Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
memberi kejutan untuk raisya


__ADS_3

Pagi ini aku tidak kemana-mana. Aku masih nyaman ruang tengah di atas karpet. Raisya sudahku antar kesekolah dan nanti pulang sekolah akan di jemput oleh kakungnya.


Aku duduk menehitung ke adaan uang dalam bisnisku, setelah menghitung semua uang masuk dan uang keluar, dan keuntuangan semua,aku tersenyum, bagaimana tidak? Jelas aku mendapatkan keuntungan yang luar biasa bagiku, yang pasti keuntunganyang berhasil aku dapatkan lebih dari dua puluh luma juta dalam satu bulan dari pabrik saja.


Sedangkan dari produk kecantikan, mesti baru berjalan baru beberapa minggu, semua modal hampir telah kembali. prediksiku, bulan ini telah bisa meraup keuntungan sebanyak kurang lebih tiga belas juta. Waw pencapaian yang luar biasa bagiku yang baru merintis usaha.


Benar kata afifah, di kotaku bahkan di kabupaten tetanggapu belum ada yang menjadi member. Sehingga produk ini laris manis di pasran. Dalam sehari penghasilan rata-rata mendekati satu juta. Alhadulillah sungguh kemudahan yang luar biasa yang allah berikan kepadaku dan anakku.


Kukemasi semua buku-buku catatan perusahan. Tidak berlebihankan? jika aku menybutka pabrik bronis dan cakeku yang telah mempekerjakan puluhan orang. Dan saat ini aku juga sudah nggak kecapean mengurus pekerjaan rumah. Karna aku mempekerjakan orang yang datang yang dua hari sekali untuk membersih rumah dan mencuci baju sekalin menyetrika.


Setelah semua rapi aku berniat mau keluar mau cuci mata siapa tau aku menemukan hal yang menyenangkan. Aku mengendari motor perjuanganku . Aku menuju ketoko perhiasan, sepertinyaaku harus membeli sesuatu untuk membungkam mulut keluarga suamiku bukan maksud pamersih nggak tapi, nggak apapa lah sekali-kali membalas sakit hati ini.


Sesampainya di dipat toko perhiasan kuparkir kan motorku dan aku melangkah menuju toko pehiasan.


"Selamat pagi mbak, aad yang bisa saya bantu?" sapa pelayan toko perhiasan dengan ramah


"iya mbak saya mau cari satu set perhiasan" jawabku


" oh sebelah sini mbak. mbak bisa pilih mosdel dan bentuk yang mbak suka"ucapnya lagi.

__ADS_1


aku lihat-lihat perhiasan yng di tinjuk oleh wanita muda tadi aku menjatuh kan pilihan kepada satu set perhiasan yang menurut ku begitu cantik. Aku juga membeli kan untuk ibu dan gadis kecilku, setelah membayar aku bergerak menuju ke toko mainan terbesar di kotaku aku memilih mobil sport mini untuk raisya dan juga sebuah boneka beruang besar berwarna pink setelah membayar dan aku rasa telah mendapatkan semua yang aku cari dan aku yakin putri ku pasti senang mendapat kejutan dari ibunya.karna selama bersama ayah nya dia nggak pernah di beliin mainan sama ayah nya.


Tidak lupa juga aku mampir ketoko pakaian. membeli banyak untuk diri sendiri mulai dari baju,celana,rok, jilbab,gamis,sepatu,tas,dan berlengkapan dalaman, tak lupa juga aku membelikan untuk raisya, ibu dan bapak.selama ini anakku sering aku belikan pakaian bagus sedangkan aku paling dua tahun sekali itu pun pas waktu sebelum lebaran, ah betapa tersiksanya diri ini menghadapin lika-liku kehidupan.sementara dibelahan bumi sana ada yang bersenang-senang di atas penderitaanku dan raisya,itu dulu tapi sekatang tidak, kali ini aku bias belanja besar besaran aku membeli apa yang aku mau karna sakarang aku sudah punya uang lebih dari kata cukup.jadi sekarang dan seterusnya aku bisa memanja kan diriku dengan uang hasil keringatku sendiri tanpa perlu mengemis kepada suami.aku juga menelpon sopir angkot untuk mengangkut semua belanjaanku karna aku tak mampu membawa pulang karna aku hanya menggunakan motor.


