Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
pak aripin mendampingi mengajukan gugatan perceraian.


__ADS_3

Hari sudah beran jak sore. Namun bapak belum juga pulang. Aku semakin gelisah. Jangan-jangan, disanaterjadi demat kusir seperti kemaren. Setelah ini aku sudah tidak ingi lagi berhubungan dengan merka.


Rasulalah SAW pernah bersabda:saya menjanjikan rumah di pinggir sungai. Bagi orang-orang yang meninggalkan perdebatan walau pun dia orang yang benar.


Betapa malunya diriku ini, yang selalu bertangkar dengan orang-orang yang terdekat dengan mas Satria. Sungguh, lisan ini telah banya melakukan perbuatan dosa. Namun aku hanyalah manusia biasa. Yang dalam kondisi terzolimi, sudah tentu ingin melindungi persaan dan hati ini.


Mengingat segal hal yang terjadi membuat aku ingin terlepas dari sebagai istri Satria kurniwan. Akan semakin banyak dosa yang aku lakukan. Dan aku harus menghindari orang-orang yang menjadi sumber masalh. Setelah permasalahan aku dengan mas Satria selesai. Aku akan memperbaiki diri dan memohon ampun atas dosa-dosa yang aku lakukan.


Tiba-tiba aku teringat dengan kata-kata guruku waktu aku sekolah dulu. Saat kamu merasa tidak bisa menyelesaikan masalahmu, ketika kamu merasa dosa-dosa mu banyak, maka perbanyakkan lah beristigfar. Karena bisa jadi kesulitan-kesulitan hidup yang menimpa dirimu itu di swbabkan olwh dosa yang penah kamu perbuat. Apa bila allah mengampuni dosamu, makaallah akan permudahkan segala urusan kamu dengan cara yang tidak terduga.


Sambil mwnunggu kepulangan bapak lidah dan hati ini terus melantunkan istigfar.


Ketika jiwa ini sudah mulai tenang, Terdengarlahbunyi suara motor bapak. Memasuki halaman rumahku. Aku berhegas membuka pintu rumahku. Terlihat wajah lelah dari wajah laki-laki yang sudah mulai kerut itu. Aku jadi mersa bersalah melihatnya. Seharusnya beliau bahagia melihat kehidupan rumah tangga anaknya, bukanseperti sekarang.


Bapak melangkah gontai menuju ruang tamu. Akupun mengikuti. Dalamhatiberjanji sebelum beliau menceritakan aku tidak akan bertanya yerlebih dahulu.


Segera aku buatkan secangkir kopi hitam, dan membawa sepiring pisang goreng keruang tamu tempat dimana bapak berada.


"santi"panggilan bapak yang ku tunggu akhirnya keluar juga. Aku yang sedang menonton televisi mendekat dan duduk di kursi berhadapan dengan beliau.


" santi, bapak sudah bicara dengan keluarga Satria. Suamimu juga ada di sana. Mereka benar-benar tidak bisa di ajak bicara baik-baik. Maunyamenang sendiri. Bapak tidak perlu menceritakan apa yang kami bicarakan disana karna akan menambah luka hatimu saja.


laki-laki baya di hadapanku itu berhenti sebentar. Dan itu sukses membuat jantungku menggila di dalam sana.

__ADS_1


"yang bapak tidak habis pikir mengapa mereka tega memeraskamu? Dendayang merka maksud hanya lima belas juta. Tadi, bibiknyasatria berda di sana kecoplosan menyebut nominal itu."Bapak menggeleng-gelengkan kepala.


" Terus masalh buku nikahnya bagai mana pak?"tanyaku pelan. Sekaligus mengalih pembicaraan supaya bapak tidak cerita yang bisa membuat aku merdang.


Kakek dari anakku itu. Meronggoh saku jaketnya. Aku sangat tegang saat beliau mengeluarkan sesuatu dari askunya.


Segera aku tarik nafasku setelah melihat dua buku kecil dari baju hangat berwarna hitam ter sebut.


"mereka meminta komensasi buku ini" ujarnya dengan lirih.


"uang lima juta rupiah"aku terkulai bukan masalah uangnya, melainkan karena aku benar-benar di manfaatkan.


