Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
kakung, uti raisya punya ice cream


__ADS_3

Sambil menemani raisya makan ice cream. Aku tidak sengaja bertemu dengan buk rasti wanita yang juga langganan produk kecantikan yang akku jual.


"mbak santi" sapanya


"eh bukrasti" jawabku


"masyaallah mbak santi makin cantik aja" ujarnya lagi


"sama buk rasti juga tambah cantik dan makin berseri" jawabku bas-basi


"ini anak mbak santi?" tanya nya,raisya berdiri lalu menyalami tamu ku itu


"mayaallah anak pintar,namany siapa sayang" tanya nya "raisya" jawab raisya


Setelah ngorol ngarol-ngidul dengan buk rasti dia pun menawarkan seseatu yang menarik menurutku.


"oh ya mbak,kalau mbak santi bersedia aku berncana mengajak mbak santi bekerja sama membuka sebuah klinik kecantikan yang nggak jauh dari sini.karna menurutku mbak mempunyai potensi dalam bisnis" otomatis saja aku sangat tekejut dengan tawarn ini, aku nggak menyangka bu rasti akan merangkulku untuk selangkah lebih maju.


"wah? serus buk? Terima kasih kalau ibu sudah peecaya sama saya dan mau mengajak saya bekerja sama.insya allah saya siap buk saya ingin menjadi wanita sukses seperti ibu.agar saya tidak lagi dicap sebagai beban suami" ucapku .


aku rasa doa-doaku selama iniku panjatkan mulai di ijabah oleh allah satu persatu.


Perlahan-lahan aku akan bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri.tanpa mengandalkan siapapun dan tak di rendahkan lagi oleh siapa pun.


"oke kalau negitu,bagai mana kalau kita bertemu dengan salah satu investor juga.mereka katanya ingin ikut menjadi investor di klinik kecantikan kita nanti" saya pun lansung mengangguk setuju.dan tidak berapa lama datang seorang wanita cantik yang seumuran dengan ibu rasti.dengan seorang pemuda yang ditapsirkan sekitar seumura sama mas satria


Semenjak tadi raisya hanya diam saja sambil menik mati ice crea kesukaannya.


Buk rasti menyambut kedatangan kedua tamunya dengan ramah begitu juga dengan tamunya.wanita cantik itu menyambut buk rasiti bersamaku dengan ramah.


"halo selamat siang bu.sudah lama menunggu disini?" ucap wanita paruh baya itu yang bernama bu sindi.

__ADS_1


"selamat siang juga buk sindi,ah ngak terlalu lama sambil ngobrol-ngorol. Eh iya kenalkan,ini mbak santi dia adalah salah satu rekan bisnis saya juga" aku lansung menjabat tangan buk sindi untuk bersalaman.buk simdi tesenyum sumringah sekali. Karena entah mengapa kelihatan nya hatinya lagi senang.


"santi" ucapku sambil masih bersalaman.


"sindi.cantik sekali kamu nak. Ini anakmu ya? " sapa buk sindi ramah.


"iya, buk. Maaf saya membawa anak saya. Kebetulan kami tadi sedang jalan-jalan." bu sindi pun lansung manggut-manggut tanda paham.


"ya nggak masalah kok santai saja. Oh ya bu rasti, mbak santi kenalkan ini anak saya andi. Putra saya satu-satunya. Yang nanti akan mwariskan semua urusan perusahaan yang saya miliki. Karna sudah umur segini saya hanya ingin bersantai saja tanpa memikir lagi urusan perusahaan, dan hanya menunggu andi agar segera memberikan saya cucu hahaha. " tawa buk sindi dan buk rasti pun pecah.


Lalu saya dan bu rasti pun bersalaman dengan andi putra buk sindi. Setelah itu kami melanjut ke pembicaran inti, yaitu tentang kerja sama untuk membuka klinik kecantikan.


