Istri Yang Terzolimi

Istri Yang Terzolimi
kesabaran tingkat dewa.


__ADS_3

Dua hari berselang ibu mertua dan mas Satria datang kerumahku. Padahal. Aku hendak pergi keacara tahlilan. Ya allah mengapa mereka semakin sering kesini?


Mau tak mau aku persilahkan mereka masuk dan membuat minuman. Setelahnya, aku ikut duduk di ruang tamu.


"santi bila keputusanmu sudah bulat, ibu izinkan. tapi dwngan satu syarat.


Mendengar itu, akusudah tau kemana arah pembicaaran ini. Pasti larinya tidak jauh dari uang.


" apa lagi buk?"tanyaku denga lemah.


"yang pertama kamu harus mengganti biaya denda kasus Satria. Karena itu terjadi saat kamu masih berstatus istri Satria. Dan uang yang di gunakan itu adalah tabungan umrohku.


Itu lagi, itu lagi. Aku sangat lelah mendengarnya.


" kedua, kamuharus membagi harta gono gini. Kalian selama menikah. Jangan seeanknya saja kamu meninkmati hasil dari kerja keras anakku sendiri."


Deuh, nasib! Mengapa aku harus berurusan dengan orang seperti ini.?


"buk, sudah berulang kali saya mengatakan untuk syarat pertama saya tidak akan pernah memberi uang sepeserpun untuk itu. Dan syatat yang kedua saya mau tanya dulu, harta apa ya buk? Bukankah tanah yang di beli oleh mas Satria setelah menikah pun ada sama bapak? Di kelola dan hasilnya di nikmati oleh seluruh keluarga kalian. Saya tidak pernah tahu menahu."


Selain itu, rumah? Yang kalian tempati motor mobil yang kamu miliki, Satria juga berhak atas semua itu"


"ya allah pak, rumahini pemberian orang tua saya. separuh uang mobil itu bapak saya yang punya. Sebagian lagi uang pribadi saya. Itu pun hasih dari kerja saya setelah mas Satria pergi dari rumah ini.


Aku menatap wanita baya di hadapanku dengan penuh kecewa. Sungguh, aku selama ini tidak menyangka. Beliau bisa berbuat sejauh ini untuk menyiksa aku.


"Dan motor, hanyamotor butut iti yang di belikan oleh mas Satria. Itu pun separuh dari uang dari jual kayu yang kami tanam di kebun pemberian bapakku juga. Mas Satria tidak berhak menuntut harta gono gini."


"bearti mobil itu memang benar sudah menjadi milikmukan , santi? Kenapa bapak mu berbohong kemarin?"tany ibu mas Satria dengan sinis.

__ADS_1


"lho? Memangbenar mobil itu di beli dari uang bapakku"


"santi, jangan lupa. Rumah ini memang di beri oleh bapak mu namun aku jaga ikut andil. Kamu iingat! Untuk mengecat, buat kamar mandi buat dapurnya itu pakai uangku santi!" mas Satria ikut angkat suara. ternyata kata-katnya di depan hakin hanyalh bualan semata.


"itu tabungan uang belanja. Karna aku bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dari hasil jualan. Waktu itu kita belum punya anak. Makan pun ikut sama ibuku. Jadi aku bisa nabung dari sedikit nafkah yang kamj berikan. Itu jga tidak semua mas. Uang sumbangan di hari pernikahan kita pun aku tabung."


Kalau semua yang kamu miliki di anggap jasamu. Anakku dapat apa Santi? Rumah ini ya milik bersama. Karena kamu sudah menikah dengan Satria. Mobilkamu juga Satria juga berhak mendapat bagiannya. Kalau kamu bersikukuh tidak mau membaginya. Ya jangan cerai gampangkan!" ibu mas Satriasemakin ngotot.


"lalu bagai mana dengan tanah yang di garap itu buk? Itu di beli setelah mas satria menikah kan? Jadu aku juga berhak atas tanah itu!"


"kan itu dari gaji Satria kadi kamu tidak berhak."


"Ya sudah kita bicarakan masalah ini di pengadilan saja. Boar hakim yang memutuskan."sahutku dengan santai.


