Istri Untuk Reyhan

Istri Untuk Reyhan
Bab 39


__ADS_3

“Apa? Aku tidak dengar,” goda Arga berpura-pura.


Tanpa mereka sadari jika yang memperhatikan mereka.


“Wah, ada sedang pacaran ternyata!” celetuk seorang pembeli, yang ternyata memperhatikan mereka sejak tadi.


Meysi dan Arga menoleh ke sumber suara.


“Jangan pacaran terus Bang! Kemarin janda di depan itu, kok sekarang lain lagi?” goda pria yang kebetulan kenal dengan Arga beberapa hari ini.


Niatnya pria itu hanya bercanda, akan tetapi raut wajah Meysi langsung berubah menjadi cemberut setelah mendengar candaan pria itu.


“Haha ... Vino kamu bisa saja. Wanita itu hanya membeli bakso saja, kebetulan ia memesan bakso untuk acara arisan.”


“Masa? Tapi wanita itu janda loh, janda di tinggal mati!”


“Hush ... kamu ini mau bergosip atau mau makan bakso?” tanya Arga mengalihkan pembicaraan.


“Keduanya Bang.”


Netra pria itu tertuju pada Meysi yang tengah duduk bermain ponselnya.


“Bang, siapa wanita itu? Pacar baru Abang?” tanyanya pelan.


“Istri,” balas Arga berbisik di telinga pria itu.


Vino langsung menelan salivanya.


“Bang, bungkus saja baksonya.”


Arga terkekeh melihat wajah Vino langsung berubah.


Sudah hampir tengah malam, Arga memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena melihat Meysi berulang kali menguap, walaupun baksonya masih tersisa.


“Kita ke mana lagi?” tanya Meysi.


“Pulang,” sahut Arga mendorong gerobaknya.


Meysi mengangguk mengerti.


Tibanya di rumah, Meysi membantu Arga untuk membereskan dagangan suaminya.


Setelah selesai, Meysi merebahkan tubuhnya di kursi kayu sambil menunggu Arga yang tengah membersihkan badannya di kamar mandi.


Karena tidak kuat menahan kantuk, Meysi tertidur di kursi kayu tersebut dengan ber bantalkan lengannya.


Saat keluar dari kamar mandi, netranya tertuju pada wanita yang tengah tertidur di kursi tersebut dalam keadaan meringkuk.


“Pasti dia sangat lelah,” gumam Arga dalam hati.


Niatnya hendak menggendong tubuh Meysi, akan tetapi di urungkannya setelah mengingat kejadian terakhir dia dan Meysi di paksa menikah.


“Nona,” panggil Arga menggoyangkan bahu Meysi pelan.


Meysi langsung mengerjapkan kedua matanya.

__ADS_1


“Ke kamar,” Ujarnya.


Meysi duduk dari tidurnya, sambil menguap berulang kali.


Ia melangkah gontai menuju ke kamar, sementara Arga mengikuti langkah Meysi. Namun, hanya mengambil bantal dan selimut saja.


Setelah itu, ia kembali ke rumah tamu dan mulia merebahkan tubuhnya di kursi.


Baru memejamkan mata, terdengar suara teriakan Meysi dari kamarnya.


“Aaa ...” teriak Meysi histeris.


Arga langsung bangun dan setengah berlari ke kamar.


“Ada apa, Nona?”


“I-itu,” menunjuk kecoak di lantai.


Arga menghela napas kasar, melihat beberapa kecoak tersebut. Ia mengambil sapu dan mengusir kecoak itu dari kamarnya.


“Sudah,” ujar Arga.


Meysi mengangguk dan menghela napas lega.


Saat hendak melangkah keluar, langkahnya kembali terhenti.


“Arga,” panggil Meysi.


Arga menoleh ke arah Meysi.


“Aku tidur di luar. Tidurlah, ini sudah sangat malam. Jangan berteriak, nanti membangunkan semua orang dan akan berpikir yang tidak baik.”


Meysi kembali mengangguk.


“Arga,” panggil Meysi lagi.


Arga mulai kesal dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Apa lagi Nona?”


“Tidur di kamar saja. Di luar banyak sekali nyamuk, aku tidak keberatan berbagi tempat tidur.”


Arga tersenyum.


“Tidak perlu Nona, aku sudah terbiasa tidur dengan nyamuk.”


Mendengar itu, Meysi hanya bisa terdiam. Tidak mungkin dia memaksa Arga untuk tidur di kamar.


Arga kembali menuju ke ruang tamu, dan mulai merebahkan tubuhnya.


“Aku kira singa betina tidak takut dengan semua binatang!” gerutu Arga hati.


Karena kelelahan, hanya butuh beberapa menit saja mata Arga kembali terpejam.


Di sepertiga malam, tidur Arga kembali terganggu dengan suara Meysi yang membangunkannya.

__ADS_1


“Ada apa lagi, Nona?” tanya Arga mengharukan kepalanya tidak gatal.


“Ada yang mengetuk jendela kamar. Tapi aku membuka jendela itu, orangnya langsung lari.”


Arga mengernyit bingung.


“Mengetuk jendela?”


Meysi mengangguk.


Arga beranjak dari duduknya, lalu melangkah membuka pintu rumahnya.


Saat membuka pintu, terlihat beberapa orang yang tubuh penuh dengan tato.


“Hei, berani sekali kalian mengganggu tidur ku! Apa kalian tidak punya pekerjaan lain, selain mengganggu tidur orang?!” kesal Arga pada dua pria itu.


“Heh! Kamu orang baru disini, berani sekali membentak kami sebagai keamanan di sini.”


“Keamanan? Termasuk mengganggu tidur orang itu, termasuk menjaga keamanan!” celetuk Arga kesal.


“Tentu saja! Apa kalian pasangan suami istri? Berani membawa wanita masuk ke dalam rumah tanpa izin.”


“Aku istrinya. Apa mau kalian?” geram Meysi menyusul suaminya keluar dari rumah.


“Wah, wanita ini berani sekali bos.” Tangan pria itu hendak memegang dagu Meysi, dengan cepat Meysi menangkap tangan pria itu lalu memutarnya.


Krek!


Terdengar suara tulang pria itu.


Arga yang mendengarnya terasa ngilu.


“Apa itu cara kalian menjaga keamanan di sini? Dengan mengganggu tidur warga di sini!”


Pria tersebut terlihat memegang tangannya, melangkah menuju bosnya dengan wajah yang kesakitan.


“Bos, wanita itu sangat kuat sekali. Dia bukan wanita sembarangan,” bisik pria itu pada bosnya.


“Maafkan kami jika mengganggu tidur kalian. Lain kali, minta izin dulu pada kami ketika membawa istri ke dalam rumah. Agar kami tidak salah paham, mohon maaf atas ke tidak nyaman kalian.”


Namun, netra pria itu tidak berpindah pada Meysi.


“Masuk lah,” bisik Arga pada Meysi yang berdiri di samping, karena melihat tatapan mesum pria itu pada Meysi.


Setelah melihat kepergian pria itu, mereka berdua masuk.


“Tidur di kamar saja. Aku sangat yakin, jika mereka masih tidak percaya jika kita suami istri. Aku juga heran, kenapa ada lubang kecil di kamar itu. Sepertinya itu memang sengaja di beri lubang untuk mengintip.”


Arga menyetujui dengan ucapan Meysi.


Mereka masuk ke kamar, dan mulai merapikan tempat tidur yang sedikit berantakan.


Arga meletakkan guling di tengah mereka, lalu mulai merebahkan tubuhnya.


Mereka saling membelakangi dan mulai tertidur kembali.

__ADS_1


***


__ADS_2