
"ibu bisa menabung buat umroh dari mana lagi.kalau Satria sudah diturunkan jabatannya dan di pindahkangajinya nggak mungkin sebanyak waktu menjadi menejer. Beritupun dengan Felly mereka akan di pindahkan ke anak-anak perusahan dan di turunkan jabatannya. Kasian sekali nasib kalian na"ibu satria masih bicara nengan menangis.
Syukurlah mas Satria dan selibgkuhannya dapat sangsi dari atasannya.
"umuroh itu hal yang mulia, perjalanan ketanah suci untuk ibadah. Seharusnya uang yang ibu tabung bersal darihal yang di dasri dri kejujuran. Uang itu bersal dari ketidak ikhlasan seseorang, bu. Dari penderitaan yang mas Satria berikan kepda anak dan istrinya.
Bukan bermaksud menggurui, Namun aku hanya mengingat ibu mertuku saja.
"jadi bila terjadi kejadian seperti ini. mahon kolehsi kesalahan dan mengikhlaskan. Seandainya mas Satrria melakukan ini dengan cara ter buka sama aku. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Terangku denga bahasa santun.
Mereka ter diam dan ibu mas Satria malah tambah keras isak tangisnya.
Dan mak ida juaga mulai terisak.
"bu, kita akan di timpa malu yang bertubi-tubi. Kasus Satria, ditambah lagi ibu gagal berangkat umroh. Aku juga pinya KUR untuk buka usaha.terus kalau jabatan Satria turun aku akan bayar pakai apa?"
Kenapa mbak ida malah curhat di hadapan aku? Kan aku jadi tahu semua yang di rahasiakan dariku.
"ya mbak bayar sendiri lah mbak, kan untuk usaha mbak sendiri juga, kenapa malah pusing?"balasku.
Banyak sekali kebohonganyang mereka ciptakan di belakangku. Satru persatu mereka bongkar sendiri
"kasian Ida, Santi. Kalau di suruh di setor sendiri. Tadinya Satria mau bantu, biar Ida bisa beli mobil seperti kamu." jawab ibu lirih.
Aku menghela nafas panjang. Sampai disini saja aku sudah tidak mau ikut campur atau memberi saran apa pun pada mereka. Selama itu tidak merugikan. Aku tidak mau peduli.
"mana uangnya, santi? Cepat bawa kesini. Ibu dan ida harus segera pulang. Aira sendirian dirumah." ibu masih berasikukuh meminta uang.
"maaf bu aku tidak bisa bagai mana?"
"kamu harus kasih uang itu, santi. Apapu yang terjadi kamu kasih, kalau tidak akan kami lapor...." ucapan mbak Ida terhenti.
__ADS_1
"lapor polisi maksudnya, mbak?"tanyaku,memastikan.
" silahkan mbak. Aku tidak keberatan"lanjutku dengansenyum.
"tolong ibu santi" wanita yang melahirkan mas satria, memelas kepadaku.
"bu aku tidak bisa. Dan maaf aku harus melanjutka pekerjaanku. Kalau mau istirahay silahkan. Kalau mau pulang l, hati-hatidi jalan.
Tanpa menunggu jawaban mereka aku berdiri melangka masuk. Aku tidak akan keluar menemui mereka lagi. Dan anak-anak sudah tidak ada di dalam rumah. Sepertinya mereka, sepertinya mereka keluar rumah lewat belakang.
Dari cerita ibu dan mbak Ida. Aku dapat menyimpul bahwa suatu niat yang baik sekali punakan berubah buruk jika di tempuh dengan cara yang salah. Seandainya dulu mas Satri jujur dengan niat mulia memberangkatkan ibunya ketanah suci. Mungkin akan ku dukung. Dia todak perlu berbohong.
Gawaiku berdering. Sebuah panggilan. Masuk dsri nomor baru di aplikasi hijau.
"hallo"
"hallo mbak, apa kabar?"tanya seorang di sana. Suaranya tidak asing di telingku.
" alhamdulilah. Baik ini siapa", ya?"
Dina, sepupu mas Satria. Pantas saja suaranya seperti tidak asing dri telingaku.
