Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
nonton orkes


__ADS_3

Seharusnya kemarahan dan pertengkaran suami istri jangan sampai di lakukan di depan anak. Reflek saja aku bersikap begitu . Mendengar nama tuyul kecil itu di sebut,. Emosiku naik ke ubun-ubun . Andaiaku ini binatang buas ingin rasnya aku menelan habis-habis anak mbak ida itu.


"Raisya sayang sudah selesai makannya?" aku bertanya kepada anakku, mereka mengangguk.


"cuci tangannya di halaman saja ya, ada sabun di sana," perintahku demi mengusir gadis kecilku.


"Raisya main kerumah lina sekalian ya bu?" tanya Raisya.


Aku mengangguk, mempersilahkan dia bermain. Ku tunggu dia sampai berlalu pergi. Lalu mulai berbicara.


"dengar, Satria kurniawan! Jangansebut lagi nama keponakanmu itu di depan aku lagi. Demi apa pun, aku sangat membencinya. Dan di saat anakku merancangkan merencanakan untuk kebahagian mereka, tidak usah kamu ikut sertakan nama tuyil kecil itu. Aku jadi curiga. Jangan-jangan nisa itu sebenarnya adalah anak kandungmu"


Mas Satria menelan salivanya. "dek, kamu jangan asal nuduh ya. Sebejat-bejatnya aku, tidakmungkin aku meniduri iparku sendiri. Danberhenti membawa nama anak kecil dalam masalah kita" Dia juga terlihat emosi tapi berusaha untuk menahannya.


"Bagus, kamu mengakui kalau kamu bejat jadi tidak erlu aku yang menjelaskan, dan buka salah ku jika aku sudak tidak mau hidup dengan laki-laki bejat seperti kamu. Dan satu lagi, kalau kamu tidak ingin tuyul kesayanganmu itu di bawa-bawadalam masalah kita ini. Berhentilah memamerkan kasih sayangmu terhadap dia, dihadpan kami,"tegasku penuh penekanan.


Dia tidak berkutik sama sekali, lebih memilih diam sembari mentap piring.


"kamu sudah dengarkan? Putrimu sudah, bilakasih sayangmu untuk Anisa lebih besar. Hargai perasaan kami, satria. Uang dan waktumu sudah di habiskan oleh Anisa" lanjutku. Lalu, aku melangkah menuju pintu ruang tengah. Sampai di depan pintu aku berhenti sejenak.


"dan aku minta keluar dari rumahku sekarang! Bukankah aku sudah bilang bahwa aku sudah tidak ingin hidup bersama kamu? Pergilah kamu bebas meniduri Anisa."


"santi, jaga mulutmu!" bentak Satrial. "kamu keterlaluan, santi! Sampai hati kamu menyuruh aku meniduri anak kecilyang masih ada ikatan darah denganku? Aku tilus menyayanginya, karena dia anak dari kakakku!" hardiknya. Nafasmas Satria terlihat naim turun.


"sekali lagi kamu mengatakan sepetri itu, aku tidak akan segan untuk.." dia berhenti dari ucapannya. Terlihat kebingungan untuk mengutaraka apa.

__ADS_1


"Cerai?" imbuhku "Bukankan iti permintaan kamu? Bukannyadari dulu kamu sering meninggalkan aku? Kenapa merubah pikiran kamu? Jangan kira aku tidak rahu, alasan kamu di rumah aku ini Satria. Keluargamumengincar mobilku! Iya kan?" Nada bicaraku kian naik, menandakan berapa besar amarahku saat ini.


Dan laki-laki itu terus memusatkan perhatiannya padaku. Seperti, setiapkata yang aku ucapkan masuk sempurna ke gendang telinga dan hatinya.


"dasar, manusia-manusia tidak tahu malu. Suruh saja bapak ida membeli mobil untuk kalian, kan dia menantu kesayangan di keluarga kalian. Dia juga yang akan mendapatka segala hal yang orang tuamu miliki. Kenapa malah mengincar mobil menatu yang kampungan. Menantuyang selalu di benci dan di hina?"


Mas Satria diam tak menjawab apapun. Raut mukanya beribah melunak, tapitodak denganku.


