Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
bertemu gita


__ADS_3

"lah terus motor saya bagai mana buk" ucpku bingung,dan juga mencari alasan supaya tidak di antar oleh buk sindi,aku merasa singkan kamalu harus di antar apa lagi di ajak makan sama beliau ,tapi aku juga nggak enak kalau harus nolak cara terang-terangan."itu urusan gampang yang jelas sekarng kamu masuk kemobil ibu, urusan motor nanti ibu suruh orang ibu untuk mengantarnya pulang" ucap sindi tegas tidak mau tawar menawar. aku berpikir sejenak dan melihat ke arah raisya.


Di luar dugaanku raisya sangan antusias, lansungmenyetujui ajakan bu sindi, walupun raisya dan bu sindi sempat bertwmu bebrapakali namun itu sudah cukup membuat merka jadi dekat,sehingga membuat aku tidak bisa berkutik, dan mau tidak mau aku pun terpaksa menyetujui ajakan bu siandi, sebenarnya aku merasa tidak enak hati kepada bu sindi,tapi lagi-lagi karna aku tidak mau membuat putri ku kecewa. Aku terpaksa menyetujui.akhirnya dengan langkah yang segan aku perlahan masuk ke mobil bu sindi, pak andi di bangku depan di sebelah sopir aku, raisya, danbu sindi di bangku tengah, semua belanjaanku telah di masukakan oleh pak darso kedalam bagasi mobil mewah yang kami tumpangi ini,


Perlahan kuda besi ini merayap meninggalkan super market, hening sejenak diantara kami, hanya sesekali terdenganr celotehan raisya yang bercerita dan sesekali di sahuti oleh pak andi. Sepertinya pak andi menyukai anak kecil. Menurut ceria bu rasti bu sindi dulu mempunya seorang purti adik nya pak andi tetapi meninggal dunia waktu umur 10 tahun karna kecelakaan. Bu sindi pernah depresi setelah kematian putri satu-satunya. Dengan berkat dan semangat yang selalu bu rasti berilan sehingga bu sindi bisa bangkit lagi, makanyadia sangat menyayangi anak kecil apa lagi anak perempuan.. Tidak terasa kami telah sampai di depan restoran , perlahan kami keluar dan menuju tempat yang telah di pesan oleh ibu sindi.


***


Kini aku, raisya, bu sindi dan juga pak andi telah berada di sebuah retoran yang terkenal dengan makanan yang unik dan lezat.


Ini pertama kalinya aku makan di tempat yang mewah seperti ini.


Sengaja bu sindi mengajak makan di tempat ini, karna sekalian untuk bertemu dengan salah satu clainnya dan juga untuk makn malam.


Aku melihat pal andi pria yang sangat berwibawa. dia juga sepertinya sengat menyayangi sang ibu. Karna dia juga mau menemani ibunya berbelanja, jarang ada pria seperti ini.


"Uangku tidak cukup mas"ujar seorng wanita yang berada di belakang kami.


" mas benaran nggak ad uang?" tanya wanita tadi lagi


"kamu kan yang tadi bilang kalau kamu yang akan bayar semua makanan ini? Kenapa sekarang malh nyurh aku yang bayar?"ujar pria itu


Aku menoleh kebelakang. Dan itu adalah gita adik nya satria. Meja mereka berjarak hampir dua meja dari meja kami. Namun, suara gita cukup keras, sehingga terdengar di telingku.


"saya boleh ninggalin KTP dulu, nggak?" tanya gita kepada pelayan yang menunggu pesanan merka untyk di bayar, saat membawa tagihan.

__ADS_1


"saya punya uang kok, tapi ketinggaln dirumah kok mas"alasan gita.


Aku tertegun melihat pemandangan ini. Melihat adik satria makan di reteron mewah, tapi tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar.


"mbak santi" ucap gita setelah melihat aku di dekat meja bu sindi.


Karena tadi dia tidak menyadari, dan sibuk main HP. Gita bangkit dari duduknya dan menghampiriku.


"mbak santi, akuboleh minta tolong nggak?"tanya gita


Perasanku mulai todak enak di saat gita meminta bantuan kepadku,


"kamu bisa kan mbak, bantuin bayarin makanan aku dulu?, masih kurang mbak satu juta, semuanya 1,5 juta, danaku hanya membawa uang 500 ribu, aku sudah minta kirim mas satria tapi dia belum membalas pesanku." jelas gita.


"apakah kamu tidak baca dulu daftar, sehingga tidak bida membayar?" tanyaku


Gita juga merasa heran,tadi sudah memastikan jika membawa cukup uang.


pak andi dan bu sindi hanya diam menyimak, pembicaraan aku dan juga gita.


Aku merasa malu, lagi-lagi keluarga mas satria membuat masalah, dan meminta pertolongan kepadaku, aku mengambil tasku, dan mengambil uang satu juta. Seperti yang diminta oleh gita.


"ini kamu bayarlah makananmu, lain kali jangan makan ditempat yang mahal, jika tidak mempu membayar" ujarku setelah memberikan yang gita pinjam.


gita mengambil uang itu, dan hanya terdiam mendwngar ucapan ku.

__ADS_1


"ma-makasih mbak!"ucap gita dan kembali kemejanya tadi.


Sepeninggalan gita, kami menikmati makan malam kami yang tertunda akibat kehadiran gita.


***


Kami pulang di antar sama bu sindi dan pak andi,raisya minta pulangnya kerumah ibu, sesampai dirumah ibu pak darso sopirnya bu sindi menghentikan mobil di gerbang rumah ibu,


" gak mampir dulu bu?" ajakku sekedar berbasa-basi


"lain kali saja sudah malam juga, kalian juga butuh istirahat, lihat tuh raisya ngantuk bangat" ucpa bu sindi sambil melirik raisya yang sudah terlelap dalam dekapanku


"ya suda kalu begit kami permisi dulu buk, makasih makan malam , sama tumpangan nya,assalamualaikum" ucapku sambil menyalami serta mencium punggungvtangan wanita hebat satu ini.


"waalaikumsalam" jawab bu sindi dan pak andi bersamaan,


Bu sundi juga memerintah pak darso untuk menurunkan barang nelanjaanku serta barang yang tadi di belinya sama raisya entah apa isi satu plastik besar. Dan membawa barang belanjaanku lansung keteras rumah ibu.


"makasih pak, letakkan di situ saja nanti saya bawa masuk" ucapku setelah kami berada di teras


"sama-sama mbak, kalau begitu saya permisi dulu, assalamualaikum" pria itu mengucap salam sambil berlalu


"waalaikumsalam" jawabku sambil menatap punggung laki-laki yang tadi membantuku membawa belanjaan, hinggabeliau masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkan gerbangrumah ibu, bu sindi melambaikan tanagan, aku hanya tersenyum membalas lambayan beliau, aku tidak bisa membalas lambayannya karna raisya masih di gendonganku, ibu membuka pintu ketiak aku mengetuk pintu, rupanya tadi waktu aku baru pulang bapak dan ibu sedang sholat isya berjamaah, kelihatandari beliau masi meggunakan mukena.


Ibu mengambil alih menggendong raisya yang masih terlelap dan membawanya masuk kedalam kamar, aku menyusul masuk sambil mebawa semua barang belanjaan tadi,

__ADS_1


Aku membagikan mana belanjaan yang tadi ku belikan untuk ibu, dan mana yang akan aku bawa pulang, kemudian menyimpan semua barang punya ibu persabunan, ku simpan di lemari, sayuran ku simpan di lemari es, biar ketika ibu masak sayurnya terap segar, iwak-iwaan ku masukan kedalam plizer,


__ADS_2