Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
mereka datang meminta uang


__ADS_3

Aku menyalakan kendaraanku dan berkgerak pulang menuju rumah.


Entah kebetulan atau bagai mana di saat ak berhenti dan mampir ketempat mentransfer, akubaru ingat tidak menanyakan nomor rekeningnya. Mau menelpon, tapi malas. Akhirnya aku putuskan pulang saja kerumah.


Sampai dirumah, aku kembalike aktifitas biasanya. Mengemas barang pesanan. Begiti selesai aku menyalakan gawaiku kembali. Ada sebuah pesan dari aplikasi hijau yangenarik untuk di baca.


(santi, kamu apa kabar? Mengapa kamu seperti menghindari aku? Apa aku punya salah?) segera aku ketim balasan.


(maaf, pakuntuk sementara waktu aku lagi yidak pengen di ngangu oleh siapapun. Ingin fokus menyelesaikan masalahku. Lagi pula, saatini aku mas berstatus bebagai istri orang. Bila orang-orang tau kalau aku lagi dekat dengan laki-laki lainmerka akan berpikiraku tidak jauh beda dengan selingkuhan mas Satria)


Begitu selesai segera aku kirim. Dan tak selang lama, aku mendapat balasan.


(baiklah santi, aku akan menunggu sampai di saat kamu benar-banar bisa di dekati) hanya aku baca tanpa aku balas.


Sayup-sayup terdengar lagu sela on7 di putar oleh tetangga depan rumah.


Aku berhenti berharap


Dan menunggu datangnya gelap


Sampai nanti suatu saat


Tak ada cinta ku dapat

__ADS_1


***


Semua berkas pengajuan gugatan cetai sudah masuk ke pengadilan. Aku hanya perlu menunggu jadwal sidang. seperti biasanya, aku menjalani hari-hari dengan persaan jauh lebib tenang. Dan lebih banya meluangkan waktu untuk putri kecilku.


"Bapak saja yang urus urusan pabrik Santi. Buat pekerjaan sehari-hari juga biar bapak tidak suntuk, daripada bapak urus peternakan dikandang, bapak sudah lelah. Masalh hasil terserah kami saja. Yang penting bapak dan ibu masih bisa makan. Kamicuam hidup berdua. Kalaubapak nggak ngapa-ngapain rasanya bosan juga, duduk saja dirumah" pinta bapak pada suatu sore. "ya allah pak nggak usah itung-itungan begitu lah berpapun yang bapak berikan akan aku terima. Bapak ambil saja berpapun yang bapak mau, yangpentin bagiku kalian todak kekurangan." jawabku. Bapak mengangguk saja.


Hari-hari menunggu panggilan sidang semakin guhup. Takutbila mas Satria dan keluarganya mempersualitkan perceraiankami. Ah aku baru ingat seminggu telah berlalu. Aku belum mentransfer uang yang di minta oleh ibu mas Satria,tapi anehnya tidak ada telpon meminta uang lagi. Dua minggu berlalu aku masih setia menunggu panggilan sidang. Aku semaki was-was saja.


Minggu siang saat aku sedang menonton televisi bersama Raisya. Terdengar suara motor memasuki pekarangan. Aku masih ingat itu suara motor mas satria. Lansung aku intip dari gorden ruang tamu, ternyatabukan dia yang datang. Melainkan mbak Ida bersama mertua kesyangannya. Aku menunggu sampai mengucap salam atau mengetuk pintu. mereka mau apa lagi sih kesini.


Seperti orang lagi emosi pitu rumahku di gedor-gedor. Dengan malas aku membuka pintu.


"Santi, ibumenagih uang yang kamu janjikan" sebelum aku persialhkan orang tua itu menyelonong masuk dan tanta basa-bsai perempuan tua ituengucapkan maksud dan tujuan utama meraka keaini.


"ibu apa aku punya hutang sama ibu?" tanyaku denga sopan.


"kan kamu sudah berjanji akan mentransferkan uang itu kepada ibu. Buat denda Satria. Lagi pula iti buat ganti surat nika yang di minta oleh bapak kamu."ujarnya, ketus.


