
Saat melihat beberapa album foto masa kecil bersama kedua orang tua nya, Dinda teris saja berurai air mata, entah perasaan seperti apa yang Dinda rasakan saat ini, yang pastinya Dinda merasa rindu dengan sosok kedua orang tua nya.
''Kamu tidak apa-apa sayang.?'' Irfan memeluk Dinda dari samping, seolah memberi kekuatan pada sang istri.
Dinda tidak menjawab, terus saja membuka album foto itu satu persatu samapai akhir nya habis, lalu Dinda beralih pada album foto yang lain, di mana fotonya bersama Natasya lah yang paling banyak di sana.
Di depan rumah, Weny barusaja memarkirkan mobil nya dan melihat seperti mobil tuan Irfan yang berada di sana. Weny berfikir jika Irfan datang kemari ingin memberi nya kabar tentang Dinda.
Tanpa banyak berfikir lagi, Weny langsung masuk saja ke dalam.
''Assalammualaikum.'' Ucap Weny saat pintu besar itu di buka.
Semua yang ada di sana menoleh saat mendengar ada yang memberi salam. Weny mematung di tempat nya berdiri, Weny antara percaya atau tidak kalau Dinda sekarang berada di depan mata nya.
''Dinda.... Dinda.....'' Weny menghamburkan diri nya memeluk sang bos yang sudah lama menghilang.
Dinda mematung.
''Kamu kemana aja sih Din, kenapa gak ada kabar, aku pikir tidak dapat melihat mu lagi.'' Weny bicara panjang lebar, sedangkan Dinda hanya tersenyum kecit. Karena dirinya tidak mengingat Weny sama sekali.
''Weny tenang lah, Dinda mungkin tidak mengenal siapa kamu, karena Dinda saat ini sedang hilang ingatan.'' Ucap Irfan, Irfan terpaksa menyela karena Weny sangat banya pertanyaan yang mebuat Dinda jadi bingung.
Weny kaget nendengar jika dinda saat ini sedang hilang ingatan.
''Maaf.'' Lirih Weny.
Dinda menggenggam tangan nya weny,
''Jangan minta maaf, aku yang harus nya minta maaf karena melupakan kalian semua, aku tau dan bisa merasakan jika kalian adalah orang-orang terdekat ku.'' Dinda kembali terisak seraya memeluk Weny.
Bik Marny pun yang masih berdiri di dekat mereka tidak bisa menahan tangis nya. Mereka semua sedang menangis tersedu-sedu di ruang tamu itu.
''Sayang, mungkin kamu ingin melihat kamar.'' Ajak Irfan saat tangis mereka sudah mereda. Dinda pun setuju dengan usul sang suami, Dinda segera berjalan menujj kamar nya yang di tunjukkkan oleh bik Marny.
''Yang ini Non, silahkan masuk.'' Bik Marny membuka pintu kamar tersebut.
Kamar yang terlihat rapi dan terawat, meski pemilik nya tak di sini lagi, tapi Bik Marni selalu merapikan kamar itu setiap dua hari sekali.
Dinda masuk perlahan ke dalam kamar tersebut bersama Irfan, sedangkan bik Marni sudah kembali ke dapur dan meninggalkan mereka berdua di sana.
''Sayang, ada yang kamu ingat.'' Tanya Irfan
''Aku merasa kenyamanan dan kehangatan di kamar ini Mas, kamar ini pasti sudah menorehkan banyak kenangan di masa lalu ku dulu.'' Dinda memejam kan mata nya dan menghirup udara bunga lafender yang selalu di letakkan di sudut ruangan ileh Bik Marni agar kamar tersebut tidak oengap dan bau apek.
__ADS_1
Irfan pun tersenyum tatkala melihat istrinya yang terus saja mengambil dan membuang nafas di sana.
Dinda berjalan kesana kemari di dalam kamar itu, membuka ini dan itu di sana, melihat banyak hal, buku-buku miliknya, pakaian nya dulu yang masih tersusun rapi di dalam lemari.
Dinda juga merebahahkan tubuh nya atas tempat tidur dan berguling kesana kemari.
