Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
cerita raisya


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat zuhur kurebahkan badan ini rasanya lelah menghadapi tingkah suamiku yang svemakin menjadi.


Tiba-tiba HPku bardering, kuraih HPku yang kuletakkan dimeja rias, kulihatternyata dari menejer cave yang memesan bronis dan cake kemaren, mereka meminta dikirim satu minggu sekali dengan parian rasa yang berbeda, diluar dugaan merka lansung mentransfer untuk barang yang akan dikirim dalam waktu satu bulan kedepan.


Subhanallah, walhamdulillah, allahhu akba. Allah telah menunjuk jalan kemudahan untukku dan anakku.


Kuhitung keuntungan bersih yang aku dapatkan empat belas juta dua ratus lima puluh ribu, alhamdulillah ya allah atas riski yang telah engkau berikan kepada kami. Uang tersebut lansungku transfer ke afifah lewat sms banking, ditambah lagi, keuntunganku selama kurang lebih satu bulan ini, jadi aku sudah tidak lagi berhutang padany semua sudah aku lubaskan, dan penghasilan yang akan datany murni punyaku, riski anakku. dan aku akan membahagiakan kedua orang tuaku.


Untuk selanjutnya, aku akan mengatur strategi untuk membalas kelakuan mas satria bila nanti dia pulang.


Rumah mbahku yang kosong, karna beliau sudah meninggal dua tahun yang lalu, yang bersebelahan sama rumah bapakku yang seharus nya menjadi bagian adik bapakku tapi karna beliau menikah dan sukses tinggal di kampung istrinya,di kabupaten tetangga maknya rumahbitu kosong. Mas satria belum boleh tau tentang bisnis yng baru kurintis ini, maka oleh karena itu rencananya produksi akan aku pindahkan di rumah almarhum mbahku.


Bila suatu saat nanti dia tau maka akan aku katakan itu punya teman, toh dia tidak pernah ambil pusing tentang pergaulanku. jadi untuk itu aku tidak lagi memproduksi setiap pesanan dirumahku,dan rumah almarhum mbah aku tetapkan sebagai tempat usaha baruku.


Sekarang aku tak perlu turun tangan lagi karna aku telah mempekerjakan beberapa orang ibu tumah tanggah yang ada sekitar rumah ku dan rumah ibuku, aku hanya perlu sesekali datang untuk memantau apa yang kurang sebagainya. Mereka adalah orang-orang yang bisa diandalkan sergap dalam segala bidang, dan salah satu dari mereka juga aku suruh untuk membuat akun di aplikasi jual beli nomor satu di indonesia. Dia juga membuatkan aku akun facebook dan instagram untuk mempromosi semua daganganku. Sedangkan no wa yang di cantum adalah milikku.

__ADS_1


Mas satria, sekarang istri yang engkau nafkahi dengan tidak layak akan menjadi wanita sukses.


***


Seminggu berlalu mas satria belum juga pulang dan juga tidak pernah memberi kabar,bahkan wa menanyakan kabar raisya pun tidak. Usaha yang baru ku rintis berjalan sesuai harapan aku tidak kesulitan membagi waktu, kadang bertemu dengan ibu rasti dan ibu sindi dalam menjalani klinik kecantikan yang baru kami buka bersama, pulangnya lansung mengemas pesanan produk kecantikan yang aku dapat kan dari afifah, serta untuk dikirim kepada pembeli. Kadang aku dibantu sama anak-anak gadis pekerja di usaha bronisku, kadang di bantu juga untuk promaosi kepada teman-teman kulyah mereka. sehingga mengalami pemludakan konsumen dalam waktu yang terbilang singkat.


Aku tidak melayani COD karna masih belajar membagi waktu. Kurir akan datang setelah aku hubungi untuk menagmbil barang dan dikirim kepada si pembeli.


Pabrik bronis ku sudah ku serah kan kepada lisa, gadis lulusan smp. Dia tidak melanjutkan sekolahnya lagi untuk sementara waktu,karna faktor ekonomi keluarga. lisa bisa ku andalkan dalam mengelola pabrik, karna sebenarnya dia adalah gadis yang cerdas. Mulai dari proses pengemasan sampai pengiriman semua diatur oleh lisa. Katanya kalau ada rezeki tahun depan dia akan melanjutka sekolah dan masuk keSMK, aku hanya tersenyum mendengar antusias cerita lisa dan melihait kegigihan dia dalam bekerja.