"oh iya hp mbak rusak, jadisemua nomor hilang, Din. Gimana? Adaperlu apa tumben nelpon?"aku berbohong. Kenyataannya semua kontak keluarga mas Satria sudah aku bersihkan Dari benda pipih milikku.
" mbak santi tau kalau mbak felly mau di ceraikan oleh suaminya? Dan mas Satria juga mau di pindahkan ke anal cabang perusahaan di plosok desa. Kasian sekali mereka mbak. Padahal mbak Felly orangnya baik loh mbak."
Ya allah ini bocah nelpon aku hanya untuk ngomong hal seperti ini?
"kamu kenal sama gudinya mas Satria?"
"Dih mbak santi, bilangnyajangan gudik dong kasar bangaet. Jangan gitu lah sama mabak Felly. Aku kenal banget sama mbak Felly. Kalau kami lagi ada hajatan dia selalu datang mbak.kalau dia datang selalu membawa buah tangan."
__ADS_1
"bagis dong kalau dia sudah mau cerai dong, din? Habis ini kan mereka bisa lansung menikah. Kan, kalian juga ikutan senang, kalau mas Satria menikah sama orang yang selama ini akrab dengan keluarga."
"eh maksudnya nggak gitu, mbak. Aku.."
Belum sudah dia bicara lansung aku matikan panggilan secara sepihak. Segera aku blokir juga nomornya.
***
Panggilansidang akhirnya datang. Aku berngkat di antar oleh bapak. Sampai di parkiran aku turun dari mobil. Ku lihat mas Satria datang nersama ibunya. melihat kedatanganku tatapannya tak pernah lepas dari aku. Aku mencoba mengalihkan pandangan supaya tidak bertukar pandang denganya. Namun laki-laki itu malah menghampiri tempat dimana aku dan bapak masih berdiri.
"santi, apa kabar? Raisya bagai mana dia sehat?"tanyanya ketika telah dekat dengan aku dan bapak.
" alhamdulillah semua baik, Raisyajuga sehat."jawabku singkat. Laluaku dan bapak segera berlalu menuju teras ruang sidang.
Ayahnya Raisyamengekor di belakangku, Namon tetap aku abaikan.
Setelah tiba gilirannya kami masuk keruang sidang. Aku segera berjalan mendahulu mas Satria. Di hadapan hakim aku mengatakan alasan aku mengajukan gugatan cerai. Semua hal aku ceritakan tanpa ada satu pun yang aku tutupi. Aku sungguh berharap supaya bisa lepas secepat nya dari pernikahan dengan ayah Raisya.
Berbeda denganku bersikukuh tetap ingin bercerai, Namunbeda dengan mas Satria masih bersikukuh ingin tetap bersama. Drinya memohon kepada hakim. Agar gugatan cerainya tidak di kabulkan. Dia berjanji akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah dia lakukan.
Mediasi berlansung lama dan lambat. karena dari pihakku dan pihak mas Satria tetap bersikukuh dengan pendirian masing-masing. Sehingga hakim memutuskan mengakhiri, dan akan di lanjutkan lagi beberapa hari lagi.
Aku mencoba tetap tenang karena aku yakinberada di pihak yang benar. Kesalahan mas Satria, sudah sangat banyak. Dan bukti yang aku miliki untuk gugatan ini juga sudah sangat kuat.
Kami segera pulang tanpa berpamitan dengan mas Satria, Serta ibunya. Saat kami akan menaiki
Mobil, tiba-tiba ibu mas Satria memangil.
"Pak rahman tidak ingin makan siang bersama dulu." Tanyanya dengan ramah.
"Tidak" jawab bapak singkat. Mobil kamu lantas meninggalkan tempat parkiran itu.
__ADS_1
kami pulang lansung meju rumah ibu. Setiba dirumah kami di sambit gembira oleh Raisya, dan kebetulan dia baru saja pulang dari main dari rumah tetangga depanbruamh ibu.
Begitu melihat aku keluar dari mobil Raisya menghambur kedalm pelukanu. Aku memeluk tubuh mungil gadis kecilku.