
Lagi pula sebentar lagi anak saya akan menggugat cerai Satria. Masalah Satria mau hanvur atu tidak buka urusan kami setiap perbuatan itu punya konsekuensinya yang harus di terima. Janagn enaknya saja yang mau giliran kotornya mau di lempar ke muka santi."
"Pak rahman sbar dulu, jangan tersulut emosi gitu. Janganjadi kan perceraian sebagai penyselaian dalam maslah rumah tangga. KasianRaisya yang masih kecil. Kalau Stria salah anggap saja iti suatu yang wajar. Karena manisia itu tempatnya salah dan khilaf. Mudah-midahan setelah ini, kehidupan rumah tangga merka akan menjadi bahagia."
"Terima kasih atas saran bijaknya, mas Denis. Silahkan, Satriamencarikan wanita yang lebih baik, lebih segalanya dari anak saya"cetus bapak. Kemudian beliau melirik kearah ibu mertua.
" sebelum masalh besar ini terjadi bukan nya ibu sendir yang meminta supaya Santi dan Satria bercerai? Ibu sendiri yang meminta supaya santi untuk mengajukan cerai. Sekarang akan kami kabulkan keinginan ibu. Jadi jangan bimbang lagi.
Hanya terdengar hembusan nafas panjang dari ibunya mas Satria.
"Kami tidak ingin sampai mengungkapkan ungkapan kasar. Sebagai mewujudkan kekesalan kami. Kami juga berhak menentuka apa sekiranya yang membuat nyaman atau tidak. Meskipun anak saya bukan seorang wanita berpendidikan yang terhormat, bukan berarti dia bebas di sakiti terus menerus."
"tolong pak, sekali lagi saja beri kesempatan Satria membuktikan kalau dia adalah orang yang baik."
Kata-kata apa ini sampai telinga aku panas untuk mendengarnya.
"satria orangnya baik kok, buk. Baik kepada kalian. Tapi zolim terhadap anak saya."cetus bapak.
" Tidak ada ketulusan dalam hubungan ini, termasuk untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Itu karena niatnya. Bukan karena kalian menyayangi santi dan putrinya."
"pak toktong satria sekali ini saja, kami bingung mau mendapatkan uang sebanyak itu dari mana" rengek ibu mas Satria.
"mobil yang kalian pakai bisa di jual atau di gadaikan."jawab bapak singkat.
" itu punya Denis, hasil kerja kerasnya. Kami tidak tega meminta iti darinya. Kalau Anisa pengwn jalan-jalan , pasti jadi bingung."ternyata ibu mas Satria bersikeras meminta uang kepadaku.
"tapi kalian kok bisa tega pada santi? Begitu pun kami kalau Raisya pengen jalan-jalan kami bingung." imbuh bapak. Terlihat begitu tidak mau kalah. " maaf, jawaban ibu, semakin membuat saya yakin jika Santi memang harus berpisah dari Satria."
Keluarga mas Satria tampak saling pandangsaat bapak tiba-tiba berdiri.
__ADS_1
"maaf kami akan segera pergi ada acara kondangan. Silahkan ibu sekeluarga pulang."
"pak rahman jangan ambil keputusan sendiri,pak.Satria dan kami berhak untuk ikut andil dalam rumah tangga mereka."
"Maaf buk kami sudah tidak mau lagi membahas soal ini lagi."tegas bapak pada ibu mertua.
" santi cepat kemas! Nanti pulang kesorean. Bapak mau pulang ambil mobil dulu."lanjut bapak berbohong.
Iya kami tidak acara kemana pun itu semua akal-akalan bapak saja supaya keluarga mas Satri cepat pergi dari rumahku. Meladeni merka tidak ada habisnya. Dan aku baru ingat bahwa mereka tidak aku berika minum, atau cemilan apapun. Salah sendiri bertamu malah cari masalah.
Seyelah bapak pergi, akusegera masuk kedalam kamar tidurku.keluarga mas Satria satu persatu keluar meninggal ruang tamu rumahku. Tidakberpa lama terdengar suara mobilny ameninggalkan halaman rumahku. Akupun bernafas lega.
Ya allah, semoga ada jalan untuk mengambil buku nikah kami. mengingat merka bersikukuh ingin kami tetapa bersama, sepertinya jalan ku tidak mulus.
