
Saat berkata demikian, aku perlihat barang-batabg mahal yang kupakai. Wanita bernama felli itu pucat pasi jelas menahan malu.
Seketika kawan-kawan satria terliahat menepi. Ku dekati tubuh satria yang mematung pada kursi panjang. Kupegang erat rahangnya agar wajah kami berhadapan.
"kamu lihat aku istri yang kamu nafkahi 20 ribu sehari. Istri yang tidak pernah kamu buat dia merasa hidup bahagia. Istri yang selalu kamu suruh makan dengan ikan asin sambel ijo. Lihat aku! Tatap aku sekrang aku menjadi jauh lebih cantikan?"aku tersenyum mengejek.
" jangan menuntut, apa lagi menjelek-jelekkan istrimu karena penampilannya, sedangkan kamu tak pernah memberi nafkah yang layak" setelah berkata demikian aku hempaskan wajah laki-laki yang telah menikahiku itu dengan kasar. Kedua netranya terlihat berkaca-kaca. Sekarang ku beralih kepada perempuan yang duduk di sampingnya. aku pegang rahangnya tapi tak sekasar pada satria tadi. Aku masih berpikirjika ini bisa di laporkan atas tindak kekerasan.
"kamu seorang yang berpendidika,buka? Enak di ajak makan terus sama satria? Di mana harga dirimu,hah? Dengan bangga jalan sama suami orang, berkumpul di tempat umum seperti ini. Sambil tersenyum mendengar orang-orang mengejekku. Bila kamu hebat coba cari laki-laki kaya. Jangan orang seperti satria dong. Yang menelantarkan anak istrinya. Demi keluarga dan saudra-saudarnya!" entah dia memang perempuan penurut. Atau karena kaget tiba-tiba. Mengalami kejadian tak terduga. Dia hanya diam, tak menanggapiku.
"dan kalian para karyawan kantor yang tehormat, kali ini tatapanku beralih kepada segerombolan laki-laki yang berdiri tak jauh dariku.
" pantaskah orang-orang yang berpendidikan seperti kalian. Mengolok-ngolok orang yang sama sekali yang kalian belum kenal? Coba kalian bayangkan kalau itu adik kalian. Bila itu anggota keluarga kalian! Jangan kalian ikut campur sesuatu yang kalian belum tau permasalahannya. Camkan itu!"
Puas! Itu yang aku rasakan. Sekian lama satria menyakiti hatiku. tidak soal nafkah, tapi ini soal harga diriku. Hari ini akau mempunyai kesempatan untuk memepermalukan dia di hadapn umum.
"ku tunggu surat cerai darimu, dan siap kan uang yang banyak untuk mengganti nafkah yang tidak layak yang kamu berikan kepadaku" tegasku pada satria.
Aku segera berlalu dari hadapan mereka. aku lihat pak andi berdiri nggak jauh dari tempatku. Tersenyim padaku. Namaun, tak kubalas, karna sudah sepekat untuk tidak saling mengenal.
Tiba-tiab satria berdiri dan mengejarku, dan menangkap tanganku.
"santi, maafkan aku. Kita bicara ini baik-baik"pintanya, dengan raut wajah yang memelas.
__ADS_1
" sudah terlambat!"jawabku, penuh penekanan. Lalu aku melirik felli
"dan kamu perempuan gudik, siapkan jamu agar satria bisa berdiri. Biar kamu puas. Asal kamu tau keperkasaannya itu karna aku sering membuat jamu kuat, ternyata malah kamu yang nikmati'
Aku meludah ketanah yang kosong sebagai bentuk penghinaan. Terhadap merka berdua. Kulangkahkan kaki menuju mobil. Sesaat kemenoleh, melihat seorang pemuda yang merekam kejadian tadi dengan gawainya. Saat ku hampiri dia mundur ketakutan.
"tak apa kamu viralkan saja aku izinkan kamu menyebarkan kemedia sosial. Biar semua orang tau kelakuan satria, terutama, mereka yang mengolok-olokkan aku. Aku tidak malu karna aku bukan orang yang berpedidikan orang yang terpelajar.