" bapak kasih?"tanyaku lagi, Bapak menggelengkan kepala.


"Satria memberikan buku ini, Namun,ibunya masih tetap bersikeras supaya uangnya tetap di transfer besok. Bila tidak maka proses perceraian kalian akan di persulitka."


"Baiklah, pak. Kalau begitu permainan mereka akan aku turuti supaya masalah ini cepat selesai, biar kita tidak nambah banyak dosa" aku membuang nafas pasrah.


"walaupun merka yang zalim, tapi kadang kita juga ikutan emosi. Sehinggamengeluarkan kata-kata yang kasar, terlebihaku pak kurang bisa mengontrol emosi tidak seperti bapak bisa menyelesai masalah dengan cara santai" Bapak menganggukkan kepala.


"Seharusnya aku menghormati mereka, Namun kata-kata mereka yang kasar dan menyakitka hati , sehingga menyudutka emosi. Dan memancing untuk kasar juga. Aku hanya ingin tenang pak."


"Apapun yang membuat kamu merasa lebih baik bapak nentiasa selalu mendukungmu."jawab bapak. "ya sudah sekarang bapak mau pulang dulu."

__ADS_1


"Aku ikut bangkit di saat laki-laki yang menjagaku semenjak aku kecil itu berdiri. Namun baru saja hendank melangkah, beliau kembali berbalik. Kali ini tatapannya terlihat tegas.


"Satu lagijauhi CEO itu, beberapa kali bertemu disaatengantar pesanannya bapak tau kalau dia ada hati pada kamu. bapak trauma memiliki menantu orang seperti itu"


Selesai berkata seperti itu bapak melangkah keluar ruamh aku mengikuti dari balakang, dari bapak naik le atas maotor kesayangannya sampai beliau menghilang dri pandanganku tak luput dari penglihatanku. Sementaraaku masih berdiri kaku di teras rumah. Ternyata bapak sudah tahu perihal pak Andi."


Baiklah, pak. Aku akan menjauhinya. Supaya bapak tidak perlu mersa takut akan nasib rumah tanggaku lagi. Entahlah apakah hati ini masih bisa menerima laki-laki lagi untuk menjadi pendamping hidup.


***


dua hari kemu dian aku mengajukan gugatan cerai yang di dampingi oleh bapak aripin. Pengacara ibuk rasti,laki-laki ini sungguh baik beliau yang mengurus semua yang bersangkutan denga gugatan cerai yang aku ajukan setelah swmua beres aku hanya tinggal memnandatangani berkas-berkas yang harus aku tanda tangan saja.


Dan aku juga di tanya berbagai hal alsan aku igin bercerai dari mas Satria. Dengan tanpa aku tutupi, aku ungkapkan semua masalah yang terjadi di dalam rumah tanggaku selama ini termasuk perselingkuhanas Satria. Pak arifin pengacara yang di utuskan buk rasti untuk membantuku, terlihat mangut-mangut.


Tentu saja berita mas Satria di gerbeg warga, sudahterdengar oleh banyak orang. Mengingat pro fesi kedua pelaku itu adalah orang-orang yang sangat tidak di sangka kalau mereka akan melakukan zina. Hal in tentu menjadi kabar yang banyak di bicarakan di berbagai kalangan pengusaha. Temasuk pemerintahan.


Dalam kesempatan ini aku, tidak lupa untuk meminta bantuan mereka supaya proses ini bisa berlansung dengan cepat.


setelah selesai, aku segera pulang karna kebetulan semua di urus oleh pak arifin aku hanya terima beres. Aku hanya perlu menunggu sidang dari pengadilan.


Satu langkah terlampaui, semoga kedepannya berjalan jamcar.


Saat di parkitan sebuah panggilan masuk dari nomor baru. Segera aku geser tombol hijau ke atas. Dan mengucapkan salam pada orang yang di seberang.

__ADS_1


Aku terdiam mendengar dia berbicara. Ternyata ibunya mas Satria menagih uang yang di minta ketika bapak mengambik surat nikah. Tak berapa lama aku putuskan panghilan secara sepihak. Setelah mengiyakandan segera aku menonaktifkan gawaiku.


__ADS_2