
"apa kamu bilang hah? Wanita terhormat? Apa ada wanita terhormat yang tidur dengan suami orang di hotel? tanyaku dengan berapi-rapi.
Tubuhnya aku tendang dengan asal kena bagian pinggangnya. Dia lansung terjengkang di atas kasur di depan TV dan meringis kesajitan.
"kamu habiskan uangmu dangan pel*c*rmu dan ibumu. Aku menderita! . tapi aku masih di salah kan maksud mu apa?"bentakku lalau mendaratkan tinjuku kepipinya dengan sekuat tenagaku.
Kini posisiku berda di atas tubuhnya dengan posisi dudu.
" begini posisi pel*c*rmu di saat tidur bersama kamu bukan?"bentakku lagi sambil sesekali menjatuhkan bokongku di atas perutnya.
Demi apapun juga aku merasa seperti orang gila.tapi, ya sudah lah. Banyak di luar sana perempuan yang jauh lebih gila dari pada aku di saat di tinggal selingkuh suaminya.
"ayo, belalagimas, bela lagi!" seruku sambil aksiku yang mengila-gila.
"ampun santi, ampun, aku mita maaf kalau kata-kata ku membuat kamu sakit hati" ucapnya dengan lirih. "nanti jika aku mati kamu bisa di penjara, kalau kamu di penjara siapa yang ngurusin Raisya?"
Betul juga katanya. Aku segera bangkit dan lunglai tersandar di tembok dinding kamar. Tangiskupecah seketika. Aku tergugu. Bagai mana pun juga, aku seorang wanita, bohong jika aku merasa kalau aku baik-baik saja dan tidak terluka. Sejatinya, hati setiap istri akan hancur jika di sakiti oleh suaminya.
Satria seperti betingsutt akan mendekatiku. Dia berhenti ketika melihat tanganku memberi aba-aba untuk berhenti. Dia urungkan niatnya dan kembali duduk bersandar pada tembok yang ada di sampi g TV. Kini, kami saling berhadapan.
"Santi, aku tau bahwa kamu sangat terluka. Aku tahu, aku begitu buruk terhadapmu. Aku seperti ini karna sangatenirut pada perinyah ibu. Dia samgat todak menyukaimu semenjak awal kita mulai berpacaran. Ibu hanya ingin aku menikah dengan gadis kota yang tidak jauh dari rumah ibu, karna ibu tidak mau jauh-jauh berpisah denganku. Beliau merasa bahwa kamu telah membuat aku jauh dari nya.
Aku tidak beraksi hanya tetesan bening yang tetus membasahi di pipi mulusku.
"aku akui, aku salah santi setiap aku berada di rumah ibuku, ibu selalu menghasut aku supaya aku meninggalkan mun dan mencari wanita yang lebih baik darimu. Itu sebabbya, aku tega memperlakukan kamu denga hal yang buruk. Karena ibu selalu memberi dukungan kepadaku." tuturnya panjang lebar.
Kata-katanya itu membuat aku semakin mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"santi, andai aku bisa membuat pilihan salah satu di antara kalian. Tapi aku tidak bisa, aku sangat menyayangi ibu, karnabeliau adalah orang tua kandungku. Tapi aku juga mencintaikamu. itu sebabnya aku berusaha membahagiakan keluargaku, agar mereka tidak cemburu kepadamu.
Alasan macam apa itu? Pada kenyataan nya, kasihsayang satria timpang ke pada keluarganya.
"berkali-jali ibu meminta agar aku mencari istri lagi, sampai akhirnya tergoda dengan mantan aku dulu, yaitu Felly."
Felly demi aoa pun aku sanangat mengutuk , sangat membenci nama itu!.
"kami bertemu di pertigaan, Felly memilihmemboncengku. Dansejak saat itulah kami dekat. aku mengantarnya pulang, rumahnya selalu sepi. Bila aku mengantarnya pulang, Felly selalu meminta aku untuk mampir. Karena tidak enak, suatu hari aku putuskan intuk mampir sebentar. Namun, tidak di sangka, Felly mengunci pintu di drpan. Dan segera betganti pakaian dengan daster yang menggoda. Aku, yang memang jarang bertemu dengan kamu, akhirnya tergoda untum melakujan itu,"
Seperti menabur garam di atas luka, kejujuran satria semakin menambah hati ini sakit.
"Bila di hotel, akutidak pernah mengeluarjan uang sepeser pun untuk membayarnya. Semua ditanggung oleh Felly dia yang selalu mengeluarkan uang untuk membayarnya. Bagi Felly, asaldiriku bisa memberinya krpuasan, diaakan memberi apapun yang aku minta. Dia sering kali mengirim buah-buahan atau nakanan lainnya pada keluargaku. Sikap itu membuay aku semakin bertekuk lutut di hadapannya. Akusangat menyukai orang-orang yang betbuat bsik kepada keluargaku."
Aku biarkan dia terus mengoceh. Menunggunya untuk mengatakan sesuati yang bisa aku jawab dengan seksli kalimat yang bisa membuat dia diam. Toh, sekarangmau apa? Marah? Semakin menambah sakit kepala ini. Semua yang aku katakan tidak akan ad gunanya.