Satria mengikutiku sembari memanggil-manggil namaku. "dek, dek" dia tetap memanggilku tanpa menyerah
"jangan panggil aku begitu. Aku muak mendengar panggialn itu"
Kubuka pintu mobil dan kulihat boneka yang di belikanya untuk raisya. Masih teronghok disana. Masih terbungkus plastik dengan rapi. niat hati ingin memebetikan kepada anak pegawaiku. Aku malah lupa. Mungkin akan kembali kepada pemiliknya. Kuambil benda itu dan kulemparkan benda itu kepadanya.
Dia meringis.
" terimakasih,neng"jawab tukang parkir dengan raut wajah bahagia.
Kulajuka mobil perlahan, meninggalkan tempat yang telah menorehkan malu bagi satria.
Dijalan yang sepi. Kutepikan mobil menelungkupkan kepala pada kemudi dan menanhis sejadi-jadinya menumpahkan sesak di dalam dada. Bagai nanapun, aku sakit dengan yang terjadi hari ini. Tak lama, sebuah pesan masuk dari pak andi.
(hati-hati nyupirnya kalau sudah nyampe kabarin aku) ku baca pesan ini setelah hati ini sedikit tenang
__ADS_1
(iya) balasku.
***
Sesampai dirumah, tidak ku ceritakan kejadian hari ini kepada bapak dan ibuku. Rasa malas membahas apapun tentang satria. Aku memilih lansung mengemasi pesanan yang akan segera dikirimkan. Saat ini ada 25 reseler aktif yang gabung dalam anggotaku.
Uang memang bukan segala-galanya, tapi buktinya kenyataannya, seseorangdi hormati, di hargai karna uang yang di milikinya. Meski kita tau, bentuk penghargaan tersebut tulus atau hanya kepura-puraan.
Ya, seperti saat ini, aku tidak tau alasan apa satria berkali-kali menghubungi aku. Entah karena takut, atau karena telah melihat penampilan aku waktu di warng bakso tadi.aku terlihat berbeda di saat bersama mas satria ketika dirumah, dulu aku hanya sering menggunakan daster lusuh,sobekan dimana-mana. Bekas jahitan dimana-mana,karna aku tak mampu memanja kan dirikusendiri,janagnkan untuk memanjakan diri untuk makan saja aku harus berjuang, banting tulang dan melakoni segala pekerjaan yang penting perut bisa terisi.namun, sekarang aku sudah memiliku semuanya aku bisa membeli apapun yang aku mau, aku bisa pergi kemanapun dengan uang yang aku miliki. HP ku masih saja berdering menandakan da panghialan masuk dari mas satria. Namun, aku abaikan penggilan dan pesannya. Kebetulan aku punya dua HP,satu untuk pribadi yang satu untuk bisnis,jadi aku tidak terganggu dengan panggilan mau pun pesan yang masuk dari calon mantan suamiku,Aku malas ambil pusing apapun lagi tentang dia, karna aku merasa telah muak dengan dirinya.dengan tingkah lakunya.
Aku di kejutkan dengan kedatangan raiya bersama bapak.
"bagai mana nduk pertemuan tadi? Apa kah kerja samanya berjalan lancar?" tanya bapak
"alhamdulillah pak semua berjalan dengan lancar, dan orang nya juga baik, dia minta segera dikirim pesanannya kalau bisa lebih cepat lebih baik" jawab ku sekenanya memang begitu perjanjianku bersama pak andi.
Beliau meminta agar pesanan nya dikirim secepat mungkin, dan beliau juga membayar separuh harga dari peanan nya, katanya kalau barng nya sudah dikirimkan sisanya akian ditransfer.
"bu lihat ini kakung beliin raisya ini." Raisya menunjuk sebuah bando yang melingkar di kepala mungilnya,
"cantik kan bu? Tanyanya lagi untuk mengalihkan perhatianku
"wah cantik sekali, pastiharga nya mahal" pujiku
__ADS_1
"nggak kok nggak mahal, kata kakung untuk tuan putri yang cantik ini bando harga segini nggak mahal kok, iya kan kung?" raisya beralih bertanya kepada bapak
"iya tuan putri ibu yang cantik ucapku sambil mengemasi barang pesanan.