Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
Antara permata dan batu selokan


__ADS_3

Hari siidang ke tiga pun tiba. Hari ini adalah haro pembacaan keputusan. Aku sangat berdebar menantikan. Berharap keputusan cerai akan terjad dan aku bisa bebas dri ayah Raisya. Aku berangkat sendiri karena bpak lgi sibuk dan ibu harus menjaga Raisya. Dan ditengah perjalanan aku mampir di rimah adeknya ibu karna aku sudah janjian sama anak gadisnya untuk mendampingi aku hari ini dan dia pun bersedia.


Sesampainya di parkiran. Aku lihat mas Satria sudah berda di ruangan sidang. Secepatnya aku melangkah masuk, mendahuluinya. Jelassaja dia menatapku tanpa berkedip.


"Baru sadri mas kalau mbakku canti? Perempuanitu butuh dana untuk mempercantikkan diri." mas Satria menundukkan kepalanya mendengar sindiran dari Desi (adek sepupuku).


Dengan peryimbangan fakta dan kesaksian yang ada. Akhirnya, hakim mengabulkan gugatan perceraian. Didepan hakim mas Satria mengucapkan talak untukku. Tangis bahagia dan lega berderao tanpa bisa aku tahan lagi.


Mulai hari ini aku bebas dari laki-laki pembohong itu.tidak ada tuntutan apapun dari mas Satria yang aku berikan karena aku murni ingin agar segera lepas ikatan darinya.


Selesai sidang kami keluar dari ruang sidang bersaman dengan aku dan Desi juga ada sintia yang selalu membantukudan pak arifin sebagai pengacara bu Rasti yang juga telah banyak membantu selama proses perceraian.


Aku mengucap ribuan terimakasih kepada dua orang baik ini karena berkat perjuangan mereka berdua akhirnya aku bisa bebas dari mas Satria. Dan kemu dian berpisah di peraltan, Sintia kembali bekerja, pak Arifin menuju mobilnya setelah di parkiran kami bertemu dengan mas Satria dan di sampingnya terlihat Felly.


"mas, sudah selesai? Gimana hasilnya? Akusudah tidak sabar bentar lagi kita akan menikah" ujar wanita itu sambil melirik ke arahku. Namun, aku cuek pura-pira nggak dengar. Dan aku juga tidak peduli dengan wanita itu.


"mas,nanti kalau kita menika jangan lupa undang ya manta istrimu untuk datang ke pernikahan kita yang mewah.pasti di pernikahan kita nanti banyak perempyan yang iri sama aku,karena aku akan menjadi pengantin tercanti dan kamu pangeran yang paling tampan yang menjadi suamiku" celoteh felly Mas Satria seperti salah tingkah dengan sikap CALON istrinya.


"Semua para tamu undangan pasti akan memuji kita mas karna kita adalh pasangn yang serasi, dankamu telah menemuka istri yang tepat seorang istri yang cantik, berpendidikantinggi.dan tentu jauh berbeda dengan mantan istrimu yang hanya perempuan kampung"


"Berpendidkan tinggi, tapi di tangkap warga,tak ubahnya denga seorang pelacur! enak nggak menjadi viral karena perbuatan asusiala? Orang tentu akan memujimu, karena skilmu yang hebat sebagai pelak*r.karena tidak punya harga diri!" ujarku sambil tersenyum mengejek ke arah Felly.setelah itu aku dan Desi masuk kedalam mobil, meninggal kanmereka berdua aku melirik adri kaca sepion keliatha sekali kalau Felly sedang semosi yang tidak bisa terbalas.

__ADS_1


"""


sudah seminggu berlalu statusku sudah resmi menjadi janda. Akumenjalani hari ku tanpa ada beban apa pun rasanya.aku seserti baru terbebas dari himpitan batu yang begitu besar dan sekarang aku sudah merasa lega. Dan plong bebas.


Aku mengendarai motor bapak karna mau keluar mendadak dan kebetulan mobil lagi di pakek sama bapak jadi mau nggak mau aku harus pakek motor bapak.


