Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
keisya


__ADS_3

"sudahlah sayang kamu hanya makan buang-buang waktu saja disini. Lebih baik kita pergi saja sekarang. Dan biarkan saja motor mu disininanti aku telpon anak buahku untuk mengambil motormu di sini" pak Andi lansung menarik tanganku untuk segera menuju kemobil.


"Dasar perempuan murahan."hinaan Felly tidak terima melihat perlakuan pak Andi terhadapku.


"Kamu cukup diam atau kamu akan kehilangan pekrjaanku. Apa kamu tidak malu denga vidio viral kalian? Akusarankan lebih baik kalian segera menikah. Karena hasrat bisa saja datang kapan saja." tunju pak Andi kepada Felly. MukaFelly keliahtan merah padam menahan kesal.


Sedangkan mas Satria diam tiada brkutik. Dia takut kalau banyak omong, pekerjaannya jadi terancam seperti Felly. Karena dia tau kalau dia adalah bos besar tempat dia bekerja bersama Felly.


Kami lansung masuk ke mobil dan meninggalkan sepasang keasih yang masih diam membisu. Dan Felly hanya bisa menahan kesal dengan menghentak-hentakkan kakinya ke bumi.


"""


Sekarang kami sudah di mobil sama-sam diam, tidak ada yang memulai untuk berbicara. Saat di perjalanan tiba-tiab ponsel pak Andi berdering. dan terpaksa pak Andi menghentika mobilnya di pinggir jalan. Dan dia pun mengangkat panggilan di ponselnya. Ternyata itu telpon dari mama nya.


(hallo, sayang. kamu lagi dimana?)


"aku lagi pergi mah sama Santi."jawabnya sambil dia melirik ke arahku.


Sedangkan aku hanya diam dan gugup, ada hal juga yang ingi aku sampaikan sama pak Andi.


(wah syukurlah kalau santi telak berhasil membobol benteng dinding hati mu yang kokoh itu)


Dia hanya menunduk saja bingung bagai mana cara mwnjelaskan sama mamanya.


"ada apa mah"


(ya ampun, mama sampai lupa kan! Mama mau minta tolong sama kamu tolong jemputkan kakak sepupu kamu di bandara. Karena sebentar lagi dia akan sampai di indonesia)

__ADS_1


"kak kaisya? Dia kesini?" tanya pak Andi sedikit bingung.


(Iya sayang, pak ahmad hari ini tidak masuk keeja, karena dia kerumah sakit istrinya lahiran, jadi mama mau minta tolong sama kamu ya? Kamumaukan bantu mama? Sekalian ajak Santi untuk kenalan sama kak kaisya"


"Baik mah aku akan berangkat sekarang"


"Oke sayang, salamsama Santi, calon mantu mama semoga kalian cepat menikah. Ucap bu Rasti penuh harap,karena dia memang mtelah menyukai Santi untuk menjadi pasangan putranya. Dan dia juga sangat berharap suatu saat nanti mereka bisa menkadi sepasang suami istri.


"amin" jawab pak Andi.


Selesai menelpon mamanya pak Andi pun lansung menatapku. Lalutersenyum tipis. Sikap pak Andi kali ini sukses membuat jantungku berdegup kencang seperti mau lompat dari tempatnya.


"Ehem kamu bisa bicara kan?" tegur pak Andi sambil tersenyum tipis.


"Maksud kamu apa emang kamu kira aku bisu?" sahutku sinis.


"Oh ya kita lansung ke bandara dulu ya? Kaerena aku akan menjemput kakakku terlebih dahulu. Kalau aku mengantar kamu pulang kerumah terlebih dahulu tidak akan cukup waktu." ucap pak Andi


"akuturun disini saja. Dan satu lagi tolong kalau dekat siapa pun nggak usah pegang-pegang tanganku. Aku risih tau nggak." aku bersiap, dan akan segera turun. Lalu denga cepat pak Andi mengambil tisue dan memegang tanganku denga di lapusi tisue. Berudahamencegah ku supaya tidak turun dari mobil.


"Jangan turun, kamumau kalau aku di marahin sama mama?" aku berpikir sejenak.


"Terus ngapain kamu pegang tanganku dengan tisue?" pak Andi reflek membuang tisue yang berada di tangnnya.


"Kan bukan muhrim" aku lansung menggelengkan kepala. dan kembali ke posisi tempat duduk ku tadi.


"Terima kasih" ucapa Pak Andi. Namun tidak aku balas. Setelah kejadian tadi di antara kami hanya ada kesunyian, tidak ada di antara kami yang mendalukan untuk berbicara.

__ADS_1


Karena suasan berubah menjadi kaku, pakAndi pun akhirnya menjalankan mobilnya menuju ke bandara.


30 menit di perjalana akhirnya kami samlai di bandara. Tak lama kemudia pak Andi menemui seorang gadis cantik modis **** yang baru keluar dari arah pitu depan aku hanya mengikutinya dari belakang.


"kak kaisya!" pak Andi memanghil gadis itu, dia pun menoleh ke arah pak Andi. Lalu tersenyum sumringah.


Tak berepa lama, gadis itu telah sampai di dekat kami dan lansung memeluk tubuh kekar pak andi.


"Ya ampun kamu sudah besar sekalo adek gantenku. Nggak nyangka ih, kalausekarng sidah sebesar ini. Dulu masih imut-imut. Sekarang udah mau nikah saja." celoteh wanita cantik itu tanpa mau memberi ruang waktu untk pak Andi berbicara.


"Aku rindu sama kakak. Oh ya kenalin ini Santi calon istriku." ujar pak Andi sambil menatap ke arah wanita cantik itu.


Sontak matany membulat melohat ke arahku. Yangmemang dari tadi sudah berdiri di samping pak andi. Namun, sepertinyawanita itu seperti tidak menyadari keberadaanku. Wanitaitu mengulurkan tangannya ke arahku


"keisya" ucap nya datar. Sambilmenjabar tanganku.


"Santi jawabku sambil tersenyum kearah wanita itu yang bernama Keisya.


"kakak nggak nyangka, kalau kamu akan memiliki selera seperiti ini biasanya seleramu adalah cewek-cewek ****."ujar keisya kepada pak Andi dan tatapannya juga seperti ingin menjatuhkan aku.


Semua orang bisa berubah kak, termasuk dalam sudut pandang yang berbeda." sahut pak Andi.


Aku yakin oasto keisya tidak akan terima melohat yang katnya calon istri adeknya yang tertitup aurat seperti aku.


Setelah berbincang-bincang kesisya memutuskan nerjalan berlebih dahulu. mininggalkan kami. Tanpa menoleh lagi ke arah kami. Yang berjalan di belakangnya. Kami berjalan menuju parkiran.


***

__ADS_1


__ADS_2