"dek, teganya kamu menfitnah keluargaku," ucapnya dengan parau.


"iya, aku tega! Makanya, silahkanpergi dari rumahkudan dari kehidupanku!" dia hanya bergeming.


***


Sekarang aki sedang berdiari di depan cermin sebuah meja rias di kamarku


aku akan pergi ke pesta ulang tahun bu sindi. Bersama Raisya dan bu rasti dan kedua orang tuaku.


Awalnya bapak dan ibu ku tidak mau ikut, tapi setelah aku bujuk dan aku paksa mau tidak mau akhirnya mereka pun juga ikut serta berkumpul bersama-sama kami.


Penampilanku kali ini lain dari yang lain aku berusaha bersolek secantik mungkin, bu sindai menyiruh semua tamu yang hadir mengunakan dresscode.


Aku mengginakan warna biru laut, sesuai dresscede permintaan bu sindi. Gaun cantik ku, aku padukan dengan pasmina salk yang lembut dan juga berkilau, juga polesan make up natural namun elegan. Semua itu suksese membuat penampilan ku terlihat sempurna dan lebih elegan. Membuat siapa yang memandangku kata bu rasti tak pernah merasa bosan.


Sesampainya kami di hotel tempat di ada kan pesta ulang tahun bu sindi. Rombungan kami pun lansung menemui tuan rumah,atau yang punya pesta.

__ADS_1


Ibu sindi menatap kearah ku tanpa mengedipkan mata, aku jadi salah tinggakah, apa ada yang salah dengan penampilanku?


"masyaallah, kamu canti sekali nak!" ucapnya.


Selesai bebincang-bincang aku dengan bu sindi dan bu rasti. Aku izin sebemtar untuk ke toilet.


Manik mataku mencari-cari seseorang yang dari tadi ingin aku temui. Tapi sayng orang yang aku cari belum aku temui.


"aku kangen sama kamu ndi,"seorang memeluk erat tubuh pak Andi. Dan aku secara tidak sengaja melihatnya. Mereka tidak jauh dari tempat aku berdiri.


" ngapain kamu kesini lagi,sherin? Setelah sekian lama kamu pergi menunggalkan aku begitu saja"pak Andi menjawab datar. Dan lansung beru saha melepas pelukan perempuan tadi.


"maafkan aku ndi ada begitu banyak alasan yang tidak bisa aku jelaskan sama kamu, dan aku kembali kesini hanya ingin rujuk sama kamu, dan aku janji akan memperbaiki semua kesalahan ku sama kamu." pak andi membuang muka tak peduli dengan rengean wanita itu.


saat dia menoleh ke arah samping seprtinya dia terkejut karena melihat aku berdiri tak jauh dari mereka berdiri.


Entah mengapa tiba-tiba pak andi melepaskan pelukan dari perempuan itu dan berjalan ke arahku. perempuan itu melihat tinggah pak andi menjadi bingung begitu pun denganku. Sedang kan wanita itu tetap mengikuti langkah pak alAndi dri belang.


"hai, sayang? Kenapa kami datangnya lama sekali? Kan aku sudah nungguin kamu dari tadi"aku pun bingung dengan sikap pak andi yang tiba-tiba menggandeng tanganku di hadapan wanita tadi. Tiba-tiba aku menjadi gugup dan bingung mau jawab apa.


Pak andi lansung mearik gandengan tanganku supaya lebih dekat dengan tubuhnya, aku merasa tidak nyaman. Dan sepertinya wanita itu menunjukkan sikap tidak sukanya melihat tingkah pak andi.


"oh ya rin kenalin ini santi calon istriku. Maaf ya kita tidak bisa rujuk kembali karena aku telah menemukan belahan hatiku, yang menerima aku apa adanya, bukan sepertimu mendekatiku karna ada apanya.dan sebentar lagi kami akan menikah,aku harap kamu bisa muve on dari aku secepatnya."ucapan dari mulut pak Andi, membuat aku kaget. Aku tidak mengerti apa maksud dari ucapannya. muka wanita itu merah padam mungkin karna menahan amarah dan dia lansung berlalau meninggal kan kami.


"maaf santi aku menggunakan kamu untuk mengusir wanita brensek itu" ucap nya sambil melepas gandengan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2