
Hari ini, tidak ada kurir yang datang. Sengaja kulibur kan pengiriman. Karena aku suha membuat janji ketemu dengan mas andi. Namun, tetap saja aku mengemas pesanan yang akan di kirim besok.karena setiap hari pesana bertambah banyak.
Selesai membungkus paket, ku ajak raisya jalan-jalan untuk sekedar mencari angin segar keliling komplek, lagi pun sesibuk apapun kegiatanku, aku tetap meluangkan waktu untk sekedar mengajak main, jalan-jalan mendenganr ceritanya. Dan rencananya mulai bulan depan aku akan menambahkan dua orang anak remaja untuk mengemas setiap pesanan produk kecantikan, sekali gusku minta dia menjadi admin.
Malam ini raisya memilih tidur dirumah mbahnya, mungkin dia merasa sepi bila di rumah karna kini hanya kami berdua yang dirumah.
Waktu sendiri kugunakan banyak membaca alquran dan zikir menyebut asma allah, mohon di mudahkan segala urusan. Dan juga untuk menenangkan pikiran yang sedang kacau. bagai mana pun, jiwa ini sakit dan perlu sebuah penawar untuk sedikit menyembuhkanluka yang tergoreskan.
Selepas solat isya, aku memeriksa HP. Banyak sekali pesan dan panggilan yang tak terjawab di sana. Sembilan puluh parsen dari mas satria, dan sisa dari teman-teman admin yang telah bergabung bersama produk kecantikan yang sedang ku lakoni. Ada juga beberapa pesan sepertinya dari pak andi.
Aku mengabaikan puluhan pesan dri mas satria, dan membuka pesan dari mas andi.
(santi sudah sampai?)
(santi baik-baik sajakan?)
(santi aku khawatir.)
(santi tadi mami nelpon ku. Tadi ada yang menggunggah vidio kejadian tadi siang. Sebelumnya mami tau aku berda di tempat kejadian, jadi lansung menanyakan kejadian hal yang sebenarnya kepadaku, seprtinya tadi di kantor juga ramai yang membicarakan tentang kejadian tadi siang, sepertinya satria dan felli mulai dikucilkan para stap-stap yang lain)
(Seprtinya besok mami akan turun tangan memangil merka menanyakan kekadian sebenarnya dan memberi teguran kepada mereka)
(teman-temannya yang hadir disana juga akan dipanggil oleh mami karna kelakuan mereka mencoreng nama baik perusahaan, sungguh mami menyayangkan kejadian tadi terjadi di tempat umum sanagt memalukan)
Tiga pesan terakhir dari mas andi menarik untukku baca, memang itu yang aku harap kan dari kejadian tadi siang, senyum bahagia tersungging dari bibir ini.
Puas, aku sangat puas! Sebuah pelajaran yang dapat di ambil setiap orang yang terlibat di dalamnya, perbuatan buruk yang di lakukan seseorang tehadap orang lain, suatu ketika mendapatka umpan balik.
Menghina dan menjadikan orang yang tak bersalah sebagai bahan lelucon, sungguh sebuah perbuatan yang sangat tidak terpuji.
Kemudian, jariku bergerak membalas pesan pak andi
(terimakasih atas infor masinya pak)
(maaf , tadi saya mengemas paket krim pesanan dari para reseler yang akan di kirim besok, jadi tidak sempat pegang HP) balasku.
Seketika, aku penasaran dengan isi pesan mas satria. Namun, demi menjaga gensi, aku atur privasi aplikasi laporan terbaca untuk ditiadakan.
__ADS_1
(santi, mas minta maaf)
(santi, mas mau bicara)
(santi, balas pesan mas)
(santi, mas kangen raisya)
(santi, tolang angkat telponnya)
(santi, mas mau bicara sama raisya)
(santi, mas punya rencana ajak kamu dan raisya piknik ke jogja, sama felli juga.)
Sampai di sini, kembali rasa marah ini memuncak, felli lagi, felli lag! Dalam keadan seperti ini dia masih sempat memikirkan felli.
Lalu, kulanjutkan lagi membaca meski dengan perasaan yang semakin muak terhadpnya.
(santi, tega kamu sama saya, ya?)
(vidio tadi viral di kalangan teman-tamanku aku malu gara-gara kamu)
Apa? Biacara baik-baik pada orang-orang yang berperilakunya tidak baik? Satria, kamu sungguh manusia yang luar biasa, Entah kejutan apa lagi yang akan kamu tinjukkan kepadaku, Terutama tentang perangaimu.