Saat menempuh tengah oerjalanan, entah mengapa tiba-tiba motorku memdadak berhenti. Buru-buru aku ngecek motorku yang sedang mogok tiba-tiba, padahal wak tu mau berangkat dari rumah motornya baik-baik saja.


Saat sedang jongkok untuk mengicek mesin motor tiba-tiba sebuah motor melintasiku. dan motor itu hampir saja menyerempet motorku, yang sedang perkir di bahu jalan. Pada hal perasaan motorku sudah berda di pinggir jalan.


Aku lansung berdiri ingin melihat siapa yang dengan sengaja mau menyerempet mototku. Dan ternyata motor itu berhenti tak jauh dari motorku.


"Kasian sekali mantan istriku ini! Hahah" mas Satria ter tawa mengejekku.


"Kenap motornya mogok ya? Beli yang baru dong! kasian"mereka berdua menertawakan aku.


"Apa yang harus di kasihani? Biasaaja tuh"sahutku cuek. Aku masih pokus denga motorku yang mogok.


"kasian ya,mas, mantan istrimu? Sekrang hidupnya miris sekali."


"Masa? Apa iya? Miris mana dari pada menjadi pelakor dirumah tangga orang? Kalian kapan nikahnya? Jangan lupa undang-undangnya ya? Sahutku. Dan sukses membuat bola mata Felly melotot hampir keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Aku bukan pelakor ya? Mas Satria lebih tau mana yang permata dan mana yang batu selokan. Kamu itu hanya ibu rumah tangga yang bau bawang. Yang hanya bisa menunggu jatah uang dari suaminya."


"Bagus dong kalau wanita karir. Jadi nanti, kalaudi berikan uang pas-pasan sama mas Satria kamu nggak pusing. Hahaha"


Bakannya marah tapi aku membalas ejekan Felly yang sukses membuat mas Satria ter perangah.


"apa maksudmu, santi."mas satira sepertinya tidak terima aku membuak aibnya di depan kekasihnya.


Tak lama ada sebuah mobil mewah keluaran terbaru, yangkini ikutan memarkirkan mobilyan di belakang mortorku. Selang beberapa detik kemudian pemilik mobil itu turun dari mobil mewah itu. Dan ternyata dia adalah pak Andi.


Pak Andi lansung menghampiriku. Di seperti kelihatan geram melihat perlakuan sepasang kekasih itu.


"Sayang kamu ngapain disini? Kan tadi sudah aku bilang kalau kamu aku antar saja pulang kerumah. Tapi kamu malah menolak."tegur pak Andi saterus berjalan menghampiriku.


Aku kaget mendengar ucapan pria itu. Namun, priaitu tersenyum manis kearahku. Dengan tatapan mesra.


Perlakuan pak Andi padaku, sepertinyaada yang ke bakar jenggot. mereka tidak menyangka kalau aku dan pak Andi ada hubungan spesial.


"Pak Andi? Pak Andi punya hubungan spesial dengan petempuan kampung ini?"tanya Felly seperti tidak terima.


"Eamangnya kenapa ada yang salah?" Felly tergagap dia tidak menyangka akan mendapat pertanyaan dari Pak Andi seperti itu. Dia jua tidak menyangka kalau aku dan pak andi saling berhunungan.

__ADS_1


"maaf ya pak kenapa bapaj mau sama bekas istri saya? Maaf kalau saya lancang." sekarang giliran mas Satria yang bertanya, seakan tidak terima dengan pandangan di depan mata.


"tidak ada kata bekas dimata saya, bagisaya Santi adalah wanita mahal yang berharga dimata saya. Di zaman sekarang ini sangat jarang sekali ada wanita yang memiliki hari yang bersih dan tulus seperti dia." pak Andi tersenyum mesra kearahku. Aku menjadi salah tingkah dan kikiuk. Dengan siakap dan juga ucapannya. Apa lagi sekarang mata kami saling bertatapan dan dia masih tersenyum manis ke arahku. Ada sebuah rasa yang sama-sama hadir di sana. Namun, salingmalu untuk mengakuinya. "Pake dukun apa, kami Santi? sehingga samapai-samapi pak Andi terpikat sama kamu?" lagi-lagi Felky betkata sepwrti itu.


__ADS_2