"maaf buk, saya sudah tidak punya uang. Uang ya g ada pun mau di pakai untuk biaya perceraian kami. Kalai nanti ada suatu hal yang harus aku urus dengan uang. Bukankah itu maunya ibu? Seharusnyaibu senang dong kalai sampai kami bercerai mas Satria nantikan bisa menikah dengan wanita pilihan ibu. Ataus ama wanita selingkuhannya."jelasku masih dengan nada lembut.


"makanya santi, nggak usah mita cerai segala sekarang kamu sendiri yang repalot. Apa susahnya sih ngasih uang sama Satria, trus kalian balikan lagi kan gampang urusanpun selesai kalau kamu tidam keras kepala." mbak ida menimpali.


Aku hanya diam tanpa berniat untuk menjawab.

__ADS_1


Mbak Ida oni hanya lulusan sekolah dasar saja. Menikah di saat usia masih lima belas tahun. Jadidia tidak punya bekal pengalaman apapun. Meladeniomongannya hanya membuat aku menjadi bodoh seperti dia.


"santi, karena kamu sudah mengingkari janji maka kamu harus membayar seperti yangbpertama kali kami minta. Ya itu tiga puluh juta." ucap ibu mas Satri penuh keyakinan.


Aku memijit pelipisku yang tiba-tiab berdenyut sakit.


"saya tidak akan memberkan sepeserpun untuk ibu"ucapku tetap pada pendirian.


Rasanya tidak perlu memusingkan permintaan merela. Yang penting nerkas gugatan ceraiku sudah masuk kepengadilan. Yerserah mau menyebutku penipu atau pembohong. Itu urusan mereka. Jika pin ada orang lain yang menilai trhadap aku sama buruk, sama jeleknya dengan keluarga mas Satria, akutidak peduli. sebaik-baiknya seseorang akan tetap salah di hadapan oeng yang tidakenyukainya.


"kamu keterlaluan , santi. Susah payah aku mengumpulkan uang untuk berangkat umroh, hasil dari gaji yang di berika Satria untukku, harus kandas untuk membayar denda kemarin."


Aku kaget, tentu saja. Faktaitu baru aku ketahwi sekarang.


"kamu benar-banar orang yang tidak punya belas kasih. gara-gara kamu re cana ibadah ku terancam gagal. Bahkan mungkin benar-benar gagal."wanita tua yang masih berstatus mertiaku itu berkata sambil menangis.


hmmm jadi selama ini uang mas Satria ditabung untuk biaya umroh? Bagus sekali! Karena dari awal di lakukan denga cara tidak jujur, makabegini lah hasilnya.


"Ibu boleh mengatakan ini semua gara-gara aku, kalau aku yang berbuat zina, dan ibu harus membayar uang itu untuk aku. Tapi ibu membayar uang itu untuk mas Stria, bu. Kembali kepemiliknya kan? Uangmas Satria ya kembali untuk mas Satria juag." aku masih berbicara dengan bahasa santun sopan, dan santai.


"kamu memang menantu yang tidak pernah memberi jasa kepada keluarga suami, pantas saja Satria memilih selingkuh dari pada bertahan setian sama kamu,. Danlebih sayang Anisa ketimbang Raisya."sahut mabak Ida dengan ketus.


"iya mbak aku memang tidak ada baik ya di hadapan kalian. Makanya jangan coba-coba menghwntikan aku untuk bercerai supaya mas Satria bisa cari isatri yang yang mau berjasa terhadap keluarga suami."

__ADS_1


"kamu tahu santi, Satria diturunkan jabatannya dari menejer menjadi pegawai biasa dan akan di buang ke cabang perusahaan di plosaok desa. Begitupun dnengan Felly mereka berdua di pindahkan ke anak-anak perusahaan di luar kota.ini semua adalah salah kamu."


Aku hanya mengangkat alis sebagai repon. Samasekali tidak peduli denga yang menimpa mereka berdua.


__ADS_2