Setelah puas mengelilingi rumah nya dulu, sekarang Irfan dan Dinda pun kembali pulang ke rumah, saat di dalam perjalanan pulang, Irfan memberitahukan pada Dinda bahwa masih ada satu tempat lagi yang mungkin akan Dinda ingat nanti.
''Sayang, nanti kapan-kapan kita ke Apartemen ya.'' Ucap Irfan
''Apartemen !'' Dinda menautkan alis nya.
''Iya sayang, apartemen, tempat tinggal kita selama menikah, dan di sana juga tempat di mana saksi cinta kita berdua.''
Dinda tidak terbayang sedikit pun tentang apartemen yang di ceritakan oleh Irfan tersebut.
Sesampai mereka di rumah, hal pertama yang di cari oleh Dinda aladah Al, apalagi sudah hampir seharian ini Al di tinggal nya dengan Mbak Nunun. Sedangkan Irfan langsung masuk ke kamar ingin membersihkan Diri nya.
Seusai Mandi,Irfan mengambil ponsel dan menghubungi Kelvin sang Asisten.
''Hallo, selamat malam Tuan Muda.'' Sapa Kelvin Saat penggilan telfon itu sudah di angkat.
''Vin, aku harus memberimu pelajaran, kali ini kau sudah mendahului ku ya.''
''Ya, Ya, akan ku maafkan, karena mengingat kerjaan mu selama ini selalu bagu. Sekarang katakan gimana perkembangan tentang Celine.??''
''Jadibtuan muda sudah tau tentang Nona Celine ?''
''Iya, papa sudah memberitahu ku semua nya.''
''Nona Celine saat ini masih terus mencari tahu tentang siapa yang selalu mengirimkan foto si pembuh itu pada nya, bahkan saat ini Nona Celine juga sudah menyewa jasa seorang mafia untuk mencari pembunuh itu, mungkin Nona Celine curiga kalau pria itu lah yang meneror nya '' Jelas Kelvin panjang lebar.
''Ya sudah, terus awasi dia Vin, jangan sampai kita kecolongan lagi.Aku tidak mau hal itu terulang lagi.''
''Baik Tuan Muda, Oh ya tuan muda, saya dengar anda sudah memiliki seorang putra ?''
''Iya, itu benar vin. Dinda sedang mengandung saat di culik dulu.''
''Selamat Tuan Muda, kirim kan salam saya buat Nona Dinda.''
''Tidak perlu mengirim salam Vin.''
Kelvin menautkan alis nya mendengar jawaban sang bos, Kelvin berfikir Irfan cemburu karena dirinya mengirim salam untuk Dinda.
__ADS_1
''Maafkan saya Tuan Muda''
''Dinda tidak mengenal mu''
''Kenapa begitu, tuan.?''
''Dinda saat ini masih hilang ingatan, jadi dia belum mengingat siapa diri mu.''
''Ooohh, begitu ya tuan, ya sudah kalau begitu tuan.''
''Iya,''
Irfan menutup telfon nya, dan berbalik melihat Dinda sudah berdiri di belakang nya saat ini.
''Sayang. Kok tiba-tiba udah di sini soh, ngagetin aja.''
''Mas, terlalu fokus saat menelfon jadi tidak tau kalau aku sudah masuk.''
''Hmmm, yasudah oh ya sayang, Kelvin menitip pesan untuk mu.''
''Kelvin '' Dinda mengeryitkan alis nya.
''Iya, dia asisten ku, selama ini dia selalu ikut kemanapun kita pergi.''
''hhmm''
Dinda berlalu ke kamar mandi setelah berbicara dengan suami nya, Dinda berniat ingin membersih kan diri karena hari pun sudah malam.
Setelah selesai mandi dan berpakaiaan kedua nya turun lagi ke bawah untuk menyantap makan malam mereka, Di sana sudah di tunggu oleh kedua orang tua nya untuk makan malam bersama.
Keluarga tuan Mario kian lengkap tatkala Dinda sudah kembali pulang dan berkumpul lagi dengan mereka seperti dulu.
Tbc ..
Tinggalkan jejak kalian ya bestie.
Jangan lupa like,komen,subscribe dan vote
Terimakasih 🙏
Salam sayang dari author Jhuwee dealova😘
Dukungan kalian sangat berarti buat ku. 🫰
__ADS_1