Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
kubujuk putriku dengan ice cream


__ADS_3

"ngapain kamu kesini?" tanya buk endang ibunya mas satria tak suka


"aku kan istrinya mas satria, suamiku disini makanya aku susul kesini kana aku dan raisya sudah sangat merindukan mas satria" ujarku sambil tersenym manis.


Separtinya mas satria canggung karna diapit oleh dua orang perempuan, yang satu adalah istrinya dan yang satunya lagi lekasihnya, alias selingkuhannya.


Satria menggeserkan duduknya agar berjarak dengan ratna selungkuhannya. Membuatratna semakin jengkel dengan sikap satria. Raut wajah ratna berubah menjadi kesal, karnakedatanganaky dan raisya.


Dia tidak suka melihat aku yang delat dengan mas satria. Dan lagi-lagi aku merangkul tangan mas satria. Membuatratna kebakarcemburu.


"Mas kamu lgi sibuk ya? Kok nggak pernah pulang? Anakmu terus nanyain kamu lho" ujarku aku buat-buat manja kepada mas satria


"iya aku sedang sibuk jadi belum bisa pulang" jawab mas satria dengan gugup


"aku tau kamu tuh sangan menyayangi aku dan raisya, dan nggak akan ninggalin kami. Buktinya kemaren kamu mentransfer aky uang 10 juta. Maksih ya mas. Uang nya sydah aku pake sebagian,kamu pehatian banget dan royal bangatsih sama istri tau aja skincer aku udah mau habis. Oh ya mas raisya rindu bangat sama ayah nya katanya tadi mau ngajak ayah nya jalan-jalan iya kan sayang" tanyaku sambil menglus rambut putriku.


Raisya mengangkatkan kepalanya seperti memehon sama ayah nya supaya diajak jalan-jalan. Belummasa satria menjawab maku menarik tangannya akhirnya mas satria banun dari duduknya sambil menggendong raisya. Mas satria sepertinya bingung dantaku kalau aku tau tentang hubungannya denan ratna. Aku trus menarik tangan mas satria, mau nggakmau mas satria mengkuti langkahku.


"mas" lirih ratna


mas satria hanya menoleh tanpa bisa berbuat banyak. Takbisa menolak istrinya takut karena harus terang-terangan.


"santi kamy tu kenapa sih datang-datang mai narik-narik tangan satria saja? Kalaumau pulang pulang saja sendiri bukannya tadi kamu datangnya juga sendiri?" tegur buk endang tak suka dengan kehadiranku.


"buk kmi tu mau bawa anak kami jalan-jalan mau menghabis kan waktu bersama. Jarang lho kami mendapatkan. Momen seperti ini jadi kalau sudah ada waktj kenapa mesti disia-siakan. Iya nggak mas?" tanyaku sambil melirik kepada laki-laki disampingku


"i-iya" jawabnya dengan gugup.


Bu endang cemberut karna mas satria. Tidakmenolak ajakan ku, untuk mengajak keliling putri kami.


"maaf ya nak ratna karna dikap sanri itu" ujar bu endang tak enak dengan ratna. Danraut wajah ratna barubah tak semarah tadi.


"aku pulang dulu ya tante" ratna meraih tasnya dan bangkit dari duduknya

__ADS_1


"kak kok cepat bangat pulangnya? Kitadisini saja dulu cerita-cerita, makan-makan tadi ibu sudah masak makanan kak rayna lho" ujat rita


"lain kali saja, aku ada urusan lain. Ya sudah tante aku psmit dulu ya.xjawab ratna


" lain kali kamu main kesini lagi ya, jangan sungkan ini hanya sementara kok. Sebentarlagikan satria akan menikah dengan mu"ucap bu endang yang percaya satria akan secepat itu meninggalkan istirnya


***


"apa-apaan kamu santi bersikap seperti itu tadi" ucap mas satria ketika kami sudah dimotor


"kenapa mas? kamu otukan suamiku" jawbku denga santai


"tapi aku tidak suka dengan sikap mu seperti itu, sok romantis" ujarnya ketus


Aku tidak boleh menunjuklkan sikap romantis di depan orang lain mas? Aku tau, dia itu selingkuhan mu, kenapa? Kamu takut dia marah dan cemburu?"ujarku tak kalah sengit