Percuma saja berdebat dengan orang yang maunya menang sendiri. Bukan? Jadiaku serahkan semua kepengadilan.


Bicara dengan ibu mas Satria memang melatih kesabaran tingkat dewa.


"siapa yang malu, buk? Saya tahu anda maminta sesuatu yang bukan hak anda?" aku balik bertanya.


Wajah mereka terlihat merah padam.


"begini kalau kamu tidak mau mebagikan rumah ini buat Satria, mobilkamu saja untuk Satria. Maka kami tidak akan mengungkit apapun harta milik Satria lainnya yang ada di sini.


Silahkan di ungkit kalau memang ada harta mas Satria yang aku nikmati. Akan tetapi tidak di sini, tapi besok saja di pengadilanpada waktu sidang kedua. Ibu bebas meminta apapun dari aku. Bila hakim membenarkan sikap dan permintaan ibu ini."


"Kalau tidak mau kasih semua itu, Satria tidak akan pernah datang ke sidang perceraian,"ibu mas satria mengancam


"sialhkan buk, justru itu akan mempermudah jalanku."aku tersenyum manis pada ke dua tamu yang tidak di undang itu.

__ADS_1


***


Teringat pesan sintia semalam.


(Santi, bila bukti perbuatan Santria sudah kamu kantongi. Jangan takut, dia akan sulit menggugatmu.karena kamu akan tetap menang. Apa lagi dari yang info yang aku cari lewatteman yang kerja perusahaan yang sama dwngan Satria. Sesang di proses akan di pindah kan ke anak perusahaan yang terletak di pelosok desa. Jabatan menejer yang selama ini dia bangga-banggakan sebentar lagi akn diturunkan sebagai pegawai biasa. Keluarga mertuamu tidak akan lagi bisa. Membangakan gaji Satria Yang besar.)


Aku tersenyum membacanya dan segera aku ketik untuk balasannya.


(terima kasih banyak atas bantuan kuam selama ini sintia.)


(oh, iya. Kenapapada waktu itu kamu bila g sangat mendukung kalau aku berpisah dengan mas Satria?)


Tidak berapa lama, aku mendapatkan jawabannya. Apa yang terjadi di antara laki-laki yang masih berstatus sebagai suamiku itu dengan sahabatku yang satu ini.


(dia itu mantanku dulu. Maaf, ya, santi? Tapiitu masa lalu)


(kami putus karena orang tuaku tidak setuju. Yangku dengar dari salah satu kerabat, yang rumahnya yang dekat dengan rumah Satria, keluarganyasangat suka ikut campur usrusan orang. Semua orang yang di sekelilingnya, harus nurut pada peraturan ya g di buat. Danmereka tipe orang yang tidak pernah mau mengakui kesalahan.)


Mengetahui masa lalu mas Satria, akusempat kaget. Namun, itisemua telah berlalu. Bukanwaktunyasakit hati pda hubungan lama sintia. Lagi pula aku akan segera berpisah dengan ayah Raisya.


(sering kali, setelah kami sama-sama menikah , Satria merayuku untuk menjalin hubungan gelap dengannya. Kata-katanya sangat jorok! Otaknya mes*m! Kayaknya, dia tipe laki-laki yang tidak bisa menjalin hubungan dengan satu wanita saja.)


(mendengar ceritamu, maka jalan terbaik memang harus berpisah. Semoga kedepannya kamu bisa menemukan pasangan yang jauh lebih baik dari Satria.)


Pesan terakhir dari sintia hanya aku balas denga kata 'iya'.


Sekarng aku sudah tidak takut lagi, apa pun yang aka di lakukan mas Satria untuk menghalangi perceraian kami, percuma saja. Kasus dengan gudiknya sudah viral dan selalu di cerita kan dari mulut kemulut. itu bukti terkuat yang bisa memuluskan jalanku.


"baik jikaitu mau kamu. Satriatidak akan pernah mau bercerai dari kamu. Ingat, santi! Laki-laki boleh menikah lebih dari satu'

__ADS_1


__ADS_2