
"Jaga bicaramu saudar Satria! Jangan samakan aku dengan wanita pel*c*rmu itu. Sedikitpun, tubuh ini masih suci. Belum pernah di jamah oleh laki-laki lain, apa lagi sampai harus telanjang di depan laki-laki yang haram bagiku"betapa amarah ini memuncak sampai ke ubun-ubun.
"Siapa laki-laki yang sedang dekat dengan mu santi"tanyanya
"mau tau?"dia menganggukkan kepala.
"seorang pengembala kerbau, seperti yang di ucapkan oleh ibumu" jawab ku tegas. setelah berkata demikian aku segera pegi kerumah ibu, malas aku menghadpi manusia, entahlah sebutan apa yang pantas untuk di sebut buat laki-laki yang masih berstatus suamiku itu.
Hatiku sudah lelah dengan keadaan rumah tangga kami. Hari ini, aku sengaja tidak ngontrol pekerja ku di pabrik. Rencananya, aku akan menemui salah stu temanku yang bekerja di pengadialn dan juga minta bantuan pak arifin pengacara buk rasti. Aku akan meminta saran kepada kedua orang tersebut jalan mana yang harus aku ambil. Bila ingin mengajukan gugatan cerai. Mengingatsuamiku bukan warga biasa biarlah aku yang akan membiayai semua proses perceraian kami. Dari pada hubungan kami ini menjadi semakin tidak jelas.
Saat ini, akumasih dirumah ibu untuk merekap keperluan belanja produk kecantikan untuk seminggu yang akan datang. Produk kecantikan yang aku jual laris manis di pasran., sehingga aku harus rajin-rajin mengecek stok persediaan. Supayapelangganku tidak sampai kekurangan barang.
Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, semuanya jadi lebih mudah. Untuk urusan belanja, aku hanya transfer uang untuk membayar barang yang ku belikan dan tinggal menunggu hingga pesana datang. Setelahsemua beres, akupulang merumah, hendak bersiap-siap pergi. Seperti biasanya, masuk lewat pintu samping saja. Biar tidak bertemu dengan mas Satria. Lansungmenyambar handuk dan bergegas mandi.
Selesai membersihkan diri, segeramasuk ke kamar. Tak ada ayahnya Raisya di depan runag TV, mungkin sedang keluar cari udara segar.
Usai berhias, aku segera mencari kunci motorku yang bianya aku letahkan di atas meja TV. Namun, kali ini tixak ada, akuyanki sudah meletak kunci motor di atas meja TV sebelum kerumah ibu, sudah menjadi kebiasaan aku meletakkan kunci motor di sana jadi aku tidak mungkin salah. Atau jangan-jangan...
Pikiran buruk melai beraksi. Kaki ini bergegas cepat menuju tempat parkir motorku, dan benar saja, kudabesiku tidak ada di tempatnya.
Dasarparasit, bisanyabikin emosi!, segerah akum akmbil HPku yang tadi aku simpan di dalam tas, ternyata ada sebuah pesan dari mas Satria.
(mas pinjam motormu ya dek, masmau berangkat kerja)
(malu sama atasan)
(tolong, mas pinjam uang kamu ya)
__ADS_1
(sudah mas ambil)
(nanti mas ganti kalau mas sudah gajian,)
(tadi mas lihat ada uang dua ratus robu di atas meja rias )
Teledor! Aku benar-benar yeledor meletakkan barang. Ini rumahku dan dia sangat tidak sopan. sudah lah anggap saja bermal kepada orang yang membutuhkan, diakan sedang tidak punya uang sedangkan aku sekarang sudah bergelimang uang. Uang segitu sudah tidak ada artinya bagiku sekarang ini. Berarti aku harus pergi mengguna kan mobil lagi. Memang lumayan yaman, tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Namun kurang efisien dan boros waktu. Hanya saja, mau bagai mana lagi? Setelah menghembuskan nafas panjang. Aku segera melangkah kerumah ibu untuk mengambil mobil.
Kendaran roda empat ini sekarang sudah menjadi milikku seutuhnya. Karena bapak sudah meminta aku menggantikan separuh uangnya untuk membwli doplak.