Aku swngajakan berbuat seperti ini, sengaja membuat kesalah pahaman terjadi?" ujarnya lagi


" aku akan menikah lagi,dengan ratna, keluargaku sudah menerimanya! " ujarnya lagi


"bagus dong jika kamu mau nikah lagi, itu berarti kamu siap menceraikan aku" jawab ku santai


"Ya lebih baik aku menceraikan kamu istri yang tak tau diri! Maksudmu apa aku memberimu uang? Pada hal aku tidak pernah trasfer uang padamu? " tanya nya


"seharus nya kamu senang dong mas, karnaaku menjaga marwah suamiku di depan orang lain. Maukamu aku bilang pelit di depan calon istrimu, yang ada nanti dia ilfil dan tidak mau menikah denganmu. Harusnya kamu bersyukur dong karena aku mebuat citramu baik di depan diax jawab ku lagi.


Mas satria terdiam mendengar kata- kataku. Mungkindia berpikir sejak kapan istri nya pandai bicara, danjiga main kata-kata. Sehinggadia kesulutan untum menjawab.


"sudah berhenti" kataku tegas. dia pun mwnurut dan menepikan motor.


"turun" tgasku lagi, dia hanya menurut.


"awas"Kudorong tubuh nya kepinggiran jalan kuambil kendali motor ku, kebetulan tadi kamu menggunakan motor yang biasa ku pakai untuk kemana-mana.

__ADS_1


Kutinggalkan dia di jalan sedangkan aku dan raisya terus berlalu, sebenarnya hati ini sakit mengingat anak ku mendengar kami bertangkar, dari semanjak pergi dari rumah ibu mas satria raisya terdiam sampai sekarang. Aku menghentikan motor ku di sebuah cave. ku bawa anak ku masuk dia masih terdiam.


"sayang" aku elus rambut putriku, dia masih diam


"raisya mau ice cream?" tanyaku, dia hanya mengaguk, aku segera memanggil pelayan cave


"raisya mau yang rasa apa?" tanyaku lembut, mendengaraku menawar kan ice cream untuk dia memilih rasa yang dia suka raisya pun berubah ceria.


"raisya mau yang rasa coklat dan strawberry, yang banyak ya bu. Raisya juga mau bawa buat mbah kakung dan mbah uti" ujarnya


"ya raisya boleh makan ice cream yang banyak dan juga bawa pulang untuk mbah kakaung dan mbah uti" jawabku sembil tesenyum dan mengelus kepalanya, pelayan kave juga ikut tersenyum melihat tingkah anakku setelah memesan ice cream pelayan itu pun pergi, kini tinggal kami berdua.


"bu ayah jahat ya" ucapnya tiba-tiba


"nggak ayah nggak jahat, Ayah sayang sama raisya, kenapa kok raisya bilang ayahk jahat? " tanyaku


"ya di motor tadi ayah marahi ibu, pada hal ibu kan nggak nakalin ayah , tapi kenapa ayah marahin ibu" ucap nya sambil tertunduk


"o.. Itu karna ibu cerewet ayah masih mau cerita sama mbah uti ibu ngajak ayah jalan-jalan. Trus ayah juga lagi pusing banyak kerjaan makanya ayah marahin ibu" jelasku berbohong


"besok-besok kalau mau jalan nggak usah ajak ayah ya. Raisya sama ibu saja" ucapnya lagi


"kenapa nggak ngajak ayah?"tanyaku


" nanti ibu di marahin ayah lagi kalau ayah lagi pusing banyak kerjaan" jawabnya polos


"ya sayang kita jalan berdua saja ya raisya senang nggak kalau jalannya cuma berdua sama ibu saja?" tanyaku


"ya senanglah ibukan sayang raisya. nggak pernah marahin raisya" jawab nya.


Pesanan kami pun akhirnya datang. Raisya menyambut ice cream pesanannya denga sangat anatusias


"hore, makan ice ceam banyak" ujarnya, pelayan yang mengantar pesanan kami ikut tersenyum melihat tinggkah raisya

__ADS_1


__ADS_2