Semua telah terjadi nasi telah menjadi bubur. Pilihannya haya dua. Tetap memkannya dengan di tambah ayam dan kuah opor atau membuangnya. Lalu menanak kembali? Kurasaku sudah tau jawabannya.
"sekali lagi aku minta maaf atas semua kesalahan ku, kita ulang semua dari awal aku janji aku akan berubah demi kamu dan Raisya"
Dia berhenti berbicara, sementaramelutku masih terkunci. Kupegang kepalaku yang rasanya agak sedikit sakit dengan kedua telapak tanganku.
"Santi mau kah kamu memulai semua dari awal lagi?" tanyanya setelah kamu saling diam.
Aku tidak menjawab. "santi, kamu mau, kan? Tidakad suatu rumah tangga tanpa ujian, anggapsaja ini adalah ujian untuk rumah tangga kita."
aku menatap pria di depanku, adasorot memlas yang terpancar di sana. Ku tarik nafas panjang sebelum berbicara padanya.
__ADS_1
"Ujian rimah tangga kita hanya untuk diriku saja mas, bukanuntuk dirimu. Karena hanya aku yang merasakan sakit." kali ini, gilirandia yang terdiam dan aku yang berbicara. Biarku jawab semua celotehannya yang menyakitkan itu.
"Aku masih bisa memaafkan kamu bila hanya sutu kesalahan yang kau perbuat. Tapi ini? Kamu menorehkanya banyak sekali luka. Nafkah yangvtodak layak, waktu yang sedikit bersama kami. Kamuyang lwbih royal kepada ibumu. Kami yang tidak pernah di bahagiakan , selingkuah, dan yang paling menyakitkan"aku menatapnya dengan penuh kecewa.
"kamu jadikan aku sebagai bahab olokan serta ejekan teman-temanmu, lalubagai mana aku bisa memaafkan dirimu dan bagai mana yang tidak?"
Dia tergugu di tempa, tidak membalas semua yang aku pertanyaanku.
"haya aku yang merasakan sakit mas. Kamu tidak. Bila semudah itu aku memaafkanmu, maka kamu adalah pria yang paling beruntung di dunia ini dan aku menjadi wanita paling bodoh di mika bumi ini. Aku sudah berjuang sendiri mas, mencoba sekuat tenaga untuk kuat, saat malam itu kamu memilh pergi demi gudikmu, Seandainya malam itu kamu memilh tinggal, munggkin aku masih bisa memperbaiki semuanya"
Dia menatapku dengan sendu dan terus mendengar keluh kesahku.
"Aku berusaha tergar,menata kehidupan tanpa adanya kamu di sampingku dan memulai bisnis baru sendiri, sehingga omset pabriku sudah mencapai tiga puluh juta satu bulan, belum lagi bisnisku yang lain." ya aku sengaja menyombongkan diri atas apa yang telah aku miliki saat ini.
"Aku sudah bahagia dengan kesendirianku, hidup hanya berdua dengan raisya, dan kedua orang tuaku, sekarangaku sudah bisa membeli apapun yang aku mau, dan bisa pergi kemana pun aku mau pergi. di ibaratkan seseorang yang sudah naik dari sumur yang penuh dengan lumpur. Kini badan ku sudah bersih dan wangi haruskah aku kembali kemasuk ke sumur yang penug dengan lumpur itu kembali?
Aku bangkit dari dudukku dan bersiap mau kerumah ibu,. Dansebelum pergi aku menatap laki-laki itu seraya menghapus air mata.
"Terserah bila mau nginap. Aku akan tidur di rumah ibu. Bila kamu mau pulang, letakkan kunci di tempat biasanya. Keputusanku tetap bulat, ibumupun sudah meminta kita bercetai berkali-kali. Akankah kalian menjialt ludah yang telah kalian buang kelantai?" ucapku sinis.
"santi, aku harus melakukan apa agar kamu mau memaafka kesalahan ku?" tanyanya dengan penuh harap saat kaki ini melangkah kerunag tamu, tepat dimana pintu jalan keluar berada.
"bunuh semua keluargamu dan juga Felly, bawa mayatnya kehadapnku. Buktikan padaku . Maka, aku akan memaafkan kamu" dia melongo seketika.
Aku tau itu adalah permintaan gila, dan dia tidak akan munggkin melakukan itu.
***
__ADS_1
Semalaman aku berpikit keras tentang keputusanku. Mempertimbangkan sampak baik buruknya, terutamabagi Raisya, bilaaku bercerai, otomatis, Raisya menjadi anak yang bakalan hidup tanpa ayah. Bilaterus bersama ayahnya Raisya, tidak bisa aku pungkiri, haitku menolak. lagi pula selama ini, Raisya memang sudah hidup seperti tidak mempunyai sosok seorang ayah?
Kupandangi wajah polos Raisya yang terlelap. Ada rasa sakit yang menusuk dalam relung hati ini. Mengingat nasibnya yang tidak seberuntung teman-temannya, yangbmemiliki keluarga lengkap dan harmonos. Disepertiga malam, aku mohon petunjuk sang kholik, kugelarkan sajadah dan memohon petunjuk jalan yang terbaik yang akan aku pilih. Karenasemua keputusan kita bisa saja salah kalau tidak melibatkan sang kholik. Dan bila tidak meminta di beri jalan oleh sang kholik.