Bapak sudah membeli mabil. Beliau juga yang mengantar pesanan ketoko-toko dan kecave. Untung nya bapakku mempunyai keahlian dalam menyupir, karna dulu pernah menjadi supir pangusaha di ibu kota.


. Kantin yang duluku buka di depan SD sekarang sudah tidak produksi lagi. Ada rasa sedih nya kalau mengingat kantin di depan rumahku, bagai manapun juaga kantin itu yang telah menopang kehidupanku selama menjadi istiri mas satria, menjadi saksi bisu menjalani segala kepahitan hidup, segala suka dan duka.


Rasa gensi ku singgkirkan,rasa gensi kutannggalkan, demi sejumlah rupiah.

__ADS_1


Tak jarang suara-suara sumbang serta cibiran terlontar dari mulut tetangga sekitarku. Ada yang mengatakan aku serakah suaminya kerja punya gaji bersar istrinya masih mau jualan, ada kalimat hinaan membungkus empati, dan banyak juga yang memandang dengan tatapan mengejek. Kala pagi aku mengangkat berbagai macam makanan dan es lilin dari rumah. Mengingat semua itu membuat luka yand tadinya agak mulai hilang kini hadir kembali.


Aku bersama anakku, dengan segala perjuangan kami lalui bersama, berbanding terbalik dengan kehidupan mas satria dirumah ibunya.


"lumayan ya mbak santi buat jajan anak sama beli brambang"ucap seorang ibu waktu itu tedengar sopan.


"Salut sama mbak santi tidak gensi meskipun suaminya punya kerjaan tetap"sering kali terdengar kalimat itu keluar dari mylut ibu-ibu yang mengantar anaknya sekolah.


" nama juga masih kekurangn, ya. mbak santi apapun di kerjakam selagi itu halal tdak merugika orang lain, kalau mbak santi banyak duit pasti mbak santi malas jualan malu-maluin"yang ini suk ses membuat aku menangis setelah sendiri tak ada orang.


Kutarik nafas panjang. Untuk menghilang sesak didada, itu semua telah terjadi di hari kemarin. Esok dan terusnya, aku tak mau lagi direndahkan oleh siappun. Bukankah untuk merasakan nikmat sembuh, oarang itu harus meraskan sakit dahulu?.


Kulangkahkan kaki ini menuju motor perjuanganku aku berniat menuju kerumah ibu. Di sana aku menyimpan barang-barang produk kecantikan yang aku jualkan. Dan sekarang semakin hari omsetnya semakin bertambah aku seperti sedikit sesulitan dalam menangani pesana rencananya aku akan menambah lagi karyawan untuk membungkus pesanan untuk segera dikirimkan segera.


Aku mengendarai motor pelan-pelan karna jarak rumahku dan rumah ibu todak begitu jauh. raisya dari tadi di rumah ibu karna tadi ku ajak pulang nggak mau.

__ADS_1


"di rumah sepi nggak ada teman main ayah nggak pulang, main sama ibu bosan kalau mainnya cuma berdua nggak seru, kalau dirumah kakung rame banyak temen adan mbak lisa, mbak elis, ada mbah uti kakung banyak lagi" kata raisya saat tadi aku ajak pulang. Aku menghentikan motorku di depan teras rumah bapak. Di teras ibu sedang menemani raisya bermain,bapak duduk di kursi rotan yang ada diteras rumah. Aku melangkahkan kaki menuju teras rumah dan bergabung dengabn orang-orang yang aku sayangi. Raisya menghambur kepelukanku. "Bu tadi raisya diajak naik mobil sama kakung. Jalan-jalan sampai dekat simpang yang jaaaauuh sekali raisya senang sekali bu" raisya barcerita dengan sangat antusias


"besok kalau ibu sudah nggak sibuk lagi kita jalan-jalan lagi ya kung"ujar raisya lagi.


__ADS_2