Setelah semua urusan selsai. Mereka lansung pamit, sedang kan aku dan raisya. Kami lansung menuju kerumah bapak dan ibuk. Karna tadi raisya ingin membawakan ice cream untuk mbah kakung dan mbah utinya.


***


Sesampai dirumah bapak raisya berlari masuk mencari mbah kakung dan mbah utinya.


Dibelakang rumah orang tuaku ada lahan kosong sekitar seperempat hektar dan di manfaatkan oleh mereka menan sayuran.dan di belakang rumah juga ada taman kecil.dulu bapak mengajak raisya untuk membuat taman bunga.bapak yang nyangkul dan nanam nya bersama raisya.


ternyata kedua orang tua ku berada di belkang di kebun sayurnya, ibu dan bapak sedang istirahat habis membersikan rumput liar yang tumbuk di kebun sayurnya cuaca hari begitu panas terik mata hari begitu nyengat.


Melihat kakung dan utinya lagi istirahat raisya pun berlari kearah dua orang yang sangat berjasa dalam kehidupanku.


"kakung, uti raisya punya ice crem" raisya menyerah kan dua mangkok es krim kepada bapak dan ibuku.


"wah seger sepertinya enak sekali pasti segar panas-panas makan ice cream" ujar bapak sambil tersenyum kepada raisya


"iya kung enak sekali ice creamnya, yang ini untuk kakung yang ini untuk mbah uti" raisya membagi msaing-masing ice cream yang dia bawa tadi kepada bapak dan ibu


"loh buat raisya mana?" Tanya ibu

__ADS_1


"ice cream raisya sudah raisya simpan disni"katanya sambil menunjuk keperut kecilnya


" kata kakungkan kalau nyipan makanan disin nggak bakalan tumpah dan nggak basi"ucapnya polos bapak dan ibu tersenyum melihat kelakuan cucu mereka.


Bapak memang siring ngomong sama raisya disaat dia punya makanan tapi nggak dihabiskan dan du suruh nyimpan nya di lemari es.


"tapi kalau mbah uti ngajak raisya makan ice cream nya bagi dua mau nggak? " tanya bapak


"mau-mau" jawabnya semanagat


"ta-pi tadi raisya makan ice creamnya sudah banyak apa nggak apa-apa kung? Tanyanya sambil bemanja sama bapak seperti itu lah kelakuan gadis kecil ku kalau ada maunya dia pasti besikap manja dengan orang yang dimintainnya sesuatu.


" ya nggak apa-apa paling kalau pilek tnggal di bawa kedokter saja"jawab bapak


"tapi pak dokternya baik lho kung kemaren waktu raisya demam raisya si kasih obat, katanya biar cepat sembuh, biar bisa main lagi, baikkan kung? " tanyanya.


Aku sudah hafal kelakuan gadisku dia akn berusah bagai mana pun caranya dia berusaha untuk merayu orang tersebut demi dia mendaptkan sesuatu, dia melirik kearahku.


"bu kalau raisya makan ice creamnya bagi dua sama mbah kakung nggak akan kena pilekkan bu? " tanya nya


"nggak tapi makan nya jangan banyak-banyak ya" ku mengingatkan


"oke siap bos" ucapnya ceria.


Ibu hanya mengambil beberapa sendok sisanya di habiskan sama raisya "ini punya mbah uti saja" kata ibu sambil menyodorkan ice cream kepada raisya.


"yah kebabalas deh, maaf bu raisya nggak sengaja menghabiskan ice cream milik mbah uti, habisnya ice ceramnya enak sih, berarti buka salah raisya dong bu" ucapnya.


Bapak dan ibu tertawa melikat kepolosan tingkah raisya, sungguh menggemaskan. Ingin rasanya aku menggigit pipinya yang cabi, bangiku anakku sangat imut dan menggemaskan.


Aku melirik jam yang ada di HP ku menunjukkan angka 12:30.dari masjid terdengar suara azan zuhur sangat merdu, aku berdiri dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersih diri dan berwuduk untuk melaksanakan sholat zuhur.

__ADS_1


__ADS_2