Sebelum pulang, entah mengapa aku ingin mampir ke bank mencerak buku tabungan, selama ini, aku nggak pernah menabung, tapi kadang para langganan sering mentransfer dan tak jarang pulang yang membayar dengan cara kes.


Setelah semua urusan selesai, aku memgendarai motor perjuanganku menuju pulang. Melewati toko permainan tadi, tiba-tiba terjadi sedikit kemaceran karena berada di perjalanan sebelum pertigaan. Saat berhenti menunggu kendaraan didepannya berjalan, tanpa sengajaaku meliaht kedalam toko mainan tadi, ketika jantungaku berdegup kencang. aku melihat sosok laki-laki yang sudah lebih satu bulan ini tidak pulang berda disana.


Dia terlihat memilih boneka yang di pajang di lemari etalase. Yang di letakkan di bagian paling depan. Aku tau boneka yang dipajang di sana hargan nya masih standar. Aku berdecih semudah itukah harga anakku dimatanya? Kulajukan motorku dengan persaan kesal.


***


Sesampainya dirumah,Kulihat raisya kegirangan mencoba mainan barunya.


Raisya bermain mengandarai mobil spart mininya sambil membawa beoneka beruang yang aku belikan tadi, bersama bapak.


Aku melangkah masuk kedalam rumah,ku bawa semua belanjaan baju-baju yang tadi ku beli kekamar. Kusussun didalam lemari.


Segera mandi dan memakai baju yang baru aku beli tadi Dan berhias diri .

__ADS_1


Aku melihat pantulan diri dari cermin aku tetsenym. Semua wanita bisa cantik, asalkam ada dana untuk mempercantikkan diri. Kusemprotkan parfum yang kuambil dari etalase krim yang sengaja ku letakkan dirumah ibu. Pewangi yang mahal. Setelah itu aku keluar dari kamar, kuberikan baju yang tadi ku belikan untuk bapak dan ibu. Kepada laki-laki tua yang sedang bermain dengan putriku. Sengaja ku berikan untuk mengsir bapak dari rumah. Karena aku tau sebentar lagi mas satria pasti akan datang, akan aku lancarkan aksiku yang semua telah kususun.


Kusuruh putriku untuk mencoba kolam renang plastik yang sengaja aku letakkan diteras rumah. Sementara kendara mini nya teparkir dihalaman rumah.


Karna saat mas stria datang nanti akan lansung melihatnya, tak lupa juga aku siapkan baju baru untuk raisya, baju ganti setelah dia main air. Disamping rumah ada kran air dia akan kusuruh mandi disana.


Tak berpa lama suara motor mas satria terdengar, aku duduk manis mengawasi putriku yang sedang main air, sambil merkap pesnan masuk.


Tak sedikitpun aku menolehkan wajahku di saat motor mas satria kendarai berhenti di di halaman rumah jejer dengan mainan raisya.


"raisya ayah pulang" sapa mas satria.


Sedangkan yang disapa kulihat hanya bergeming, menatap ayah nya dengan tatapn kecewa.


Sedangkan aku masih sibuk dengan gawaiku. Tak ada niat atau pun keinginan untuk melirik apa lagi menyapa mas satria.


"raisya ayah bawa oleh-oleh nih untuk raisya"ucapnya lagi.


Hingga keluar ucapan dari mulut pria itu yang membuat aku penasaran kira-kira apa oleh-oleh yang di maksud untuk putri kecilku, membuat aku menoleh, hanya ingin melihat separti apa barang yang dengan banggakan akan dia berikan kepada buah hatinya.

__ADS_1


Naluri jahatku menyuruh aku untuk tertawa. demi melihat barang bawaannya, yang dia tenteng sebagai pelipur lara mahluk yang tak berdosa di depan nya itu.


Bersambung.


__ADS_2