Aku sudah berkirim pesan sama sinyia tema SMAku bahwa kami akn bertemu di saat jam makan siang nanti.
***
"Kamu yakin mau cerai? Apa nggak kasian sama anak kamu kalau kalian harus cerai? Apasudah di pikirkan secara matang? Baik burknya?"
Tanyanya penasaran.
"Santi, ceritakan sama aku, biaraku bisa memberikan solusi"sinta menggennggam tanganku.
melihat aku hanya terdiam, sinta berusaha memberi saran yang menututnya terbaik.
Badu, menurutku. Begitulahseharusnya seorang teman, bila ada seseorang yang dekat memiliku masalah jangan lansung menyuruh bercerai. Apa lagi tidak tau seluk beluk pokok permasalahan yang terjadi.
Sebagai seorang yang di keluh kesahi, sudahseharusnya memberikan sran yang bijak. Cari tau dulu sebab musabab sebuah keputusan yang di ambil seseorang tersebut. Baru lah mempertimbangkan menyetujui atau tidak. Langkah cerai yang akan di ambil
Aku masih terdiam.
__ADS_1
"dampak sebuah perceraian, yang paling tersakiti adalah anak-anak. Ingat tadk semua masalah dalam rumah tangga harus di seleaikan dengan perceraian"lanjut sinta.
" setelah ini, belum tentu kamu akan mendapatkan laki-laki yang lwbih baik dari suamimu, bahkan bisa jadi jauh lebih buruk, santi, yang namanya PEDEKATE, pastiyang baik-baik saja yang di perlihatkan"lanjut sinta lagi. aku hanya mengangguk kikuk.
"dengan suami yang sudah lama kenal saja, masih banyak cekcoknya, padahal, tapi hati ketemu. Apalagi dengan orang yang ketemu saat kita sudah tua. Kan?"
Aku hanya mendengar dengan penuh seksamananti ada giliran waktunya aku bercerita, menunggudia selesai memberi nasehat dulu.
"pikirkan lagi santi, kecuali, permasalahaan suamimu sudah tidak bisasi tolerir" ucapnya panjang lebar.
Wanita cantik dihadapnki berhenti sejenak karena pesanan kami telah datang. Selanjutnya, pembicaran kami berhenti menikmati santapan makan siang dengan hidangan masakan padang.
"ceritakan kepada aku santi kenapa kamu ingin bercerai sama suami kamu?"ujarnya lagi setelah makan kami habis. Sinta melanjutka percakapannya.
Tidak ada pilihan lain, kwcuali menceritakan permasalahan yang terjadi dalam rumah tanggaku secara singkat. Sekali-kali terlihat dia menganguk-angguk, lain kali dia terperangah tidak percaya.
Sinta menari nafas panjang usai aku mengakhiri cetitaku.
"separarah itukah santi?"hanya itu yang keluar dari bibir yang berlipstik merah menyala. Pada hal sebelumnya dia berbicara panjang lebar seperti tengah meberi aku ceramah siang.
" haruskah aku tetap bertahan sin? Dan terus hidup dalam menahan sakit?"tanyanku
"siapa yang menjamin suamiki akan berubah? Kembali dia kerumahku saja dengan niat yang jelek"sambungku lagi
"nanti akan aku konsultasikan denga yang ngurus berkas perceraian, juag akan aku konsultasikan masalahmu, apakah bila kamu bercerai masih bisa menuntut nafkah yang selama beberapa tahun dia berika dengan cara tidak wajar, apalagi beberapa bualan terakhir tidak pernah mebari nafkah sama sekali."
Perempuan berkulit putih ini berbalik arah, tidak lagi menahanku untuk tidak mengajukan gugatan cerai.
__ADS_1
"aku suah tidak butuh itu sin, aku tidak akn lagi meminta uang kepadanya, aku bisa memenuhi kebutuhan aku sensiri dan juga anakku bahkan lebih dri yang suamiku berikan kepada kami.yang aku butuhkan sekarang adalah kebebasan, aku hanya ingin hati dan jiwa ku tenang dari tekakan keluarga suamiku"jawabku
"cih sombongnya temanku yang satu ini,"