***
Malam harinya mas Satria berkali -kali menelponku. Tetapi tidak aku jawab. Begitu juga dengan pak andi. Mulai dari sekarang aku akan menjauhi laki-laki itu. Lagi pula aku belum mengenal betul . Jangan sampai aku jatuh ahti kepda orang yang salh untuk kedua kalinya.
(Dek, jangan cerai, ya? Mas minta maaf, mas akan memperbaiki kesalan Semua.)
(mas bingun mau mnta tolong sama siapa , suami felly mau melaporkan mas ke polisi)
Tak ku balas. Setelahnya aku blokir. Nomor ayahnya anakku. Gawaiku menyala lagi, mendapt pesan dari pak Andi.
(kenapa telponku tidak di angkat? Kamu baik-baik saja?)
(santi masalah ini sekarang menjadi pembicaraan kalangan teman-teman Satria. Sepertinya setelah ini karirnya akan bermasalah.) akumengetik membalas.
(maaf aku ingin sendiri)
__ADS_1
Semoga saja setelah ini, laki-laki yang berpropesi sebagai CEO itu paham kalau aku lagi tidak ingin di ganggu. Mau memblokir nomornya. Aku rasa terlalu berlebihan. Orang itu yang tidak ada masalah yang berat sama aku.
Aku telpon bapak untuk segera datang kerumah. Dan lansung di iya kan. Tidak berpa lama bapak datang kerumah bersama ibu. Kami berbicara di ruang tamu. Sedangkanibu menemani Raisya bermain, supaya tidak mendengar apa yang kami bahas.
"pak, kalau bisa bapak secepatnya kerumah mas Satria. Untuk meminta buku nikah kami. Kita harus memanfaat keadaan kacau ini. Untuk menekan ayah Raisya."
Bapak menarik nafas panjang.
"Aku dengar dia di ancap oleh suami selingkuhannya. Katanya akuan di lapaorkan kepolisi. Bapak harus ikut menggunakan alasan itu. Agar dia mau menyerah buku nikah itu, pak. Seseorang yang lagi dalam keadaan tertekan tidak mampu berfikir dengan jernih'tambahku.
"pokoknya, kita tidak uash berpikir. Pasal apa, yang penting. Bilang sja kalau tidak mau kasih, kita ikut lapor kepolisi gitu. Aku sangat mengenal mas Satria. Dia paling takut kalau di ancam. Tanpa berpikir ancaman itu masuk akal atau tidak.'
"baik lah lusabapak kesana."jawab bapak.
" kalau bisabesok saja pa, lebihcepat lebih baik. Aku sudah ingin lepas dari keluarga mas Satria. baapk tau sendiri., berurusan sama mereka itu kayak kita bicara ketimir. Mereka kebarat nggak nyambung?"
"Iya san, kamu benar. Bapak juga igin segera secepatnya menyelesaikan masalah kamu. Agar kamu bisahidup tenang bersama Raisya."laki-laki itu berhenti sebentar.
" satu permintaan bapak santi, bapak sudah trauma menerima yang kerja di kantoran. Bapak harap kamu jangan terburu-buru memcari ganti ya."
Aku mengangguk mengiyakan permintaan bapak.
"minta sama allah, kalu masih ada josoh. Supaya di berika seorang imam yang baik. Dan cari lah laki-laki dari kalangan kita. Tidak usah berhubungan dengan laki-laki yang lerjanya di kantoran. Bapak takut kejadian yang sama akan tetulang kembali. Terlebih status kamu sekarang punya anak."
Permintaan bapak membuat aku menelan saliva. Bayangan pak andi saat tersenyum menari di pelupuk mata ini. Aku harus benar-benar melupakan danenjauhi laki-laki itu.
Siang harinya bapak berangkat pergi kerumah mas Satria aku menunggu bapak dengan perasaan penuh harap cemas. Selama bapak pergi, hati ini sunggu tidak tenang. Kerjaanku mondar mandir tidak karuan.
Semoga keberangkatan bapak kesana tida sia-sia. Ya allah. sungguhdiri i i sudah begitu lelah. Lelah dengan pertanyan tetangga dan kerabat. Lelah jika harus bertengkar dengan keluarga mas Satria. dan lelah jika laki-laki itu masih berhubungan dengan perempuan lain.
__ADS_1
Hari menjelang sore. Namun bapak belum juga pulang.
Bersambung