(kali ini aku benar-benar kecewa padamu)
(ibuku tidak akan pernah memaafkan kesalahanmu)
Aku sama sekali tidak peduli tidak ambil pusing terhadap kalian, kecewahkah, atau marahkah? Apa pun yang kalian pikirkan terhadapku aku tidak ambil pising aku tida peduli.
(jangan pernah meminta bantuan apa pun sama kami)
Astaghfirullah, akumengurut dada entah terbuat dari ap hati dan otak orang-orang itu. Apakah selama ini aku pernah meminta bantuan kepada meraka? Dasar manusia... Ah sudah. Aku tidak boleh mengupat. Biar mereka kelabakan sendiri dengan apa yang telah terjadi tadi siang. Jariini gatal juga, ku ubah kembali privasi laporan baca, sebelummengetik pesan padanya,
(bodoamat, emang gue pikirin?)
(itu urusan kalian. Jamgampernah menyalahkan aku atas hasil dari perilakumu sendiri)
__ADS_1
(jangan pernah mempermalukan diri sendiri, satria! Selama ini , kalianjuga tidak pernah aku minta bantuan. Bahkan kalian yang selalu menyiksaku dan raisya secara tidak lansung. Untuk saat ini dan selamanya aku tidak ingin berhubungan dengan keluarga sinting seperti kalian)
(Ajak saja felli, sana. aku dan anakku bisa piknik dengan uangku sendiri tanpa uang darimu,)
Sengaja aku buata dia penas agar semakin emosi. Aku yakin dia akan kebakar jenggot bila membaca pesanku.
Tak berapa lama, pesanku berubah warna jadi centang biru, saat satria tengah mengetik sesuatu, segera kublokir nomornya.
Dan saat mata ini hendak tepejam, sebuahpesan kembali masuk, aku mengira itu dari mas andi, tetapi aku salah.
"santi, kamuharus tanggung jawab! Gara-gara perbuatanmu, suamiku marah besar)
(dia sedang dinas, mendaptkan kabar dari saudaranya.)
(dasar wanita tak berpendidikan, kaum rendahan! Pantas saja satria memilih tidur sama aku. Ternyata, memangtabiat kamu seburuk itu. Dasar, wanita bar-bar! Suka ya bikin onar).
Jika bisa, mungkin akan timbul tanduk merah dari kepalaku. Seperti karakter setan yang ada di dalam televisi.
Tadinya, aku tidak ingin memperpanjangkan masalah ini. Cukuplah kejadian tadi siang menjadi pelajaran merka. Namu, demisebuah penghinaan yang wanita ****** itu lantarkan tehadapku, aku benar-benar ingin menjadi wanita bar-bar.
Segera ku abadikan pesan sebagai bukti sebelum dia menghapusnya kembali.
(heh, wanitaberpangkat dan berpendidikan)
(dasar, wanita bodoh! Kamu sudah membuka kartumu sendiri)
(siap-siap saja kamu, akan ada hal yang terjadi lebih buruk dari hari ini) pesanku di baca.
Sesuai dugaanku, dia menghapus jejaknya. Kubalas lagi untuk terhir kali. Sebelumaku blokir.
(benar-benar wanita bodoh. Pesan, nomor, serta foto proflmu sudah aku SS!) kemudian kukiram.
Kuakhiri pesan itu dengan tertawa lebar.
***
dua hari berlalu aku dan burasti sedang di klinik kecantikan, dan ketika di jalan pulang,aku di tawari bareng sama bu rasti, karena tadi pas waktu berangkat aku naik ojek karna motorku di bengkel dan mobil di pakek bapak.
__ADS_1
"santi segeralah urus perceraianmu dengab suamimu. Ibusudah liahy semua kejadian di warng baksao kemaren tidak ada gunanya kamu mempertahankan lakihlaki bernsek seperti itu, kamumasih muda cantik masih banyak lakihlaki yang jauh lebih baik dari dia diluar sana. Kamu berhak untuk bahagia, jangan siksa kandirimu untuk mwngabdi sama suami yang nggak bertanggung jawab seperti suamimu' ujar bu rasto setelah kami memilih tempat duduk yang nyaman untuk kami bercerita.
"baik buk, nanti sayapikirkan lagi jalan keliarnya" ucapku sambil menunduk, sebenarnya aku malu karna permasalahan rimah tanggaku di kosumsi oleh orang lain apa lagi kejadian kemaren terjadinya di depan umum