapak gak ada ya buk ?''


''Gak tau, kemana bapak ya. Kok prasaan ibu gak enak.''


''Hiss ibuk, jangan mikir aneh-aneh deh buk.''


''Ya coba cari aja lagi''


Nurmi dan bu Tuti terus saja mencari pak Asep, tapi tidak ada juga.


''Buk, Nurmi tanya sama orang di bawah ya, mungkin bapak udah turun.''


''Tapi motor nya bapak masih ada nak.''


''Iya juga ya buk, kemana ya bapak.''


Saat kedua nya masih bingung kemana pergi nya pak Asep, tiba-tiba pak Asep keluar dari bawah kolong gubuk di ladang mereka.


''Buk, udah datang.'' Ucap pak Asep tak bersalah.


''Bapak,'' Ucap Buk Tuti dan Nurmi serentak.


''Bapak dari mana sih ?'' Mereka serentak lagi


''Lah kompak terus kalian berdua.'' Pak Asep jadi bingung.


''Bapak dari mana.'' Tanya Buk Tuti lagi.


''Tadi bapak ngantuk, nungguin kalian gak datang-datang, jadi bapak ya tidur.''


''Tidur di mana, orang di atas gubuk kosong gak ada orang.'' Jawab Nurmi


''Bapak tidur nya di bawah gubuk, biar ademmm'' Pak Asep menyegir...


''Hmmm, kelakuan si bapak, ya udah ayo makan sekarang saja.''


mereka bertiga pun naik ke atas gubuk dan makan siang bersama di sana.


Tbc...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya bestie


Dengan cara like,komen,subscribe dan vote


Terimakasih 🙏🙏


Salam sayang dari author Jhuwee dealova 😘😘


Dukungan kalian sangat berarti buat ku. 🫰🫰

__ADS_1


__ADS_2